Blogermie.com: Blogernas, Teman Sejawat yang Kualat

27 Februari 2011

Blogernas, Teman Sejawat yang Kualat

Sedikit cerita tentang dunia blogging. dikutip dari liputan Blogernas TV, 2 pekan lalu kita telah dihebohkan dengan berita tentang Pemblokiran Akun beliau difacebook. Sebab-musabab diketahui bahwa postingan beliau dianggap sebagai sesuatu hal yang  dianggap penistaan agama.Yang menjadi maraknya sejumlah akun tertentu juga ikut diblokir. Termasuk konten yang hendak saya publikasikan ke Facebook

Posterisasi yang terjadi seakan-akan memojokkan dirinya sebagai orang yang paling dicari karena makelar agama. Betapa tidak dari sebuah situs online milik Kompas...artikel-artikel beliau banyak dihujat dan jadi berita hot-shot di sepekan media internet belakangan ini, sebagian pendapat mengemukakan bahwa artikel panas yang beliau buat mengundang banyak kontroversi agama, namun luputnya tak sebagian orang juga menganggapnya sebagai artikel yang cukup bagus untuk disimak. Sedangkan di lini tengah, saya mencoba memahami sisi yang terkandung dalam semua artikel yang dibuat beliau. 

Apa yang saya peroleh dari artikel kesemuanya tidaklah dianggap benar sebagai simbol penistaan agama yang sebenarnya. Karena makna yang terkandung hanya sebuah sisi daripada kebenaran dari beliau saja. dibalik itu semua hakikatnya secara tidak sadar manusia lebih menonjolkan kesalahan dibalik lamisnya lidah. mungkin orang bisa saja mencari kebenaran, tapi tidaklah mutlak untuk mencari benarnya sendiri. 

Lain halnya Blogernas sebenarnya juga manusiwa biasa..punya etika dan moral, toh apa salahnya manusia juga bebas berpendapat? Sebagian orang yang menganggap Erianto Anas salah kaprah hanya karena orang tersebut menilai suatu kebenaran dari kepentingan mereka sendiri. Oknum-oknum tertentu hanya memanfaatkan kondosi untuk mencari benarnya sendiri walalupun kalau dilihat sepintas memang tulisan-tulisan beliau menganggap yang "maha benar"...tapi jika pribadi sebagai umat beragama bisa merenungi semua yang ditulis disemua artikel beliau.  Jika anda menyimak kosakata beliau tentang penyiksaan islam terhadap ahmadiyah yang saya rasa simbol penyimpangan perilaku beragama.mungkin kita menundukkan kepala menanggung malu sebagai umat islam,

Belum lagi hal yang bersifat hukum, politik dan sosial, kayus Gayus Tambunan yang tidak kunjung selesai, abdi negara yang pantas disuap, dan gentingnya situasi pemilihan ketua PSSI yang jadi carut-marut bobroknya negara ini
Seolah kita benar-benar diperbudak akan adanya manipulasi politik, daripada menyongsong agama baru. Untuk itu ketimbang Kita mengeksekusi seorang Erianto Anas, tidak ada salahnya bila kita lebih konsekuen dengan apa yang kita ucapkan dan kita perbuat. 

"Ealah anas Nasibmu kok yo podo karo aku"


Judul: Blogernas, Teman Sejawat yang Kualat; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 2/27/2011 07:56:00 PM

1 komentar:

  1. Pohon adalah pohon, batu adalah batu. Cuma itu cara kita untuk menerima lingkungan kita. Apalagi masalahnya urusan "pencerahan". Manusia masih banyak yang takut.... :)
    Tak perlu risau atau mengeluh... sulit utk merubah dunia, satu-satunya cara berjuanglah untuk merubah diri sendiri utk menerima batu sebagai batu. ;)

    BalasHapus