Blogermie.com: Mitos seputar Gerhana Bulan

16 Juni 2011

Mitos seputar Gerhana Bulan

Hari ini, 16 juni 2011, kita di Indonesia akan melihat Gerhana Bulan Total. Konon waktunya akan cukup panjang, sekitar 1 jam. Bukan saja lama, tetapi sepertinya kita akan terganggu dengan Fenomena tersebut dikarenakan si bulan lagi tertutup awan gelap.
Jadi akan sedikit merepotkan bagi kita yang ingin menyaksikan gerhana tersebut dengan mata telanjang,Sampai berita ini saya buat.(02.04).
Nah di samping penjelasan-penjelasan ilmiah yang sudah kita tahu (bulan tidak dapat memantulkan cahaya matahari karena tertutup bayang-bayang bumi), berikut saya ceritakan cerita-cerita bagaimana orang-orang dulu memahami gerhana bulan.

Di negeri cina, orang percaya bahwa seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelannya. Itu sebabnya orang Cina menyebut gerhana “chih” artinya memakan. Sampai abad ke 19 mereka biasanya membunyikan petasan untuk menakut-nakuti sang naga. Orang Indian juga percaya bahwa seekor naga lah yang membuat gerhana bulan. Mereka lalu menyembah sang naga dengan berendam sampai sebatas leher.

Di jepang, orang percaya bahwa waktu gerhana ada racun yang disebarkan ke bumi. Dan untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

Kaisar Louis dari Perancis wafat setelah mengamati gerhana di tahun 840. Konon ia begitu bingung saat kegelapan selama 5 menit dan meninggal karena begitu takut.

Lain lagi dengan cerita Columbus dalam pelayaran terakhirnya ke Amerika, 1503. Ia berlabuh di Jamaica lebih dari setahun karena kapalnya rusak parah.

Penduduk asli setempat lama-lama kesal karena harus menyuplai makanan untuk kru kapal. Columbus tahu bahwa tidak lama lagi akan terjadi gerhana bulan. Dia dengan akal bulusnya mengatakan bahwa Tuhan marah terhadap mereka karena tidak memberi makan, dan karena itu bulan akan lenyap.

Ketika gerhana terjadi, mereka lalu memohon Columbus untuk menyampaikan kepada Tuhan agar memaafkan mereka dan mengembalikan bulan. Setelah gerhana, Columbus mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan sudah memaafkan dan bulan akan kembali.

Bagaimana dengan di Indonesia? Yang saya tahu orang-orang jawa menganggap bahwa Betara Kala, dewa yang jahat itulah yang memakan bulan. Maka orang ramai-ramai memukul kentongan pada saat gerhana untuk mengusir Betara Kala. Bagaimana dengan daerah-daerah lain?

Ada yang mau menyumbang cerita?


Penulis dibalik Artikel ini:
Wong-Ganteng | http://www.blogermie.com/


Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 6/16/2011 02:21:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar