Blogermie.com: Trade Bos Romlah, Fashionable tidak harus mewah

23 Januari 2013

Trade Bos Romlah, Fashionable tidak harus mewah

Pergantian trend fashion dari tahun ke tahun sepertinya sudah menjadi "Global Warming" yang dinantikan hampir kaum hawa di seluruh penjuru bumi.
Peran wanita yang dulu bekerja sebagai ibu rumah tangga sekarang lebih didominasi sebagai wanita karir yang cenderung sibuk di kantor. Tak heran, demi meningkatkan kepercayaan diri, para wanita terlihat sangat antusias dalam mengolah sistem berbusana yang ideal agar tampak selalu rupawan di depan relasi-relasinya. Salah satunya dengan pintar-pintar memilih Tas sesuai profesi



Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membubuhkan reportase ringan mengenai profesi seseorang sangat penting dalam menentukan penampilan.
Berbekal sebuah kamera digital Sony DSCW620, saya bertandang menuju tempat yang selalu menjadi persinggahan saya sepulang kerja. Dan taman pelangi merupakan tujuan saya satu-satunya demi melampiaskan hobi terbaru di dunia fotografi.

Sebagaimana aktivitas photografer yang sok profesional, Awalnya saya ingin mengabadikan momen anti stres dengan meng-capture futuristiknya monumen pelangi. Namun setelah menutup shutter kamera, sepertinya mata ini menangkap objek gambar yang tak kalah bagus. Pemandangan manis Seorang wanita cantik yang duduk bercengkrama dengan anak kecil membuyarkan memori saya yang tinggal 64MB saja (Capek sepulang kerja).

Tidak akan ada tedeng aleng-aleng, tidak didahului dengan diksi perkenalan ala abg, tidak resmi memperbincangkan joke-joke ringan testimoni jati diri. Langsung saja melempar senyum laksana Bradpit merayu Angelina Joelie mengambil posisi yang tepat untuk manghampiri dan duduk menyapanya.
Dan puji syukur, perkenalan dengan Mbak Mawar (bukan nama samaran) ternyata mengubah image saya yang cuek dengan fashion sekaligus menambah pengetahuan baru perihal gaya hidup wanita modern saat ini.
Siapa yang akan bertanggung jawab jika blogermie yang syarat informasi, akhirnya menyerah dengan fashion ala Bos Romlah (*kamuflase hikayat janda ayu kaya raya nan rendah hati) namun amat tendensius.

Bicara panjang lebar, Mbak mawar ini adalah wanita yang sangat glamour dengan fashion. Beliau yang baru 8 tahun berprofesi sebagai pegawai negeri ini mengaku amat terobsesi dengan fashion sejak duduk dibangku SMP.
Di-usianya yang masih beriringan dengan usia saya saat ini, korelasinya dalam menghimpun aksesoris dan busana muslim membuat siapa saja pasti tertegun. Yah apa hendak dikata, beliau ternyata juga seorang entrepreneur sukses (*lantas gue harus bilang waaaah gitu). Walaupun tak dipungkiri sebagai pemburu fashion, dia juga acapkali keceplosan (mengakui) merasa perlu untuk berburu branded Gummybag baru demi kepentingan pribadi meskipun koleksi tas bermereknya sudah cukup banyak.

Jual Tas jelly
@Gummy bag : sumber Gambar Laku.com


Baginya, Tas branded bukan sebagai perangkap untuk menjadikan penampilannya terlihat mentereng saja. Terkadang dalam menghadiri event tertentu, wanita cantik ini sebatas memberdayagunakan Tas sebagai tempat menaruh kebutuhan kosmetik pada umumnya. Biar tidak dianggap ketinggalan modis, ia hanya memilih tas bermerek yang tidak mudah ketinggalan jaman.

“Khusus untuk tas kerja aq pilih yang formal ae, kalau untuk model itu jadi penilaian buntut mas. lagian, untuk memilih tas yang bagus, biarpun mahal, lebih suka kualitas dan nggak terlalu kuno amat mas,” paparnya.

Tas branded harus syarat dengan corak dan kebutuhannya. Misalnya saja, Tas Furla Travy untuk seminar atau undangan resmi paguyuban PNS. Hal ini akan sangat berbeda ketika beliau harus menandang handbag yang hendak dipakainya ke kantor atau melancong. Makanya, koleksi branded handbag wanita yang ditawarkan sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Agar lebih seragam dengan baju dinas ala PNS yang beliau kenakan, warna-warna formal dengan corak teduh (tidak terlalu cerah) seperti hitam, dan cokelat selalu jadi pilihannya. Itupun juga tergantung kebutuhan, kalau pas hari sibuk seperti hari senin dan selasa, dia rela membawa Tas berukuran besar dengan menyeimbangkan banyaknya muatan yang dibawa.

Untuk tas kantor, ia yakin prioritas dimensi dan ketahanan lebih penting. Pasalnya dengan bentuk 3 dimensi persegi, tas tidak butuh banyak celah, yang penting tata ruang tas tersedia untuk menata barang-barang bawaan. Jurnal barang bawaan dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak amburadul diantara tumpukan berkas dan Netbook mini yang seringkali mondar-mandir ia bawa.
Dari segi Resiko dia memamparkan tidak perlu terlalu khawatir, karena limit beban semua tas yang bermerek sudah mempunyai kemampuannya tersendiri, dan yang lebih penting "anti selip mas", imbuhnya

Untuk memperolah barang-barang fashion branded seperti tas, sepatu dan bros, beliau cenderung memilih berbelanja di Departement store dan Online Shop. Satu diantara keuntungan berbelanja di departement store ialah: barang incaran yang belum saatnya launching masa tanggal akan lebih dulu di-promo aksikan. Contoh yang sekarang lagi booming adalah Plakat-plakat khusus bertuliskan *Jual Tas Jelly*.
Disamping lebih menjanjikan lantaran diskon yang besar-besaran, beliau selalu mengantisipasinya dengan ready stok sistem tebas habis penjualan. Beliau akan memborong semua produk Jual Tas Jelly secara beregu-berkelompok yang kemudian ia distribusikan kembali ke rekan se-profesi maupun pengecer.

Selain itu, untuk mendongkrak penjualan terkadang beliau juga memanfaatkan jasa Online Shop. Entah, suatu perbincangan yang mengarah ke-kebetulan semata atau tidak, ketika saya bertanya tentang siapa yang menjadi mentornya di toko online, beliau hanya berbisik bahwa Laku.com-lah tempatnya. Nah..lhoo..
Alasannya sih karena kawasan jakarta adalah pusat perbelanjaan terbesar dan termurah yang berkemungkinan besar membuat pengusaha Surabaya segan untuk memasok produk dari sana.

Nah, untuk pemakaian pribadi misalnya. Beliau hanya memilih tas dengan kualitas terbaik, dan satu diantara yang kini tengah dilirik ialah produk jual tas wanita branded.
Dengan menggunakan produk jual tas wanita branded, ia hanya memakainya disaat situsasi urgent dan pada saat rapat yang sangat resmi.
Demi menghilangkan citra bahwa PNS suka berfoya-foya, sewaktu berlibur dan mejeng dengan pacar, terkadang mbak mawar hanya mengenakan Gummybag dengan dimensi minimalis plus bobotnya yang ringan. Sambung dia "tali sandangnya ringan, Paling-paling tas tersebut saya isi dengan tisu dan sedikit make-up mas, Sisanya saya tinggal di jok sepeda".

Menutup korespondesi dengan blogermie yang ganteng in beliau hanya berpesan bahwa, Cara wanita yang fashionable mengenakan busana dapat menjadi cerminan kepribadian wanita itu sendiri. Bila ingin memadukannya dengan atribut apapun seperti Tas dan aksesoris lain yang sesuai, Rasanya pencitraan diri terasa semakin mantap dan lebih PD bagi semua wanita yang ingin fashionable-nya memancar alami.
Jadi ingin tampil anggun yang dibutuhkan cuma keselarasan, dan gak harus didukung dengan perlengkapan yang bagus dan mahal lhoo...

Jadi saya sepakat, mengambil kesimpulan bahwa dengan menjadi selektif unjuk gaya, dan memilih motif tas diiringi fungsi kegunaan, Busana tetap harus menjadi prioritas, karena hanya itulah faktor penunjang seorang wanita tersebut terlihat anggun dan patut dilirik.
Tidak akan ada tatapan mata seorang laki-laki ganteng yang berani menilai "Tas kresek akan nampak Matching jika dipadukan dengan kebaya".

Because "Ajining Rogo soko busono"

salam rukun
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 1/23/2013 12:46:00 PM

1 komentar:

  1. dengan menggunakan tas apa yg kita pakai kita jga bisa tau karakter seseorang loh ,,
    simple ,casuel,glamour and elegant ,,


    tpi ingin menjadi wanita simple nan elegant , karna akan terlihat cantik ,,
    ;)



    Proudly Indonesian

    BalasHapus