Blogermie.com: Ibu, Konteks Wanita dalam Ber-Emansipasi

22 Desember 2011

Ibu, Konteks Wanita dalam Ber-Emansipasi

Ibu..

Dimana dirimu..
banyak hal yang bisa diartikan bahwa peranan ibu amatlah penting bagi kita. Tidak sekedar sebagai pasangan yang hakiki dalam menjalani kehidupan rumah tangga saja, atau sekedar melaksanakan tugas rumah secara formal yang meliputi memasak,dan mencuci. Lebih dari itu, Sosok ibu adalah sosok yang piawai dalam menyajikan,sebuah keselarasan antara perasaan dan harapan hidup

Ibu
Filosofi seorang ibu terletak dari rasa welas asih dan iba yang tidak kunjung padam, itulah ibu. Dipikir maupun dibayangkan, mungkin banyak diri kita yang tidak menyadari bila tutur kata mereka adalah doa yang paling mujarab untuk kita. Banyak yang enggan dan acuh bila mendengar kata-kata dan pitutur mereka seperti sebuah petuah kolot yang berguna. Kita baru akan sadar bila petuah mereka akan sangat mujarab disaat kita sudah menyesal...mengerti bahwa petuah-petuah mereka adalah mukzijat yang paling ridho diberikan tuhan.

Coba anda renungkan diawal kita terlahir yang masih dlm bentuk darah, terlahir dgn menangis dan merengek, ibu selalu ada diantara kita,merawat kita sampai dewasa mencoba menenangkn, disaat pula terjatuh dalam pelukannya, terasa menyenangkan. Tidak satupun ibu di dunia ini yang menginginkan anaknya hidup menderita, dan sengsara. Dari bibir mereka Selalu terucap doa yang mengiringi disetiap langkah kita. Dimanapun berada, ibu selalu mencurahkan harapan, agar kita senantiasa aman. Aman disaat kita berada didekapannya sewktu bayilah. Ada ibu yang selalu menghentikan tangis,Ada Ibu yang selalu menuntun kita disaat terjatuh dari ketika kita masih bayi.

Kalau saja kita semua tahu seberapa banyak pengorbanan mereka waktu itu. Perasaan kita pasti akan menyesal sekali akan terasa bila kita sudah mencapai usia dewasa.

Pernah suatu kali saya teringat akan ibu yang selalu mengelus dahi, menceritakan sebuah dongeng lucu pengantar tidur sampai suatu kali saya tidak berpikir bahwa kebaikan seperti inilah yang sangat aku butuhkan dimasa dewasa. Bukan pada cerita dongengnya, Melainkan cara dan tutur katanya yang menyejukkan jiwa, yang kelak kemudian dapat saya pergunakan untuk mendidik anak kelak

Hari ini adalah hari ibu. Bukti bahwa hari itu bukan saja hari nasional yang patut dikumandangkan di kalender tahunan. Melinkan hari dimana sebuah emansipasi wanita mulai tumbuh. Bukan sekedar wanita yang hanya duduk di dapur ,bukan seorang wanita yang hanya bisa memenuhi hasrat suaminya. Melainkan Sosok mereka sebagai peranan penting dalam berperilaku dan tingkah laku.

Kalau saja kita bisa mengulang waktu, pasti akan banyak hal yang terus teringat di ingatan kita..apapun itu baik yang membahagiakan maupun yang menyedihkan. Ibu,,,

Inilah saatnya kita benar-benar harus membuktikan rasa balas budi kita kedua orang tua ini. Walaupun dengan kenyataan yang ada, belum ada pembuktian apakah mungkin kita bisa membalas semua jasa mereka

Selamat hari ibu
Judul: Ibu, Konteks Wanita dalam Ber-Emansipasi; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 12/22/2011 10:49:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar