Blogermie.com: Kalau Gaul, Lantas Gue harus bilang waw gitu?

01 Oktober 2012

Kalau Gaul, Lantas Gue harus bilang waw gitu?

Bangsa ini boleh bangga punya bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Sejak sumpah pemuda berikrar. Bahasa Indonesia menjadi 1 elemen penting kenapa Indonesia itu berdiri. Beragam bahasa daerah berpadu dengan kenekaragaman budaya. Tampak perbedaan itu tidak seberapa berpengaruh jika sudah sama-sama memakai bahasa Indonesia sebagai komunikasinya.

Jujur, saya tidak tahu harus bersikap apa dengan perkembangan bahasa di tanah air: BANGGA atau BERDUKA CITA. Namun yang pasti, perkembangan bahasa pergaulan (baca: bahasa gaul) luar biasa pesat perkembangannya. Boleh dibilang, saat ini bahasa gaul meninggalkan jauh bahasa Indonesia yang sepertinya ‘mandeg’.

Bahasa gaul menempati kejayaan pada setiap masanya. Saya masih ingat betul istilah, kece, atau doski di tahun 90an walaupun pada saat itu saya masih SD. Namun, semakin sering penggunaan bahasa gaul, musnah juga ditelan jaman. Bahkan bahasa gaul kembali bertransformasi di awal tahun 2000. Saking seringnya dipakai dikalangan komunitas minor seperti gay, dan banci, gema bahasa gaul lambat laun mulai surut. Saya berpikir bahasa gaul juga punya masa kadaluarsa juga.

Dalam penggunaan kalimat, pemakaian bahasa gaul bisa beragam, misalnya :
  1. ya : ea
  2. kamu: kamuh,kammo,kamoh,kamuwh,kamyu,qamu,etc
  3. aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,etc
  4. maaf: mu’uph,muphs,maav,etc
  5. sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
  6. add : ett,etths,aad,edd,etc
  7. for : vo,fur(zz),pols,etc
  8. agi : agi,agy
  9. makan: mums,mu’umhs,etc
  10. lucu : lutchuw,uchul,luthu,unyuetc
  11. siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
  12. apa : uppu,apva,aps,etc
  13. narsis: narciezt,narciest,etc
  14. tulisannya gede kecil dan pake angka… dan masih banyak yang lainnya .. (yang ini kopian dari berita aneh.com).

Her`nnya, walaupun mereka menyebutkan bahwa alay adalah sesuatu yang kampungan, tapi hampir semua anak-anak, remaja, bahkan beberapa orang tua terlibat dalam penggunaan bahasa alay ini. Mereka menyadari bahwa mereka norak , namun apadaya dunia terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja.. Dasar Lebay !

Bahkan beberapa waktu yang lalu, ada seorang anak keponakan tante saya yang lantang berbicara
“Masalah buat loe”
sambil cekikikan, saya menjawab:
Lantas gue harus bilang waww gitu…?

Wkwkwkwkwkkw.....
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/01/2012 09:00:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar