Blogermie.com: pengaduan.com Cara Mengaduh Yang Benar dengan Testimoni

08 Desember 2012

pengaduan.com Cara Mengaduh Yang Benar dengan Testimoni

Mengaduh penipu online
Sumber gambar:Photobucket
Hidup itu memang sangat indah jika kita melihatnya dari fungsi sosial. Adakalanya satu sama lain harus dituntut saling berinteraksi agar timbul sebuah hubungan yang harmonis antar sesama. Ada juga yang membenarkan klaim bahwa hubungan dengan orang lain akan sangat bermanfaat jika masing masing individu menyadari betapa bermanfaatkah dirinya bagi orang lain.


Dari beragam literatur kuno yang sering saya dengar, Untuk mewujudkan Hidup yang bahagia dunia dan akhirat, tiap orang harus menjunjung tinggi apa itu yang disebut Etika. Baik yang sifatnya harus menghormati yang namanya etika, ataupun menggunakan etika-etika tersebut sebagai pondasi sebagai wadah berbenah diri.
Dengan adanya etika, maka ada beberapa batasan-batasan tertentu yang dapat mewakili kepribadian  seseorang  sebelum melakukan tindakan ceroboh yang dapat mencelakai hajat hidup orang banyak.
Contoh yang menjadi materi posting kali ini adalah banyaknya korban penipuan.

Mungkinkah salah satu korban penipuan tersebut adalah Anda?. mengingat banyaknya kasus pencoleng di Toko Online dikancah blogsphere :D

Yah, meskipun dibilang namanya Apes, tidak satupun yang mengetahui kapan datangnya peristiwa naas tersebut. (datangnya cepat, perginya kabur tanpa pamitan).
Apesnya, Modus Penipuan juga bisa menjadi Cerita yang paling "membahana" bagi siapapun. Ironisnya lagi, Hal ini sangat berpotensi berkembang cukup dengan membuka kesempatan para individunya menjadi pelaku tanpa mengenal umur.
Saya sendiri sempat berfikiran yang aneh-aneh lho. Misalkan begini "Toh penipuan pada zaman sekarang mayoritas dipergunakan sebagai sumber mata pencaharian" .
Nah..Lhooo (betul nggak)

Bagi sebagian orang yang belum pernah ketipu, hal ini mungkin menjadi pengalaman yang paling menyedihkan seumur hidup. Dengan tanpa sebab tertimpa  kesialan "Apes" ini, menjadikan korban- penipuan begitu amat kesal.
Tidak berhenti disitu saja. Efek psikologi yang kan dialami Korban penipuan lainnya sesuai alibi saya sebagai Detektif Conan yang diantaranya:
  1. Pasti dia sangat kecewa, marah, menangis, mengais penyesalannya dengan melamun
  2. Mengumpat, Usaha yang baru mulai digali raib begitu saja
  3. Bengong, berandai-andai seumpama saja tidak belanja disitu sehingga menahan kentut pun tidak sanggup
  4. Tragis dengan mengakhiri hidup (bahkan sampai membentur-benturkan kepalanya ke pintu) Sungguh sial sekali rasanya hidup ini #manusiatakberguna.

Kalau sudah begini langkah jitu mencegah hal-hal yang demikian adalah dengan  membekali diri dengan Santet mengaduh ke pihak berwenang apabila jika dilingkungan kita ada beberapa orang /oknum/orang/lembaga yang sengaja mencelakai kita dengan tujuan menipu. Salah satunya melalui layanan pengaduhan KPK.

Perlu diketahui, Selain lebih banyak menghabiskan Ongkos, dan buang waktu untuk Ke KPK (korespondensi Surat-menyurat Ala nazaruddin sudah gak jaman). Sobat blogger juga bisa mengunjungi http://rumahpengaduan.com sebagai lembaga digital penampung pengaduan masyarakat. Lebih afdolnya lebih mirip BPK, karena menampung segala sesuatu yang erat kaitannya dengan managemen keuangan.

Sejatinya lagi, http://rumahpengaduan.com sama seperti sahabat pena yang sudi menerima segela keluh kesah konsumen dan masyarakat umum yang lebih merujuk kegemen peraduan publik. Banyaknya kategori peraduan yang terdapat pada sidebar kanan sehingga memudahkan kita melapirkan ulasan sesuai topik permasalahan yang kita alami.

Cara mengaduh penipu di Pengaduan.com



Begitupun untuk halaman » Tulis Pengaduan, sangat menarik dengan Kolom Spreedsheet dokumen yang dapat dioptimalkan dengan melampirkan data-data yang valid dan Bukti kerugian konsumen sebagai nilai tambahnya.
Hanya saja yang sedikit membuat saya kecewa adalah karena pengaduan yang bersifat versi digital ini sangat sulit dianalisir kebenarannya. Sebagai contoh:

"Sampai kapan peraduan kita betul-betul sampai ke pihak tersangka/instansi yang terkait"?.

Sangat berbeda dengan halaman pengaduan versi koran yang umum "mangkal " di kolom kolom tertentu JAWAPOS<SINDO<DSB. Tidak tersedianya kolom feedback dari Instansi terkait menjadi kelemahan situs ini. Sehingga asumsi pengaduan kita seolah-olah hanya "Koar-koar" belaka tanpa ada tanggapan dari pihak yang merugikan

Sangat menarik untuk dikaji lho. Kalau saya ikuti perkembangan web tersebut. Akan banyak hal yang begitu mudah menjadi wacana. Materi referensi yang sangat cocok dipergunakan untuk mendamprat sistem managemen perusahaan/toko, kualitas pelayanan yang minim, bahkan disamping pula untuk mengadukan para penjahat kelamin dunia maya.

Kalau negara ini sudah menyediakan lembaga KPK sebagai lembaga pengaduan Korupsi berskala besar. maka tidak ingin kalah http://rumahpengaduan.com sebagai lembaga digital pengaduan Korupsi berskala kecil seperti ngutil, nguntit, dan ngintip

Oh ya, sangat dianjurkan bagi sobat blogger yang piawai curhat-curhatan dengan kekasih seputar iklim percintaan. Jika suatu saat nanti ada problematika percintaan yang berujung dengan KDRT, tidak ada salahnya juga  mengadukan Tabiat pacar yang cenderung temprament  #Halah

Nah, bagi kalian sobat blogermie. yang sudah terlanjur kecewa dengan beragam penipuan yang berkedok online shop, penyalahgunaan wewenang Toko, dan Kualitas pelayanan, ada baiknya jika kalian tidak langsung berputus asa.  Langsung saja mengaduh ke situs tersebut. Buktikan bahwa kita (para korban penipuan) masih punya tenaga untuk melakukan perlawanan.
Jangan Lantas sudah kena tipu, kita hanya tersiksa dan menyisakan tangisan yang berdarah-darah, Seolah kita manusia yang paling apes. Karena tidak ada Tutorial ampuh membela diri selain Cara Mengaduh Yang Benar dengan Testimoni.

Setiap orang memang memiliki problematika yang berbeda, Untuk memecahkan masalah tidak harus dengan gegabah bukan?
 Ambillah sebuah kesimpulan bahwa "semua  hidayah pasti ada hikmahnya"
Karena saya yakin, masih ada cara lain yang lebih bijak jika dihadapi dengan kepala dingin
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 12/08/2012 07:45:00 PM

1 komentar: