Blogermie.com: Haru Biru Langitku Pagi ini

06 Februari 2013

Haru Biru Langitku Pagi ini

Langit Biru 1 by Blogermie
Langit Biru 1, a photo by Blogermie on Flickr.
@Langit Biru / Januari 2013
/ Sony Cybershoot DSC W620, Macro Manual Fokus no-flash / foto diambil oleh @Heruxumi
Sepi, Bete, kalut, gundah gulana atau apalah yang terjadi jika Aktivitas menghabiskan 11 jam lamanya untuk duduk disebuah Kursi Panas. Bukan hebohnya sebuah kursi panas "who wants to be millioner", melainkan sebuah kursi yang umum diduduki oleh petugas operator Customer service...

Yah.. karena itulah sisi kehidupan saya sekarang yang berprofesi sebagai petugas operator telepon di sebuah rumah sakit.

Dengan situasi galau yang menjuntai, hanya ditemani suara cicak dan sebuah layar televisi berdimensi 14 inchi, ini merupakan pemandangan yang sangat biasa bagi saya. Begitupun juga menjalankan rutinitas demi menafkahi keluarga dan diri sendiri.
Mungkin yang belum terbiasa dengan apa itu shift malam, orang akan mudah terserang kantuk, lelah berkepanjangan, bahkan sampai jatuh sakit karena tekanan darah mulai berangsur naik lantaran kurang tidur dan berlebihan mengkonsumsi Caffein

Yaa, Inilah resiko sebuah pekerjaan. Disaat istri tengah tertidur pulas dengan kondisi kehamilannya, berharap cemas dengan aktivitas suaminya diluar sana. Tiap hari harus beradu dengan debu jalanan, pulang pergi dengan pandang-jangkau amat terbatas dan penuh marabahaya. Berharap pulang dengan keadaan sehat, tetapi tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Saya masih bisa tersenyum, mengingat jarang mendampinginya tiap malam hingga detik-demi detik terlampaui dengan begitu cepat, sampai saya sendiri tidak menyadari tanggal ini sudah jatuh hari apa.

Apakah saya mengeluh?.....Tidak

Ini adalah sebuah hibah yang sangat mengasyikkan. Seorang suami dengan "mind" yang berjalan sendirian ditengah gelapnya malam, bertahan dari teriknya matahari seolah tidak gontai dengan keadaan diri yang tulus dilakukan demi nafkah dan martabat keluarganya.

Tidak ada kata mengeluh dengan apa yang namanya shift mati tersebut. Karena segala sesuatu yang sifatnya sepele, sekecil apapun akan senantiasa berguna bagi saya seolah-olah merekalah yang layak dijadikan "teman". Semisal potongan kertas yang sering saya pergunakan semalam suntuk untuk bernaluri ria. Kadang Internetan, membuat handycraft aneh, kapal-kapalan, atau juga membuat "doodle" nyentrik di sampul belakang buku ekspedisi.

Terkadang kalau sudah bete, berman-main dengan kran wastafel, ngepel, sampai ngobrol dengan bahasa nyamuk-pun pernah tak luput dari perhatian saya selama ini.
Ini semata mata agar saya tidak terlalu heboh dan terpaku dengan bujukan tayangan televisi..

Yah, itulah saya. Seorang Heru xumi dan seorang makhluk aneh yang memaparkan betapa bermanfaatnya segala fasilitas sekecil apapun demi menghalau rasa kesepian.

Begitu detik jam berputar begitu cepat hingga datanglah sebuah mentari. Lagi-lagi saya membuka kembali datangnya pagi dengan rasa bersyukur, mempersatukan kembali belahan hati saya dengan belahan hati yang menunggu saya sepulang kerja.
Tidak ada sebuah warna paling indah pelangi, tanpa sambutan hangat dari seorang istri tertjinta

Sesampai dirumah, saya selalu menengadahkan kepala. Melihat secara langsung teduhnya langit dengan hamparan biru tanpa sedikit-pun tercecer noda. Mengisyaratkan bahwa maha kuasa masih sudi memberikan kelapangan bagi hati kami

Credit By : Youtube Musica studio
Ariel "noah", thanks to a talk about the song "Pagi yang cerah untuk jiwa yang Sepi"
Judul: Haru Biru Langitku Pagi ini; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 2/06/2013 04:18:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar