Blogermie.com: Traveller Kuliner Nusantara, Rajasunda Layak Dicoba

22 Januari 2013

Traveller Kuliner Nusantara, Rajasunda Layak Dicoba

Indonesia merupakan satu-satunya negeri yang memiliki aneka kultur budaya. Keanekaragaman budaya tersebut juga tidak lepas dari Suku dan adat istiadat yang berbeda. Satu diantara simbol yang menjadi ciri khas cagar budaya tiap suku bangsa ini bisa kita lihat di segmen kulinernya.

Di Tanah kelahiran saya sendiri, jawa-timur contohnya. Dengan bangga, makanan bercita rasa ketimuran sampai yang ala hotel bintang lima dengan mudah ditemui disana. Namun yang seringkali menjadi rujukan para traveller kuliner dan para backpacker tak lain tak bukan adalah makanan khas yang dikemas dengan cita rasa Ndeso.
Coba tebak. Kenapa saya sebut ndeso hayoo…?

Bagi yang sering bertandang ke Jogja, mungkin hafal dengan kuliner Sego Kucing (*Nasi Kucing). Selain terkenal dengan porsinya yang simple untuk mengganjal perut.
Selain demi memuaskan rasa lapar (-red: di-ibaratkan makanan kucing dengan porsi yang relatif sedikit*) mungkin bagi sebagian orang lebih melirik makanan tradisional ini lantaran harganya yang relatif miring. Yah, dengan selebaran uang Rp. 4000-an (Rp2000x2), biasanya sih para wisatawan sudah dapat menikmati lezatnya 1 porsi nasi kucing + lauk + teh hangat.

Ada juga Rujak cingur. Bagi penikmat wisata kuliner yang mendamba-dambakan aroma mentimun dengan kombinasikan sambel kacang+petis sidoarjonya ini, sepertinya tidak sulit menemukan hidangan kudapan seperti ini, karena penjual ditempat saya sendiri terkadang hanya mematok harga Rp 5000-Rp.7000 per bungkus/porsi

Atau, bagi yang demen masakan berkuah, tak lupa Kota Lamongan dan Solo bisa menjadi rujukan Soto, dan  Bakso-nya. Semakin membuat Ngiler, karena tidak butuh banyak pundi-pundi receh demi menikmati sensasi "Mlekoh" perpaduan kuah dan bau kunyit yang menyengat. Bahkan untuk mengakses keberadaan penjual Bakso-solo pun tidaklah rumit, karena para pedagang ini sudah tumpah-ruah baik di kafe maupun Warung-warung di pinggir jalan

Atau menjorok ke timur sedikit lebih tepatnya Rawon Nguling-probolinggo. Lewat guyuran kuah daging sapi dengan sentuhan aroma kluwek yang khas, pernah membuat ketagihan Pak SBY.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya yakin. Biarpun "Ndeso " dari segi harga, makanan indonesia tetap merupakan harga mati jika harus membandingkannya dengan hidangan eropa kelas apapun. Sementara yang bangga dengan kekayaan kuliner negeri ini pasti membuat penilaian bahwa makanan yang enak, tidak harus tampak mewah dan mahal. Karena segelintir dari mereka, dan dari persinggahan mereka berasal pasti membawa menu tradisional dengan penyajian yang khas, dan yakin itulah yang terbaik bagi identitas budaya mereka sendiri

Penggalan kisah diatas hanya seonggok cerita yang saya bawa dari dataran timur. Bagi pembaca yang berkenan menelaah wisata kuliner di seberang barat kepulauan jawa, khususnya kota kembang bandung, mungkin masih belum familiar betul dengan wisata kuliner sunda yang bernama Tutug Oncom (Red: Nasi dengan campuran Oncom yang ditumbuk).
Berbeda dengan nasi yang kebanyakan orang konsumsi sehari-hari. Tutug oncom merupakan makanan tradisional perpaduan karbohidrat beras dan protein nabati yang diperoleh dari sari kedelai. Itu terlihat melalui bagaimana Oncom itu dibuat dan kemudian di fermentasi.

Nah, Umumnya bagi lidah orang jawa wetan yang sudah terbiasa mengkonsumsi sarapan pagi berupa nasi putih biasa, lauk berlemak dan sayur yang berkuah seperti saya. Hal tersebut mungkin adalah "barang baru" di segmen kuliner. Mengingat perbedaan cita rasa dan pencitraan budaya yang berbeda menjadi hal yang sangat lumrah.
Bagi yang belum terbiasa, mungkin akan sedikit berkerut dahi jika harus mencicipi kuliner sunda yang identik dengan lalapan dan sambal (*bahasa jawanya: "Garingan/keringan")
Walaupun begitu, secara positif saya menilai, mungkin sebagian besar penduduk kota bandung dulunya adalah petani, sehingga kalau dilihat dari konsumsi mereka sehari-hari merupakan suatu bukti mengutamakan bahan organik sebagai wujud menuju pola hidup sehat

Terkesima dengan wisata kuliner bandung, berarti pembaca harus faham betul navigator kuliner paling masyur untuk saat ini. Jangan sampai anda tersesat hanya karena kurang beradaptasi dengan iklim dan wisata kuliner di bandung.
Anyway. melalui Rajasunda, maka kita akan diajak berkenalan dengan menu wisata kuliner sunda yang notabenenya tanpa tambahan pengawet, menyehatkan, dan yang pastinya amat pas di kantong seperti Seafood dan lalapan

Selain menyajikan hidangan seafood seperti Ikan, Cumi dan Udang, yang tak kalah maknyus ketimbang wisata kuliner pak bondan winanrno adalah nikmatnya penyajian bebek bakar. Keistimewaan bebek bakar rajasunda yang khas berselera adalah terletak pada aromanya.
Sebagaimana bebek segar ketika digoreng/dipanggang, akurasi dan kompetennya Rajasunda mengolah sumber protein hewani ini berpadu dengan racikan rempah-rempah yang benar, sehingga aroma anyir dan amis tidak akan tercium seperti halnya penyajian Bebek Crispy yang dijual di pinggir jalan.

Adapun ikan segar yang tersaji dalam pengolahannya, sangat ditunjang betul kebersihan dan kesegarannya. Sehingga tercipta hidangan Udang Bakar Kecap Tusuk – Raja Sunda, Gurame Asam Manis Raja Sunda, dan Cumi Kering Masak Kecap Pete yang sangat menggoda begitu disajikan.
Tinggal pilih mana selera anda semuanya karena Rajasunda menawarkan citarasa yang maknyus.

Berbicara mengenai Rajasunda, Rajasunda adalah Restoran sunda di bandung dengan mengusung konsep alam. saya rasa sudah banyak cerita yang mengulas keindahan panorama bandung dengan hamparan dataran tinggi beradu iklim tropis menyejukkan dan konsep lereng pegunungan Tangkuban Perahu. Itu sebabnya dengan sengaja Rajasunda menggandeng ketertarikan alam disana dengan suguhan kuliner yang mampu memanjakan mata sekaligus menjulurkan lidah (NGILER).
Pengunjung dapat dengan leluasa memilih tempat mana yang ingin dijadikan "Arsy" (Tempat duduk), karena sejatinya pengunjung disambut bak seorang Raja.
Dengan demikian lengkap sudah Keutamaan pelayanan dengan Prioritas kepuasan Pengunjung karena Raja sunda juga telah menyediakan beberapa tempat yang teduh untuk bersantap. Bisa memilih lesehan. saung, maupun khusus ruangan ber-AC VIP.
 
Nah, kalau sudah bicara kepuasan, jangan ditanya deh, karena kalau mau makan di sini harus siap siap antri. Dari oma opa, Om Tante juga muda mudi berpasangan banyak yang hang out di sini.

Raja sunda- Wisata kuliner Sunda
Sumber Gambar: Rajasunda

Wisata Kuliner Raja sunda khas bandung
Sumber Gambar: Rajasunda

Di Rumah makan Rajasunda ini juga menawarkan menu Spesial yang Amboi. Namanya adalah Gurami terbang.
Hmm. keunikannya secara penampilan, dapat di lihat melalui desain pleating-nya dibentuk menyerupai Pesawat sukhoi yang hendak lepas landas. Menurut cerita dari beberapa temen saya, bahwa konon Gurami terbang ini hanya satu-satunya yang terdapat di Restoran Sunda. khususnya di Rajasunda. Menarik bukan?

Gurame Terbang Rajasunda
Sumber gambar: Rajasunda


Bagi yang tertarik mampir di Raja Sunda Restoran Sunda Di Bandung, ini alamatnya
Jl. Terusan Pasteur No. 63 Bandung Jawa Barat – Indonesia
Telp : 022 – 6037688

Nah jika para sahabat adalah salah satu backpacker atau wisatawan yang melanglang buana mencari persinggahan kuliner sunda yang pas, mungkin sarana yang tepat memilih RAJASUNDA ini sebagai tempat *Cangkru'an* plus menikmati panorama kota bandung.

Selamat mencoba… 
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 1/22/2013 10:24:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar