Blogermie.com: Alim Juga Manusia Yang Tak Sempurna

19 November 2012

Alim Juga Manusia Yang Tak Sempurna

Cerita Lucu di bawah ini adalah cerita yang bermula ketika di desa saya diadakan sebuah acara kerja bakti bulanan. Kemarin minggu, tepatnya pukul 6 pagi, saya beserta anggota Kepala keluarga yang lain serentak mengikuti kerja bakti dengan semangat yang menggebu-nggebu.

Baik yang muda, tua, maupun anak-anak juga turut meramaikan gotong royong dalam berbagai bentuk. Mereka sepakat bekerja bakti di minggu pagi sebagai bentuk apresiasi cuti bersama sudah berakhir, sekaligus mempererat silaturrahmi.

Layaknya sebuah acara bersih-desa, Ada yang sekedar mencabuti rumput, memotong dahan-dahan yang menghalangi tiang listrik, ada pula yang menyapu halaman rumah-masing-masing. Sedangkan saya memilih untuk membersihkan got- didepan rumah agar tidak terjadi penyumbatan air di kala musim penghujan nantinya

Di lain cerita, Ada sosok lelaki tua yang menjadi sorotan saya selama ini. laki-laki tua ini bernama Juki (bukan nama sebenarnya).
Sebagai keturunan berdarah madura, si Juki ini dikenal alim dan santun didaerah saya, dan memang orangnya kalem dengan penampilan tenang.

Sebagai "Pinisepuh", si juki ini segan menghormati orang lain sekaligus di segani di daerah saya, karena berwibawa dan kebijaksanaannya yang tinggi membuat tetanggganya juga sempat menjadikan dia ketua RT.

Kehidupannya yang sederhana membuat karakternya begitu alaim. berbicara soal agama apalagi, dia menyampaikannya dengan santun dan teduh, sehingga si Juki mendapatkan banyak respect dari Majelis Ta'lim di daerah saya

Tapi namanya juga manusia, tak ada kesempurnaan mutlak yang selalu menyertainya, termasuk pada diri si Juki ini.

Nah, kembali ke topik pembahasan kerja bakti sebelumnya. Pada waktu kerja bakti itulah Si Juki tampil sebagai pahlawan, dengan senyumnya yang khas, Juki membekali dirinya dengan sebilah golok yang putih mengkilat dan tajam.Sempat juga si Juki berbicara sepatah kata dengan para warga yang lain dengan menunjukkan penuh keakraban.

Melihat serombongan orang berkumpul diujung kampung saya, Si-Juki sendiri sempat penasaran dengan apa yang dibicarakan orang-orang perihal sebuah pohon besar di pojok jalanan kampung, beberapa orang tua termasuk anak-anak muda tidak ada yang berani untuk memanjat apalagi untuk memotong semak belukar yang tumbuh liar di sekitarnya.

Bukan bermaksud sombong, saya sendiri-pun tidak begitu yakin dengan mitos kuno yang dibicarakan orang-orang tersebut

Dengan langkah gontai (mungkin sebenarnya takut juga), Juki mendengar apa yang dikatakan orang-orang kampung saya dan berusaha mendekati sebuah pohon tua tersebut. Juki ini bergegas menyabet goloknya ke pohon tua tersebut. Tapi apa yang terucap dari bibir Juki ketika akan membersihkan semak belukar di bawah pohon tersebut.

Tanpa di awali bacaan basmallah atau do’a apa lazimnya seorang muslim, malah si Juki ini berucap:
 “Nuwun sewu ya Mbah, putu njenengan arep resik-resik panggonane panjenengan ?”

(Permisi ya Mbah, cucumu mau numpang membersihkan tempat tinggalmu)…,

Nah Lho!!!

Rupanya, alim tetaplah tidak sempurna karena masih juga berfikiran syirik. Maksudnya syirik?… Iyalah, masak pohon tua di anggap sebagai tempat tinggal kakeknya, weddewww….
Judul: Alim Juga Manusia Yang Tak Sempurna; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 11/19/2012 06:30:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar