Blogermie.com: Internet dan Guna-guna Laku.com Terhadap Istriku

26 September 2012

Internet dan Guna-guna Laku.com Terhadap Istriku

Banyak hal unik dan menarik dengan seiring berkembangnya teknologi internet dari masa ke masa. Kalau dulunya internet hanya dikenal masyarakat modern lantaran mesinnya ilmu sangat bermanfaat di dunia pendidikan, kini internet mulai cenderung dipilih sebagai rujukan para netizen untuk menunjang status ekonomi mereka.

Maraknya online shop dapat menjadi simbol motif ekonomi bahwa berkampanye di internet lebih dirasa fleksibel, sehingga mampu menggeser cara transaksi tradisional . Jika kita flashback lagi keberapa tahun silam, cara berdagang ala tukang bakso dengan sistem koar-koar ditempat umum, mendatangi costumer dari rumah-ke rumah bisa dibilang cukup merepotkan.
Tetapi semenjak kedatangan internet, metode tersebut diperkuat lagi dengan publikasi lewat internet.

Perlu untuk diketahui, internet itu bersifat openmind , informasi dapat berpindah dengan sangat cepat melalui media komunikasi baru yang disebut sebagai media online. Sungguh suatu ciri khas yang membuat internet dapat merangkul penggunanya lebih produktif dan obyektif, Sehingga jangan heran jika internet mulai dipergunakan sebagai fasilitas publik untuk mendongkrak penjualan.
Metode tersebut mulai merambah ke dunia anak muda, industri, bahkan rumah tangga tanpa memperdulikan status gender.

Nah, bicara soal gender yang berjiwa produktif, ada sedikit pengecualian selera antara laki-laki dan perempuan dalam hal berbelanja. Gambaran bahwa peran wanita begitu penting dalam mengambil keputusan dalam menentukan pilihan belanja memang benar adanya. Banyak fakta yang mencuat seiring dengan banyaknya bentuk komunikasi massa dan digital untuk beragam macam produk dan jasa yang condong ke ‘perempuan banget’ dengan cita rasa yang lebih tinggi. Tapi apakah hal tersebut berlaku bagi mereka yang berkeluarga?

Kadang-kadang sih….Jawabku

Hidup rukun dalam satu biduk rumah tangga dengan lawan main berstatus beda gender ternyata mempunyai polemik tersendiri. Biarpun satu atap, dan sama-sama makan sembako, yang namanya selera tetap tidak bisa dipaksakan begitu saja. Perseteruan antara suami dan istri akan kerap terjadi bermula dari masalah yang sepele, maupun urusan hidangan hanya karena beda selera.
 Memang sih selama ini saya yang selalu memegang segala keputusan belanja keluarga yang berskala besar mengenai jual beli tanah, tabungan, investasi, kendaraan dsb, tanpa ada campur tangan sedikitpun. Tetapi kalau sifatnya belanja online? Sepertinya peran suami akan sedikit terganti...Yakin

Bukan bermaksud diktaktor sih, tapi jangan sampai menjadi pria yang terlalu liberalis. Dan sekali lagi memberikan keleluasaan kepada istri untuk memberdayakan pemahaman mengenai perekonomian dan sebagai manager keuangan. ceilehhhh
Mau nggak mau, istrilah yang sering mengkaji Online-shop yang hendak dibidik agar timbul kesepakatan bersama dengan mengutamakan sektor keamanan. Bicara mengenai keamanan, saya sendiri cenderung teledor. Maklum, saya pernah menjadi korban penipuan onlineshop :-D
-------------------------
Beberapa waktu yang lalu saya sempat terkejut melihat perangai istri yang tidak seperti biasanya. 2 tahun menikah, baru kali ini melihat istri bengong memandangi laptop. Hampir 5 menit lamanya posisi duduk tidak berubah, 90”sudut pandangnya mirip dengan orang kesurupan. Seperti melihat sesuatu yang tak beres, kelopak matanya pasif, dipanggil-pun sama sekali tidak merespon.
Galau juga sih mendapat perlakuan seperti ini.

Situasi hening tidak mengubah keadaan sampai saya merasa yakin ada indikasi bahwa istri terkena guna-guna .
Disinilah kesabaran saya di uji, bibir ini mulai komat-kamit mengucap mantera. Mulai dari ayat kursi, doa masuk masjid, bahkan doa masuk Wc, bingung mau yang mana didahulukan

Mencoba berusaha tidak panik dan mendekatinya sambil menegur pelan:
“Hayoo ngapain” celetukku
............Hening…….
“Oh iki lho mas, aksesorisnya apik-apik yo mas, murah-murah pisan” katanya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah laptop
Terkejut! Puji syukur, ternyata istriku gak kenapa-kenapa (dalam hati saya)
Menepis rasa keingintahuan dengan apa yang dilihat istri saya mengenai pernyataan tersebut, saya mencoba melirik ke arah monitor. Mata saya langsung tertuju kepada situs laku.com.

"Oalah…Onlineshop toh".
Bagai disambar gledek, saya sempet keder juga, kemelut dalam hati melebur menjadi satu. Cemas kalau-kalau terlintas dalam benak istri untuk minta dibelikan barang disitu sebagai koleksi. Maklum-lah istri saya kan - IWAK TERI (Ikatan Wanita karir Terobsesi Materi) hahahaha

 …

............dan
....... Eng..Ing..Eng…

Ternyata firasat itu benar, istri saya kena guna-guna belanja online…
Sambil tersenyum kecut, saya hanya bisa manggut-manggut sambil membuka halaman-demi halaman situs laku.com. Yang kala itu menjadi sorotan pertama di laku.com adalah harganya yang relative miring. Ini yang membuat saya puas mengelus dada dan berbinar dalam hati. Jujur dalam hati saya sebenarnya juga amat tertarik belanja di laku.com

Sambil mengekplorasi situs laku.com, saya hanya bisa pasrah menuruti kemauan sang istri. Pengaruh guna-guna laku.com membuat saya ikut terhanyut. Suasana yang tadinya kacau, hening, dan penuh dengan pikiran negative berubah dengan sekejap menjadi canda.
Tak henti-hentinya juga, kami saling memadu argument berharap menemukan sesuatu yang lebih dari sekedar Belanja Online Murah.

-------------------------

Menandai peristiwa tersebut akhirnya kami sepakat memastikan klaim bahwa laku.com layak disebut online shop paling murah dengan mengusung konsep pencitraan "perempuan".
Konsep perempuan merupakan kontribusi dari istri saya. Menurutnya laku.com identik dengan jiwa perempuan masa kini dengan segala macam kebutuhannya. Karena sepengetahuan kami-pun, hampir tiap produk yang paling cepat laku adalah fashion, pernak-pernik perempuan dan pakaian. "Main stream" seperti inilah yang sedikit  mematahkan mitos bahwa "Wanita hanya pantas bekerja di dapur", padahal sejatinya EMANSIPISI WANITA memang patut diperhitungkan dan seharusnya disejajarkan dengan kaum laki-laki

Ada 4 dari 6 kriteria yang membuat kami terkesima dengan laku.com antara lain Outer Beauty, Cheap, Hight qualitiy product, dan Reseller program. Kami sengaja tidak memasukkan kriteria kenyamanan dan keamanan karena sejatinya tidaklah mungkin suatu situs jual beli yang tersohor dan menjadi suatu icon sponsor di beberapa media cetak remaja seperti majalah gadis bertindak sembrono dengan melakukan penipuan.
Laku.com Bekerja sama dengan beberapa media cetak & media digital  khusus remaja


Bagi saya yang sudah melanglang-buana di dunia jual beli online, masalah aman dan nyaman lebih khusus bagi yang sudah pernah berbelanja disana. Tidak lantas karena sebuah kompetisi Blog Review Competition By laku.com, lalu membuat opini fiktif bahwa belanja di laku.com aman dan nyaman, padahal reportase belum pernah dijalankan. Jadi biarlah kesimpulan ini saya serahkan ke Appointment tiap individu yang pernah berbelanja disana.

Walhasil, untuk mengatasi opini miring mengenai pelayanan Onlineshop yang kebanyakan tumpang tindih, Antisipasi tersebut sudah terbaca oleh admin laku.com dengan memberikan sebuah kolom khusus-yang diberi nama testimonial . Disitu para konsumen bsa membuat feedback tentang pelayanan yang diberikan laku.com bagi yang penah bertransakasi di situ.
Oleh sebab itu, sengaja untuk 2 opsi tersebut nantinya akan saya tempatkan di penilaian buntut.

Ok, berikut ini adalah hasil penjelasan ringkas kami mengenai laku.com:

Outer beauty

Sebuah pemandangan anggun terpampang jelas dihalaman muka, dengan pose beberapa seorang wanita modis, lebih kental dengan background biru laut yang meninggalkan kesan kalem namun ceria secara design. Melihat pewarnaan, icon,dan gambar yang full-color, Membuat saya makin optimis kalau laku.com memang merujuk pada segmen anak muda yang gaul.
Mungkin inilah senjata admin yang sengaja mengangkat tema perempuan yang “feminim” sebagai latar belakangnya.
belanja online murah hanya di Laku.com
Sejauh mata memandang, sisi perataan disebelah kiri untuk template 2 kolom, sepertinya terbilang nyeleneh untuk ukuran online shop pada umumnya menggunakan template3 kolom, sehingga terlihat kurang lapang. Tetapi sepertinya memang design template itu disengaja untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mengakses ke tiap halaman menu, Tidak butuh banyak ruang, Tidak Pula berantakan, meskipun produk-produknya bisa dikatakan Ratusan Jenis Apalagi didukung dengan navigasi menu yang akurat, sepertinya akan gampang menemukan produk sesuai kategori.

Untuk masalah "Loading Page", saya tidak menemukan kendala yang berarti, biarpun koneksi internet 64 Kbps (Simpati freedom dengan penurunan kuota) browsing ke-tiap menu dengan membuka 5-8 tab sekaligus, Rasanya Enjoy dan stabil saja. Mungkin ini akibat efek templatenya yang Simple dan minimalis, alhasil beban loading bisa sedikit berkurang (istri gak pandai bahasa HTML, Penilaian murni dari Suami)

Cheap

Ditengah gejolak pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengaruh buruk mungkin terjadi seiring dengan harga-harga yang melambung tinggi. Namun tidak demikian bagi masyarakat etnik seperti saya yang notaben-nya menginginkan harga miring. Biarpun kantong cekak, kesulitan mendapatkan harga murah bisa sedikit teratasi jika sahabat berkunjung di laku.com. Sirna sudah rasa bosan setelah menjelajahi di tiap navigasi menu, kami menemukan beberapa kategori produk dan pernak-pernik cantik beraneka ragam mulai dari aksesoris,couple, fancy, fashion dsb, dengan harga yang relatif terjangkau.

Ketertarikan terhadap sebuah jam tangan Black Round Oyster Leather By Rolex Watch, yang dipatok cuma dengan harga Rp. 76.500,- membuat kepincut kepingin beli...hehehe
jam tangan murah di Laku.com
Sumber foto:laku.com

Namun yang sedikit membuat kami berkerut dahi adalah sebagian dari produk yang semula kami targetkan (murah) ternyata cepat sekali raib alias kehabisan stock. Mungkin ini lebih bergantung pada persaingan konsumen, Siapa yang cepat-dia yang dapat.
Nah, jika ada diantara pembaca yang serius ingin membeli, alangkah baiknya bagi sahabat untuk bergabung terlebih dahulu menjadi member demi meraih posisi yang tepat.
    Dengan menjadi member, ada beberapa keuntungan yang didapat, antara lain:
  • Murah dan dapat diskon jika kelipatan harga belanja mencapai minimum Rp.1.000.000,-
  • Private sale jika lulus jadi reseller. Dengan kata lain, Jika kita cukup berani dan cukup mudal, kita juga menjadi merchant apabila ingin berjualan sendiri (face-to-face)dilingkungan sendiri.

Tepat kiranya barang yang kita bidik sudah ada didalam keranjang belanja . Jikalaupun sedang sold out, kita masih bisa menanyakan ke costumernya untuk permintaan pengadaan kembali sehingga kita tidak perlu khawatir kehabisan barang

High Quality Product

Pembeli adalah raja. Semboyan ini yang sepertinya menjadi visi laku.com, terbukti bahwa statement itu dikabulkan pihak Laku.com dengan menggandeng produk-produk baru dari berbagai merek. Dengan gaya hidup anak muda jaman sekarang yang berkelas, fashion gaul ala Penyanyi PSY:Gangnam-style, menjadi alternatif bagi yang haus dengan pernak-pernih cantik seperti jam tangan dan kacamata.

Sejatinya laku.com com selalu memberikan informasi terbaru perihal selera konsumen.
Tidak perlu diragukan lagi dengan kualitas barangnya, cukup melihat detail produk di Laku.com difoto oleh in-house professional photographer sesuai keadaan aslinya.

Sempat timbul apriori negative kalau kalau produknya replika, mengingat tampilan fotonya sangat bagus . Dalam hati berpikir “ Ah jangan-jangan itu cuma kecurangan fotografi dan photoshop”.
Tapi kecurigaan saya terjawab sudah setelah istri saya yang cantik menyarankan melakukan test belief dengan membeli satu produk disitu. Berdasarkan fashion, akhirnya pada hari senin 24 september 2012, istri memilih Black Round Oyster Leather By Rolex Watch sebagai reviewnya, karena mengetahui saya menyukai jam tersebut. Tak lupa terlebih dahulu, saya mendaftar sebagai member di situs laku.com. Melakukan penawaran, berkenalan bertanya dengan Costumer service dsb.

Ibarat cerita telenovela bercucuran air mata, istri saya juga sempat merengek minta beli sebuah jam tangan wanita, tapi sempat saya kabulkan beberapa hari kemudian setelah pesanan sebelumnya sampai ketangan saya.  Transaksi pun terjadi, barang sudah dipilih sehari setelah izin dari istri merestui. Korespondensi berakhir ketika Handphone berbunyi. Ternyata itu dari Costumer service Laku.com yang meyakinkan saya, ternyata belt-nya hanya tersisa warna merah, diluar kesepakatan yang semula berwarna hitam. Tapi tak apalah karena sedari awal costumer service yang berinisial "F" sudah memberitahu saya kekurangan tersebut dengan riang. Itu sudah menunjukkan iktikad baik laku.com dalam berpacu meningkatkan kualitas pelayanan yang nyaman demi meningkatkan kepuasan konsumen.

Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya saya setuju barang dikirim pihak Laku.com dalam waktu 3-5 hari via JNE. Tak terbayang jauhnya pengiriman dari ujung jakarta ke surabaya..Hmmmmm

Berselang 2 hari, barang sudah sampai ke tangan kami dengan keadaan sehat dan wal'afiat.
Puji syukur, karena barang datang lebih cepat dari perkiraan. Dari paket tersebut disediakan pula Katalog yang diberikan secara cuma-cuma. Cukup membantu istri dari segi finansial (rencana mau jualan juga :p) Sedikit jaim, saya sengaja mengupload screenshootnya disini:
Rolex jam laku.com dan Review
Dokumentasi pribadi

Untuk menguji kualitas barang tersebut lantaran tertulis WATER RESISTANT, saya sempat mencelupkan jam tersebut ke dalam wastafel. Puji syukur, ternyata kondisi tidak berubah, jam tetap dalam kondisi hidup. Sehingga High Quality Product layak mendapatkan point tertinggi dari segi ketahanan barang

Reseller program

Belanja merupakan kebutuhan untuk hidup, sedangkan internet merupakan gaya hidup. Bagaimana seandainya jika kedua saling berpadu dan sanggup memenuhi perekonomian seseorang?
Ibarat menyelam minum air, sambil berbelanja, kita juga mendapat penghasilan tambahan. Itulah prinsip reseller program di laku.com.

Emang bisa ya?

Di laku.com semuanya tidak ada yang mustahil, Bagi yang belum familiar dengan dunia marketing telah disediakan sebuah fitur yang diberi nama Reseller program. Dimana dengan reseller program, tiap pembeli juga bisa meraup untung cukup dengan menjadi perantara rekan-sahabat yang ingin membeli produk serupa dilaku.com. Dalam bahasa galaunya “Makelar”.

Nah, Untuk Katalog dan replika gambar, jangan kuatir, foto produk di Laku.com di-capture oleh fotografer profesional. Pihak laku.com juga tidak menaruh hak-cipta pada foto produk tersebut agar para reseller baru dengan mudah bisa copy paste dan mulai berjualan.

Ada juga price-list yang bisa diunduh dalam format PDF, sehingga kita dengan leluasa menentukan harga secara lengkap. Metode ini juga cukup ampuh bagi yang mempunyai modal lebih untuk membuka usaha kecil (menjadi Merchant) dengan mengutamakan laku.com sebagai pemasok barang atau mentornya.
Disisi bisnis saya Melihat, dan yakin bahwa berwirausaha melalui situs laku.com juga bisa menjadi peluang tersendiri untuk menunjang status ekonomi

Sesuai dengan motonya Laku.com belanja online grosir eceran murah dan aman , kami berdua berkesimpulan sesuai dengan 4 hasil analisa diatas, adapun kelebihan tambahan kriteria pelayanan yang sengaja tidak saya masukkan karena dari pengalaman belanja di laku.com, para costumernya cukup santun melayani menjadi nilai tersendiri.

Mantab !!!!, tak heran jika istri semakin terguna-guna ingin membeli hijab di situs ini.

Tapi yang menjadi sedikit terheran-heran Sejak perkenalan dengan peristiwa  naas itu… kebiasaan istri saya kini cenderung mengguna-gunai rekan kantornya beli baju di laku.com
2 kali belanja di Laku.com, Entah berapa kali istri saya terkena guna-guna laku.com dan ketagihan internet.

Capekkk dehhh
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 9/26/2012 10:26:00 PM

4 komentar:

  1. selamat mengikuti lomba seo gan semoga berhasil ya saya turut mendoakan amin {resep masakan jepang}

    BalasHapus
  2. Ijinkan menyimak kak..salam kenal ..
    sukses terus

    BalasHapus
  3. kalau misalnya ukurannya gak cocok, boleh ditukar apa gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh pak, maksimal hanya 1 x 24 jam. sebelumnya costumer service memberi tahu terlebih dahulu pembelinya lewat telpon bila ada kekurangannya pak

      Hapus