Blogermie.com: Hikayat Pemuda Kere dan Motor Butut 75 (Yamaha Esa)

26 Januari 2013

Hikayat Pemuda Kere dan Motor Butut 75 (Yamaha Esa)

Pernah suatu kali saya memposting kalimat teduh seperti ini di facebook:
Hidup tak selalu dipandang dengan Harta
Tak selalu berkalung batu permata
Tiada paksa memperindahnya dengan sebuah mahkota
Jika semuanya tanpa mewah bagi 5 panca indra
Kenapa ada segerombolan manusia yang masih mengeluh?

Jadi intinya begini sob: Kenapa harus muluk mencari kemewahan melalui materi, sementara dari tubuh ini saja kita masih bisa mensyukuri karunia tuhan. Ini mengingatkanku akan sangat berharganya sebuah hidup. trims juga untuk tauladan abah di http://sisihidupku.wordpress.com/ yang sudah memporak-porandakan insting kebinatanganku membuka aib sendiri :D

Yup, bukan beralasan dan bukan karena blogermie ini sok suci, tapi terkadang sebagai manusia, kita cenderung lalai dan takabur dengan sesuatu yng kita dapat saat ini. Melalui sebuah karunai suci tuhan, kita diberi daya ingat, panca indra melalui perantara kedua orang tua kita. Warisan berupa kata bijak dan torehan apapun bentuknya, baik sebuah benda maupun tutur kata tingkah laku yang membuat kita dewasa dengan asuhan orang tua pastilah yang paling berharga dan tak pernah tergantikan

Kalau sudah bicara berkah, mungkin hal yang sifatnya terkait materi seperti sepeda motor butut merupakan warisan pemberian ortu adalah satu diantaranya.

Hmm... Dulu sewaktu usiaku masih belasan tahun (+17), bapakku untuk pertama kalinya membelikanku sebuah motor bekas. Sepeda motor bekas tersebut berkarakter sepeda motor 2 tak yang konon satu-satunya yang kami miliki dan yang paling canggih di strata keluarga kami. Maklum, karena kami hidup dengan keadaan yang pas-pasan, bapak hanya bisa mempergunakan motor ini sebagai transportasinya pulang jemput ojek, karena berdalih sudah tersedianya Angkot penjemputan dinas dari kantor.

Naluri seorang bapak untuk tidak pernah memakainya sebagai fasilitas kantor ialah karena silih bergantinya pengguna. Mulai kakakku dan adikku, sehingga tidak tega jika nantinya ada suatu kepentingan tak terduga, anak-anak dipaksa berjalan kaki. Bapak yang waktu itu tidak terlalu faham dengan mesin, akhirnya me-masrahkan motor-bututnya kepadaku agar selalu dirawat dengan baik.

Sepeda ini masih satu keturunan dengan yamaha. Aku menamakannya Yamaha Esa Tujuhlinu (75).
Dengan bodi rada keropos, disisi packing bodynya tertulis Autolube, berbahan bakar bensin, namun sangat doyan bensin, dengan kapasitas mesin 75CC, Terbukti relatif irit jika membandingkannya dengan mesin penggiling jerami.

Dalam pemakaian wajar, si-yamaha 75ku hanya mencapai kecepatan maksimum berkisar 40 KM/jam. Bukan suatu alasan sih, karena hanya memiliki 3 buah gigi transmisi, sistem pengapiannya-pun masih terbilang jadul karena menggunakan Platina. Itupun kalau dibuat ngebut, akselerasi semakin cenderung merosot. Itu sebabnya kalau sudah menempuh perjalanan jauh, si yamaha esa harus sering mangkir mencari peristirahatan terakhir sambil di angin-anginkan mirip sate (*agar tidak terlalu overheat).
Sungguh sangat tidak sepadan jika harus mempergunakannya sebagai drag-race /balapan liar

Di usiaku yang masih belia, dan masih menyandang Siswa STM(Sekolah Teko-muleh), aku sering melakukan service ringan. Baik tune-up, modif, maupun sekedar ngelap-ngelap. Saking sayangnya, aku sudah menganggap Yamaha Esa sebagai pasangan sejatiku seumur hidup. Terkadang aktifitasku dengan motor burut ini tergolong verbal (bahasa opo maneh), sampai rajin mencucinya 2 kali seminggu, sering mengajaknya jalan-jalan sore kemanapun dia mau. Pokoke Leonardo Dicaprio & Kate Winslet kalah Bulu deh.
Persetan-lah dengan Caci-maki, terlepas dari cemoohan orang kalau blogermie orang kere, gak modal, kuno. Saya hanya menanggapinya dengan muka tersenyum ( because orang Malu pertanda tak mampu)

Pemuda kere 1 | Pemuda kere II

Di tahun 2004 sesudah lulus STM, dengan penuh perjuangan, aku melamar pekerjaan menggunakan sepeda motor butut ini. Berbekal Ijazah, dan restu Ibunda tertjinta, aku mengarungi perjalanan dari wilayah karangpilang-Driyorejo Gresik. Dan puji syukur, tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan status karyawan kontrakan di sebuah perusahaan kayu interior rumah PT MULTIMANAO INDONESIA (didaerah Gresik).
Yah ini mungkin karena dukungan doa dari kedua orang tua, dan tentunya dukungan dari Si-Yamahaesa. Sungguh tak terluapkan rasa bahagianya kala itu.

Tetapi oh tetapi, ketika-lintasan-lintasan kehidupan sudah dilewati di tengah lapuknya usia, hampir eksotisme si Yamaha Esa makin memudar. Itu terlihat ketika Yamaha esa mulai batuk-batuk dan sering mogok. Ditambah lagi bercak-bercak karat disekujur bodi dan Velg yang membuat cewek-cewek incaran Blogermie makin jijik.
Bukan waktunya untuk mentolerir sih, ini murni kesalahan pemilik juga. Karena sudah terlibat aktivitas pekerjaan, Si-yamaha esa menjadi korban teraniaya. Jarang dibenahi untuk masuk servis dan seringkali terabaikan ganti Oli mesin. Maka lengkap sudah rasa jijik itu

Kebahagian di lingkungan pekerjaan-pun juga tidak berlangsung lama, Hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun, Perusahaan mulai mengalami masa paceklik bahan baku. Mulailah timbul istilah PHK. Personalia yang mengatas namakan Pengayom wong cilik tidak dapat berbuat banyak. Pihak SPI-pun demikian. Hanya mengucapkan salam perpisahan melalui sebuah surat pengunduran diri + Uang pesangon. Impian yang di sanjung-sanjung sebagai karyawan teladan sirna sudah karena aku sudah masuk dalam daftar hitam karyawan yang dipecat...Oh so sweet.

Laksana membenahi benang kusut, saya pulang bertunggang si yamaha esa dengan memikul beban perasaan kalut dan mencret yang mendalam.
Belum sampai curhat dengan yamaha esa ini, ditengah perjalanan, muncul 2 ekor anak sekolah (*red:begundal) yang asyik ugal-ugalan mengemudikan motor. Sambil bleyer-bleyer bak Max-biaggi MOTO-GP, 2 begundal yang maho berboncengan menggunakan sepeda motor yamaha Fiz-R ini menyapaku dengan kalimat yang sok pamer dan mengece.
Awalnya aku tidak menuding sapaan mereka sebagai kalimat yang serius, tetapi setelah berulang kali membunyikan klakson, membuyarkan konsentrasiku, itu adalah suatu pertanda buruk. Sungguh perkataan mereka sangat menusuk hati:

Arek 1: boss,,, ayo balapan bos (*Ayo Balapan Bos)
Arek2 : preeet, koen ngomong opo jo, sepeda welek ngunu, gawe ngrengkek keong ae durung karuan banter (berkata pada rekannya)(*Prrett, Ngomong apa kamu broo, Sepeda jelek seperti itu, dibuat jualan keong saja belum tentu ngebut)
blogermie : .....(hanya diam dan melirik)
Arek 2 : hahaha areke gak wani jo, Asu!! (*hahahaha...anaknya gak berani jo, - 'Anyiing)

Akhirnya setelah mendengar nama ibu mereka disebut (Asu), maka seketika, aku melontarkan kalimat syahadat khas suroboyoan yang tidak kalah heboh:

Blogermie : ojo kakean cocot Cok!! ayo saiki... (*Jangan banyak bicara Ce-O-Ka!! Ayo sekarang..)

Akhirnya dengan perasaan dongkol, blogermie beradu dengan adrenalinnya. Wilayah Jalan Raya driyorejo yang digadang-dagang sebagai jalur tengkorak tidak menyurutkan nyalinya sebagai lelaki tulen. Asal tahu saja bahwa jalanan di Driyorejo rawan bergelombang, dan hilir mudiknya Container-truk, karena disana memang Lokalisasi lokasi industri.
Bagi Blogermie itu adalah sebuah penghinaan dan urusan pribadi yang harus terselesaikan hari itu juga.

treeeeng.....treeeeeeeenngggg.................

Kepul asap karbon monoksida sepeda butut, berseteru dengan asap motor Yamaha Fizr milik tuh begundal. Seketika kabut asap memenuhi jalan, tak tertinggal. Bagi yang tidak mengetahui, mungkin itulah peristiwa blogermie kebakaran jenggot menghadapi tabiat anak muda jaman sekarang.
Kalau dipikir secara nalar, tidak akan ada sebuah kemenangan sejati dengan upaya balas dendam.

Melihat Yamaha esa yang reot tidak akan pernah menang, akupun sempat cemas, kalau gak kalah yo tewas. karena Remnya cuma mengandalkan tromol belakang.  Buktinyapun  jelas terlihat melalui ketertinggalan dan putus asa lantaran beberapa meter dibelakang jauh jaraknya. Bagi Blogermie yak tidak kenal rasa malu, Ini hanya permainan waktu, hanya faktor kebetulan dan semoga ada bisikan ghaib agar sepeda butut ini bisa langsung tancap gas. Aku cuma berharap bisa menyalipnya jika menempuh dengan tepat waktu dipersimpangan nanti.

"Aku yakin dan hafal betul rute ini, pikirku'

Saat itulah di sebuah kesempatan akhirnya datang. Dari sisi samping, momen-nya tepat sekali, pas di depan persimpangan PT.Megah Steel, telihat sebuah truk-gandeng keluar dari arah berlawanan (posisi truk berada di tenggara membawa tumpukan Tebu). Disinilah dua begundal tampak kelabakan. Mereka terbelalak melihat kehadiran truk ini secara tiba-tiba. Karena mau gak mau, dua begundal ini harus mengurangi kecepatannya alias ngerem.
Belum sempat truk-gandeng menikung tajam, dari bahu kanan jalan, muncullah Yamaha Esa +Blogermie dengan kecepatan mentok 40 km jam, kekuatan angin 5knot/detik berhasil nyelonong mendahului tuh truk. Ini tentu saja sebuah prestasi blogermie dalam dunia balap motor (*Tepok jidat: untung gak mati). Ini merupakan jebakan sekaligus siasat yang tak terduga, karena si begundal butuh waktu lama menunggu truk gandeng berbelok yang hampir memakan 3/4 badan jalan

disitulah Blogermie mengumpat sekuat tenaga lantaran bahagia.


"Blogermie: hahahaha mampus koen, panganen iku truk tebu". (hahahahah...Mati kau, makan tuh truk tebu)

Dalam perhelatan ini, Blogermie yang menyandang status pemuda kere untuk pertama kalinya berani dan sangat ambisius hendak membunuh orang.

Kemenangan sudah ditangan. tetapi tidak untuk orang yang melihatku dan bersorak.
berusaha menarik nafas lega, aku menstabilkan emosiku untuk tidak menghiraukan sorakan-orang orang di tepi jalan tersebut. Ada yang aneh, kuperkirakan sorakan ini bukan berasal dari sorakan para fans SUJU yang menyambut kehadiran Siwon. Semakin menggema surakan para anak-kecil dan bapak-bapak mengingatkanku seolah ada yang kurang pada diriku ini..

Bahkan ibu yang tengah menyusui anaknya di sebuah kios rokok keluar, seraya berteriak kepadaku:

Mas,,mas...mas,knalpote coplok...!!!!!. (MAs....MASS...KNALPOTNYA LEPAS....!!!)


Whaatt!!...astagfirullah..!!!!,.tanpa kusadari, saringan knalpot yamahaesaku menjulur keluar. tampang mamalukan, atau apalah, aku ingin segera menyingkir dari tempat itu. Orang disekelilingku sudah terlanjur terbahak-bahak menertawakanku.

Dalam hatiku menggerutu: 'pantes saja suaranya kok mirip mesin tepung'.

Pesan moral: jangan sombong ya kawan, biarpun yang kamu dapat dari orang tua kalian hanya sebulir biji beras, dimasa sesudahnya akan tetap menjadi yang terbaik untuk bisa dijelaskan menurut versi kalian sendiri. Karena tanpa itu, kalian tetap bukan apa-apa
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 1/26/2013 10:03:00 PM

7 komentar:

  1. Bijak banget kalimat yg di quote itu.
    "Hidup tak selalu dipandang dengan Harta..."
    Ini sangat benar. Banyak kekayaan yg sebenarnya tidak ternilai bila di konversikan kedalam harta. Salah satunya suri tauladan dan hikmah yg didapat dari menggali khazanah pengetahuan yg dimiliki orang tua sendiri.

    Waduh, ini pake di link ke blog saya, tauladan abah lagi, ah jadi merasa benar2 jadi orang tua nih...*hehehe, padahal memang iya, sudah tua banget*

    Salam dari Abah di Sukabumi,

    BalasHapus
    Balasan
    1. matur nuwun abah. Senang bisa baca-baca di lapak panjenengan.. :D dadi isin aku rek :D

      Hapus
  2. Yo mas, motor kek gitu langka
    Jaman sekarang jadi mahaaall harganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah murah kok jeng, 1,6 juta udah dapet. Ada juga 1 Juta tapi bodong :D

      Hapus
  3. Selamat pagi, saya dari sukabumi, baru pertama kali berkunjung ke blog ini, artikelnya bagus nih, saya suka dengan yg ditulis diatas :)
    Kapan-kapan mampir ya ke blog saya, trus minta komentarnya juga di blog saya, hehe http://www.inisukabumi.com

    BalasHapus