Blogermie.com: Lelucon Kocak si Atheis

10 Februari 2011

Lelucon Kocak si Atheis

Sebagai manusia kita tentunya paham betul arti keimanan, tatkala manusia lahir dengan membawa iman, matipun membawa iman. Karena sebetulnya hakekat manusiawi seseorang terletak pada hati mereka.
Tapi apakah seorang Atheis itu bisa dikatakan murni ateis ?,,,saya bisa membantah pernyataan ini dalam benak saya :

"dimanapun, kapanpun, atheis masih punya hati, atheis masih punya sedikit iman dan kelapangan dada dihati mereka ".

Dalam artikel ini saya tulis beberapa ketidak - bimbangan rasa itu,

Tapi sadarkah yang diucapkan oleh seorang bloger jenius seperti Blogernas, membuktikan bahwa dirinya masih mempunyai rasa iman itu.
Walaupun dari beberapa kalimat yang diutarakannya berisi kebenciannya kepada tuhan, menghujat, mengumpat, air liurnya berleleran dengan dusta kemana-mana seolah olah dirinya-lah Atheis sejati dalam benaknya selama ini. Walaupun jujur dalam hati, saya amat mengagumi seorang blogernas itu, tulisannya begitu impulsif, pasif sederhana, namun dapat dicerna oleh pembaca. Ini menunjukkan blogernas adalah orang cerdas.
Kejujuran akan lebih saya hargai ketimbang munafik, saya kasih acungan jempol.

Ateis dalam arti luas sebenarnya sudah ada sejak jaman nabi, kita menyebutnya orang Kafir, tapi apakah orang kafir ini juga sepenuhnya orang yang terpuruk, penuh dengan dosa ?

Tidak..Rasulullah sendiri tidak pernah sekalipun mengajarkan kebencian kepada umatnya, terlebih kepada orang kafir. Semisal Abu Lahal,dan Abu Lahab. Karena yang kita tahu kedua orang ini masih satu keluarga dengan beliau.
Ini membuktikan bahwa islam adalah agama yang struktural sungguh mulia islam itu dimata Tuhan

Suatu gambaran yang menunjukkan hubungan antara definisi ateisme kuat/lemah dengan ateisme implisit/eksplisit. Ateis implisit tidak memiliki pemikiran akan kepercayaan pada tuhan; individu seperti itu dikatakan secara implisit tanpa kepercayaan pada tuhan. Ateis eksplisit mengambil posisi terhadap kepercayaan pada tuhan; individu tersebut dapat menghindari untuk percaya pada tuhan (ateisme lemah), ataupun mengambil posisi bahwa tuhan tidak ada (ateisme kuat).

Justru yang jadi masalah sekarang kita lebih terbelalak lagi dengan gunjingan islam ktp, itulah yang saya maksud sebagai atheis lemah
kita disibukkan dengan KTP orang yang banyak sholat tiap 5 waktu, sodaqoh, bolak - balik keliling Ka'bah, lempar jumroh yang katanya buat ngelempar setan (sampai setannya kebirit-birit,padahal setannya merka sendiri),, percuma!!! kalau hati mereka gak ikhlas

Saya bisa memberikan sanggahan bahwa blogernas itu seorang atheis lemah, kenapa begini ?

Secara umum atheis lemah banyak ditemui dibeberapa kejadian, dari tulisan yang saya amati,menunjukkan kalu masih ada rasa syukur kepada tuhan..terbukti...!!! pada potongan artikel yang saya ambil ini "

" Bila sudah mampu saya buktikan dalam diri saya bahwa nilai-nilai moral Universal Islam itu menjadi penyejuk bagi orang-orang di sekitar saya. Bagi orang-orang yang berhubungan dengan saya."

Lalu kapan hal itu akan terjadi?
Entahlah…."

Pada kalimat penutup " Bila saya sudah mampu " itulah letak syukurnya.

Saya dapat mengamati dengan seksama kalimat yang tadi, karena mayoritas manusia itu terkadang lupa,dan lalai untuk mengenali siapa mereka. Ingat sama tuhan apabila dapat berkah, laknat karena tuhan jikalau dpt masalah. Orangpun bisa jadi benci sesaat kepada tuhannya, dan seolah olah menyalahkan tuhannya tadi sebagai biang semua masalah yang dialami, Akan diperparah lagi apabila kita ingat Yang - Esa itu hanya ketika dapat musibah yang tak terduga, rela berlinang air mata, mengais - ngais doa supaya dihindarkan masalah. Tapi setelah musibah sudah berlalu, Preeet... kita balik kucing memutar arah pendirian.. haduh - haduh...

Manusiawi memang, karena manusia bukan dewa seperti yang Iwan Fals berjudul " Manusia 1/2 dewa ". Kejadian diatas itupun pernah saya alami, dengan seringnya lalai,. saya pernah menghujat Tuhan dengan kata-kata Jancok. (astagfirullah) (waktu itu saya mengalami kecelakaan parah, bekas luka yang saya alami tidak sembuh total)
Lantas dalam hati, saya berpikir apak kebencian ini cukup dialami orang yang sekarat seperti saya saja ?
Jawabannya : tidak, relatif pemikiran.

Sebuah pertanyaan timbul untuk blogernas:

"Seumpama tuhan memberikan keridhoan itu kepada anda? dalam bentuk yang lain, secara tidak sengaja, apa mungkin anda akan bersujud kepada-Nya ?... walaupun secara diam-diam ?, ....cukup dalam hati anda saja menjawabnya.

Disini saya tarik kesimpulan :

* Sebenarnya anda sadar dengan yang anda ucapkan, namun bertentangan dengan hati nurani anda. dunia ini bisa dikatakan tidak butuh orang islam yang berhati kafir anda memang kafir bagi saya, tapi menimbun emas dihati sodara.

* Kalaupun anda benar - benar kafir, jangankan mengungkap kata maaf,orang kafir tidak pernah memakai kata maaf dalam kamusnya. membuat buat blog saja mungkin pelit adalah hal utama berbagi ilmu, tapi anda tidak.

* Jangan membuai kata-kata anda adalah Kafir yang sebenarnya

Orang kafir terkenal jahat, tapi tak satupun yang saya temui disejumlah postingan anda yang berisi pelecehan - lecehan berat pada suatu agama, bisa saja ini akan dinilai sebagai kontroversi agama atau sebuah " LELUCON " saja. (selalu disertai kata maaf) ini menandakan anda adalah orang baik - baik (karena gak pernah berak dijalan :D) heheheh..

* Anda kudu bersyukur karena masih ada orang kafir sebaik anda,berati resiko kiamat bisa diminimalkan dengan hadirnya orang baik, terbukti disuatu surat Alquran (saya lupa kalimatnya) yang menyebutkan dunia akan betul-betul kiamat bila umat-umat ini benar - benar lupa siapa diri mereka (sombong),dan darimana mereka dlahirkan

"Apakah blogernas bisa sembuh ?..."
Jawabannya bisa, sedikit menyimak kata2 terakhir:

"Lalu kapan hal itu akan terjadi? entahlah"

Itu menandakan anda masih mengharapkan sebuah mukjizat yang sulit anda jangkau. Mustahil bagi anda dalam hati. Tapi tuhan itu maha pengasih,dan masih membuka pintu hatinya sampeyan sampai pada akhirnya anda mengucap kata-kata itu. Apapun karunia semuanya dari_Nya,keridhoan pula bagi makhluknya adalak Hak.
Jangankan mengabulkan permintaan satu makhluk seperti kita, makhluk sekecil bakteri saja masih bisa hidup untuk merasakan dunia.

Dalam hati anda yang sebenarnya masih masih punya kemauan untuk mengikuti arah kepercayaan anda (bukan agama islam secara global) kapanpun anda bisa memulainya,
mengingat orang tidak bertuhan, sedikit banyak akan merasakan kegelisahan dalam hidupnya

* Maksud dari tulisan ini tidak untuk menyinggung kok, hanya mengungkapkan rasa keingin-tahuan,dan mencari kebenaran saja.
Mohon dimaafkan bila ada salah-salah kata :)
Judul: Lelucon Kocak si Atheis; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 2/10/2011 11:25:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar