Blogermie.com: Dilema Cinta Anak TK

12 Januari 2013

Dilema Cinta Anak TK

Realistis gak sih jika cinta monyet merupakan cinta-nya anak balita yang konon-katanya " sekonyong-konyong koder"?
Jika kalian punya kenangan cinta tersebut yang menjadi kenangan paling konyol, mungkin inilah saatnya blogermie berbagi peran tersebut di kehidupan silam

Nah, Jika pemirsa yang monohok ingin tahu dan penasaran seperti apa kisah cintaku yang bokev habis. Sekarang saatnya pemirsa duduk manis membaca pengakuan dari blogermie. Bagi pemirsa yang merasa belum cukup umur, no-problemo, karena cerita ini sudah saya bundling menjadi cerita bokep yang paling santun.

Banyak kata yang dapat diungkap melalui sebuah Cinta. Lek pembaca orang yang romantis, mungkin sudah hapal betul ,"Cinta datang kapan saja, dimana saja dan ada-ada saja
NAh!!! kisah cinta blogermie termasuk dalam kategori"ADA-ADA SAJA"

Bagi orang yang sudah berumur dan sudah membina rumah tangga. Cemas bukan alasan jika suaminya mengalami puber kedua. Lumrah dan pantas dikasihani karena puber kedua tersebut adalah sisi kekanak-kanakan suami yang menyerang akal manusia yang belum baligh dikarenakan produksi hormon testoteron yang terlalu tinggi (Halah sok Biologis), apalagi lawan mainnya adalah peristiwa yang dialaminya sewaktu kecil

Nurul Aini, adalah nama perempuan pertama yang sudah mengisi hari-hariku dengan kesenangan (suka main gelembung sabun,main pesawat kertas,de-el-el) (lebih tepatnya di bangsal 3, kelas standart),duduk tepat satu bangku di depanku.

Penonton: suit-suiiit pasti masa SMP, kan elo demen sekali onani toh??
Blogermie: husshh ngasal....tapi maaf bukan SMP
Penonton: Owww klo gitu pasti SMA!!
Blogermie: Maaf salah juga bukan SMA, dan tolong jangan ngeyel dulu!!
Penonton: Ok-ok maaf!! masak SD udah pacaran boss?
Blogermie: Salah juga!! yang bener waktu TK NOL BESAR
Penonton, oooooooooooooooooooo mosoook ce!!!... ciyusssss?.................

Yup pemirsa, Nurul Aini umur adalah anak tetanggaku. bocah berusia 5 tahun yang membuat kalut hatiku ketika kami sama-sama menempuh pendidikan TK NOL BESAR di sekolah taman kanak-kanak Dharmawanita dulu.

Dengan rambut sebahu dipadu setelan rompi warna biru bawahan putih Nurul Aini sangat menggemaskan seperti boneka Susan dan Kak Ria Enes menyanyikan lagu kodok ngorek.

Ketertarikanku pada nurul aini bukan karena dia cantik, tapi lebih ke karena Nurul hampir menyaingiku dalam hal kemampuan intelegensi. Tiap kali ada pelajaran menyusun bingkai kata dan huruf, selalu berselisih sekian detik denganku....hoaaaaaa, apalagi pas pelajaran menggambar, aku selalu kalah dalam hal kerapian.

Nurul Aini pula-lah yang menyebabkan semangat belajarku makin menggebu-gebu. Dalam hal menyanyi, dia jagonya, namun ada beberapa pengecualian dalam hal menghafal.
Setiap bu Narti(guru TK ku) memberikan sebuah bait lagu untuk dinyanyikan, aku berusaha sebagai siswa paling cepat menghapal lagu. Berharap agar suatu saat Nurul Aini lupa bait dari Balonku, maka akulah orang yang dia cari sebagai rujukan. Seumpama aku disuruh menyanyikan sebuah lagu balonku yang benar, maka aku dengan tulus ikhlas akan bernyanyi dengan suara paling merdu .

Karena anak kecil selalu terlibat kesenangan dalam dirinya, tiap jam istirahat berbunyi maka aku akan menjadi orang paling jago di taman bermain, berusaha menjadi leader, dengan berusaha mengintimidasi tiap anak yang mencoba memperebutkan ayunan. Tentu saja hal ini aku lakukan untuk memperoleh simpati dari nurul jikalau dia menginginkan ayunan tersebut, Karena memang itu tujuanku.

Jika Nurul Aini sedang sakit (waktu itu dia ingusan) di dekati cowok lain dengan duduk satu bangku bersamanya, maka hatiku hancur se hancur-hancurnya. Menyalahkan bu narti, mengapa bukan aku yang dipilih sebagai cowok yang bisa satu bangku dengan Nurul Aini.

Jika hal-hal sepele begitu saja dengan cepat terlupakan, tapi tidak boleh jika permasalahan tersebut harus melibatkan Nurul Aini. Pernah suatu hari, ketika aq terlampau banyak minum es dan krupuk upil. Aku masuk sekolah dengan suasana perut yang amburadul. Sedari awal, aku merasa ada yang tak beres dengan ususku. Keringat dingin keluar dengan derasnya menahan agar tidak ketahuan kalau saat itu aku terpaksa menahan kentut.

Aku berusaha sekuat tenaga mengempiskan pahaku dan berjalan seperti penderita "Rakhitis" secara sempoyongan. Pantat, kukerutkan sekuat-kuatnya agar tidak ada angin menerobos kedalam celanaku, namun tetep saja, "Angin" berusaha berontak di sela pantatku.
Untuk menutupinya, Aku menyanyi dengan nada tinggi agar terlihat samar - menyamarkan suara kentutku agar tidak terdengar oleh Nurul. Abstain, Nurul sama sekali tidak mendengar suara lain yang aku ciptakan.

Dari sini, aku masih dalam keadaan tidak aman. Frekuensi kentut tak bisa didengarkan, tapi masalah bau akan lain ceritanya. Karena hidung tak bisa bohong, kulihat Nurul Aini menyanyi Lagu Pelangi dengan parasnya yang pucat, hidungnya yang pesek dibekamnya dengan ibu jari+apitan telunjuknya. Clingak-clinguk,disenggolkan sikunya pada temen sebangkunya sambil berbisik "Ambu entut"(bau kentut).

Membaca gerak bibirnya dan tau apa yang di katakan jantungku semakin berdebar-debar,keringat dingin makin mengucur bak air comberan. Semakin tidak terkontrol, semakin keras aku menyanyi lagu pelangi berharap yang lain mengira aku berkeringat karena terlalu semangat. Tapi justru suara tenor-ku ku inilah yang membuat seluruh penghuni kelas gaduh dan melihatku. Aku hanya bisa merem melek karena sudah banyak anak yang melirik dengan menutupi hidung mereka.

Lagu pelangi usai dinyanyikan, tapi tidak dengan siksaan menahan boker yang aku alami. Keringat semakin menjadi, dan semakin banyak siswa yang komplain bau kentut. Aneh padahal aku sudah tidak kentut lagi, kekompakan siswa TK ternyata sungguh sangat luar biasa. Mereka mampu menerobos pertahananku yang sudah kurencanakan dengan sangat sia-sia. Mereka saling mengendus teman sebangku masing-masing, akupun semakin gugup.

Subeki teman sebangku melihat sadis ke arahku, Berusaha menggunakan bahasa Isyarat, mataku melotot (intimidasi mode on)sambil menyodorkan permen karet dengan maksud agar dia diam saja seolah-olah tidak tahu. Namun kualitas anti korupsi anak TK sungguh luar biasa, dengan suara lantang tak bersalah Subeki berteriak "Yeeekkkk, Heru... Keceret.... nang Katoke rekkk......!!!!" (Hiii, Heru Boker di celana teman-teman!!)

Ancriiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttt!!!, Dengan nafas up and down aku berusaha tidak peduli dengan suasana ekstrem teman-teman yang menertawakanku, Sambil menahan isakan tangis. Namun jika sampai Nurul Aini melihatku, kupastikan ini adalah sebuah aib.

Sambil menangis, Aku berlari keluar kelas. Tak ada kata pamitan untuk bu guru, apalagi memalingkan muka untuk Nurul aini, karena merasa sudah tidak ada kata maaf lagi baginya untuk diriku. Sungguh sakitnya peristiwa itu ketimbang menahan hadast besar

Heru sebagai sosok pria paling ganteng, tak tertandingi sepanjang masa,tak terkalahkan sepanjang segala abad di TK Dharma wanita, sirna gara-gara boker di celana sambil menyanyikan lagu pelangi

Dilema Cinta Anak TK
Sekarang Nurul sudah menjadi ibu dan dikaruniai Seorang anak

Buat yang lupa lagu Pelangi dan balonku, berikut kutipan bait-baitnya

Pelangi-pelangi alangkah indahmu
Merah kuning hijau dilangut yang biru
Penulismu agung siapa gerangan
Pelangi-pelangi Ciptaan tuhan

Balonku Ada Lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau kuning kelabu
Merah muda dan biru
Meletus Balon hijau...Dorrr!!
Hatiku sangat Kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 1/12/2013 06:32:00 PM

4 komentar:

  1. G baik ngbahas cinta masalalu wlopun masa TK,,palgi istrix sndri yg baca,,jaga perasaan msg2 ajah bang!ok

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh nyonya, ini kan atas permintaan nyonya sendiri. Masa' situ lupa sih. Kan saya orangnya jujur nyonya ...Wkekekeke

      Hapus
  2. wakakakakakk,, iya itu sngat tidak bagus,,, tendang saja nyonya,,,

    BalasHapus