Blogermie.com: Pilih Surga atau Neraka dengan Klik

16 Juli 2012

Pilih Surga atau Neraka dengan Klik

Pilih Surga atau Neraka dengan Klik Kanan
Jejaring sosial adalah Aspek sebuah publik. Dengan hadirnya Sebuah media jejaring sosial, maka dengan mudahnya seseorang dapat berinteraksi dengan para sesamanya tanpa terpisah jarak. Jejaring sosial juga diibaratkan sebuah warung kopi yang kerap dikunjungi siapa saja. Semuanya yang masuk sebagai pengguna bebas menggunakan fitur-fitur yang ada selagi terdaftar di dalamnya

Setelah melakukan beberapa studi kasus dan membaca beberapa artikel di internet, ternyata penyebaran informasi internet sekarang ini sangat memprihatinkan. Terkadang terdapat dua sisi yang selalu dikonstruksikan oleh masyarakat sebagai penyimpangan etika. Sebaik apapun pengaruh yang menguntungkan, tetap dianggap tabu dan tetap memberi dampak buruk bagi penggunanya. Padahal menurut saya, secara fungsional, Internet dan jejaring sosial akan selalu netral dari ukuran tersebut. Tergantung pada masing-masing individu, apakah ada niatan untuk melakukan kebajikan ataukah sebaliknya.

Selain adanya niat, dalam etika beragama. Kita sebagai umat muslim selalu di-syariatkan untuk menuntut ilmu, baik itu ilmu tauhid, maupun ilmu formal(Ilmu umum). Baik itu yang didapatkan dari sekolah, maupun media perantara. Karena dengan berilmu, seseorang akan dengan mudah menentukan apa yang dia perbuat selanjutnya.
Contohnya ialah Ibadah puasa. Setiap umat islam pasti akan mencari tambahan ilmu dari sumber lain untuk mengetahui karakterisitik "Puasa" ini.

Demikian juga mengenai Situs jejaring sosial. Kita harus benar-benar selektif seperti apa karakter dari tiap jejaring sosial.
Eh, jangan sammpai nantinya kita bertindak serampangan hanya karena kita kurang memahami lawan main kita di dunia maya:
    Berikut ini beberapa Review singkat karakter media jejaring sosial:
  1. Kata-kata yang sopan

  2. Dalam sebuah status, maupun komentar, acapkali kata-kaya yang tidak sesuai EYD dan terkesan "lebay" seringkali menjadi pemicu perselisihan. Padahal dengan membiasakan diri bersopan santun, orang yang melihat status kita pasti merasa "di-orangkan". So pasti sobat tidak ingin kejadian Perang tweet Anang-Raul kan?
  3. Log in dengan emosional

  4. Suasana hati yang "Galau" sering menjadi pemicu emosi tidak terkontrol. Sehingga tidak menutup kemungkinan tulisan-tulisan yang intuisif begitu saja keluar melalui tulisan kita. kalau dibiarkan, kita bisa saja terkena pasal pidana terkait pencemaran nama baik.
  5. Selektif memilih foto profil

  6. Seiring berkembangnya dunia fotografi yang lebih fleksibel. bukan tidak mungkin mengunggah foto lewat hape jadi lebih mudah. Tetapi ingat, jejaring sosial adalah fasilitas publik. Foto-foto yang menjadi konsumsi pribadi bisa menjadi sesuatu yang kontroversial apabila dikonsumsi yang bukan pada tempatnya. So, waspadalah
  7. Pergunakan media sosial untuk memotivasi belajar dan menambah kawan

  8. Titik tumpu jejaring sosial ialah tempat berkumpulnya orang dari latar belakang yang berbeda. Sehingga tidak sulit bagi mereka yang ingin menambah teman. tak jarang di sebuah forum-forum tertentu muncul sebuah komunitas tersendiri yang aktif bergerak di bidang sosial dan sangat efektif untuk menambah pengetahuan
  9. "Report Abuse" Orang yang berulah

  10. Di media manapun selalu ada fasilitas untuk "Report Abuse". Gunakan cara ini jika sobat merasa terancam, tak suka, dan menemukan adanya penyimpangan. Karena, mau dicari kemanapun sotware untuk menangkal konten jahat kecuali diri kita sendiri. Tidak ada salahnya jika kita sendiri lebih pro aktif sebagai simbol mawas diri
Melihat realita yang ada, saya sendiri amat prihatin. Kalau dipikir-pikir lagi, memang ada benarnya judul diatas, Karena sesungguhnya akhir nasib seseorang bisa tergantung klik di ujung jarinya.
Pilih Surga atau Neraka dengan Klik?
Semua berpulang pada diri kita masing-masing
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 7/16/2012 01:23:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar