Blogermie.com: Penyesalan Yang tertunda: Mahkotaku dijamah Banci Salon

01 Maret 2013

Penyesalan Yang tertunda: Mahkotaku dijamah Banci Salon

Aneh Bagi Istri, namun unik bagi saya. Itulah yang terjadi pada sisi gelap kehidupan saya kali ini, Tepatnya pada tanggal 10 Februari 2013 yang lalu
Jika saya melihat perkembangan dunia fashion kali ini, baik di media elektronik maupun di media digital. Banyak sekali mainstream kehidupan masyarakat urban yang dipenuhi istilah unyu-unyu keren ketika untuk pertama kalinya saya mengucap lafadz itu

Kaum mayoritas adam yang sangat introvent dan gemar bersolek, seolah-olah me-ngeluh-eluh kan bodynya sebagai pria paling METROSEKSUAL. mungkin saya adalah satu diantaranya. Btw, bagi yang merasa hidup dijaman moderen, jangan pede dulu deh, karena mulai saat ini demam metroseksual mulai dihinggapi oleh pria-pria hidung belang dari pelosok desa.


Hidup dibantaran kali desa sidodadi (lebih tepatnya kelurahan kemendung) benar-benar membuat saya buta informasi. beruntunglah dengan kemampuan yang pas-pasan bisa beli netbook loak untuk dapatnya mengetahui trend fashion masa kini, tak pelak pula menyisir naluri saya sebagai pria paling sederhana nan fungky di didesa tersebut.

Dari sekian banyak asumsi yang sifatnya rahasia, ada beberapa organ tubuh yang memang menurut saya perlu mendapatkan perhatian extra, karena jika terdapat 1 saja kekurangan pada bagian intim ini, rasa-rasanya krisis kepercayaan diri bisa-bisa datang melanda. #halah

Bagian tubuh yang digadang-gadang paling kece dan modis menurut saya pribadi dan handai tolan adalah rambut. Mulai rambut,bulu sekujur tubuh, baik rambut pubis, rambut kaki hingga rambut kepala adalah bagian yang sangat kronis mendapat perawatan extra dari saya. Untuk itu, setiap harinya, kemolekannya harus senantiasa terjaga. Setiap hari harus rajin dicuci dan dijemur, dianginkan biar tidak lepek dan kusam. dipastikan pula rambut kepala saya dalam keadaan TUKIMAN (Teartur, Kemilau,Indah dan Nyaman).

BTW soal rambut pasti g jauh jauh dengan masalah uban. Tapi untuk masalah uban ini saya bersama soulmate red: ely the gembel sangat konsisten dalam menghadapi marabahaya dari serangan uban. Jangankan uban di kepala, uban yang tumbuh dikaki pun bisa segera terlacak dan segera tertutupi oleh semir rambut KIWI.

Dihari setelah acara slametan bayi 7 bulan ini, normalnya para Orang tua, anak, sanak family, keluarga mertua, pembantu, ketua RT, kelurahan, pemrov sidoarjo..bahkan bapak walikota terhormat Syaifullah bingung yang hadir, sangat hiruk pikuk mempersiapkan penampilan terbaik demi menyemarakkan pesta religi.

Ada yang sudah berdandan membeli satu set baju koko nan muslim meniru gaya berbusana Ustad Malua'na, Ustad Yusuf Mahsyur, bahkan pula Ustad Arifin Ilham lengkap dengan sorbannya
Bahkan ada seorang istri yang memaksa suaminya memakai sarung dan kacamata baca berwarna coklat agar terlihat se-mirip mungkin dengan ust.UJEK.

Tak lupa untuk segenap tamu wanita tengah bersiap melakukan print screan dan Copas gaya berbusana harajuku Saskia meca,lengkap dengan tudung dan sepatu higwhells 7mm ( Meca beling, meca watu ???). Anak-anaknya pun sudah dibekali baju sedemikian unik hingga mirip Bapak TEBE.

hehehe, namun hal tersebut tidak lantas menjadi penghalang  bagi saya bersama soulmate. Bagi saya rambut adalah pialang untuk menentukan mode.
Bagi saya yang menjadi masalah adalah, di desa sidodadi, kesulitan untuk menemukan salon yang tepat bagi perawatan rambut adalah hal yang lumrah, hingga harus berjalan berkilo-kilo jauhnya hanya untuk menemukan 1 salon saja.

Setelah berdebat panjang bersama soulmate, kami bergegas untuk berboncengan ke desa seberang (sebutan "desa Bringin bendo" yg biasa dipakai istri saya melancong dan hobi medicure #halah) Sidoarjo untuk mencari salon yang tepat menurut saya.

Setelah berpusing-pusing (malaysia banget) dan mengunjungi satu per satu salon untuk survei. Kami memutuskan SALON SISCA lah yang berhak melakukan perawatan rambutku. Ada alasan kawan jika salon Sisca ini kami pilih, dari namanya saja SALON SISCA telah dipelihara kapster yang cantik diatas kualitas terakreditasi dan siap Go Internasional. Selain itu suasananya juga sepi jadi menurut saya hanya orang-orang berdasi dan berkelas-lah yang bisa hadir meramaikan salon ini.

Saya duduk dikursi dan segera dilayani kapster.
eng...ing..eng... muncul seorang wanita (pria setengah wanita) bertubuh bongsor, berhidung mancung hasil operasi silikon menghampiri tempat tunggu ku

kapster, "Mau apa cyinnn?"
saya, "busyet (nih orang ternyata rempong tah..bruakakakak, sambil mengerlingkan mata kepada sang istri) "ya mau potong rambut mbak-mas, asal saya jangan  diapa-apain" istri menyahut
Kaspter,"yeeee...g gitu jg kaleee....Maksud eyke rambutnya mau disanggul, krimbat atau rebonding?"
Saya, "Rebonding dari selangor jeng, saya cowok mbak, masa dibandingin ikan tenggiri pake direbonding segala......saya cuma mau potong rambut saja mbak"
Kapster, "Ooo.. kayaknya udah cucok booo..... (sambil clingak-clinguk melihat bentuk tempurung kepala saya).....sini cyin, eyke keramasin dulu lha"
Saya, (dalam hati: mimpi apa aku semalam ketemu nih banci) "Sebelum kesini tadi saya sudah mandi junub mbak,jadi g usah saja ya?"
Kapster, " Ya sutralah, rambutnya dibasahin dulu gih"

Setelah membasahi rambut, saya menyatakan siap dieksekusi

Kapster, " Mau potong model apa cyin.(sambil mijat-mijat bahu, Ini yang membuat saya ngeri)."
sambil bingung pertanda gak ngerti karena sama sekali tidak ada gambar model rambut layaknya salon Go Internasional lain saya menjawab "Rapikan aja mbak, modelnya sperti ini. Potong 1 Cm dari atas"
kapter, "Oooo rata 1cm yeee...."
Saya, "Iya"

Segera kaspter berinisial SISCA mengeluarkan alat potong rambut yang antik bentuknya, tapi yang menjadi pertanyaan saya kenapa dia tidak mamakai gunting seperti biasanya para kapster yang lain? Bahkan poster model rambut sepertinya raib, entah seolah gak enak hati, kepala saya seperti menjadi kelinci percobaan.
Namun karena bulan ini pria paling introvent gak sedang mengalami PMS, kayaknya g baik klo berburuk sangka kepada orang lain. Jadi saya biarin saja sang kaspter beraksi.

Kapster dengan jos gandos dan lihainya, mulai membabat bulu rambut saya dengan sebuah mesin pencukur bermerk MAKITA
Greeeeeeeeeeeeeeett Greeeeeeeeeeeeeeett (ilustrasi suara mesin pencukur rambut)
Saya lihat kedepan, hanya bisa menunduk kecut dan sangat kecut hingga air liur terasa penuh untuk di telan kembali.
Saya hanya bisa pasrah, karena rambut saya benar-benar tersisah 1cm dipermukaan ubun-ubun. Sambil melirik bisu melalui pantulan cermin melihat ekspresi istri, Istri saya mengengernyitkan dahinya tanda dia juga prihatin dengan naas yang menimpa suaminya ini.

Potong sudah selesai dan buru-buru membayar
saya, "berapa mbak"
kaspter, "10 ribu mas" dalam hati saya, weekkkk kok lebih mahal 3000 dari salon yang biasa saya datengin
Segera saya bersama soulmate undur diri, tak kuat menahan tawa melihat potongan rambut saya. diperjalan-pun saya tidak berani berkata banyak dengan soulmate. Mungkin dalam hatinya berbisik mesrah..."Bojoku rupane kok koyo wong bakul sembako.....:(

Sampai dirumah, kedatangan kami menuai keprihatinan yang mendalam. Namun tetap berbesar hati karena saya mampu membahagiakan orang-orang disekelilingnya. Baik hande tolan/ mertua melihat potongan rambut saya, mereka tak hentinya terpingkal-pingkal.
Bahkan mertua sempat mengeluarkan kata bijak "IKU POTONGAN KOK KOYOK TENTARA DISERET ASPAL"(itu potongan kok kayak tentara diseret di aspal)



Untuk mempermanis moral yang isa diambil dari peristiwa ini adalah
  1. Jangan pernah menentang potongan yang berasal dari salon banci itu semuanya buruk, banci tetap seorang manusia yang juga menghirup udara, patut kiranya jasa mereka tetap dihargai. Namun kalao kurang komunikasi, banci bisa memangkas rambut kita semaunya sendiri
  2. Jika ada opsi pemotong rambut paling praktis, pilihlah alat cukur yang tidak lazim seperti mesin pemotong rumput, atau gunting kebun
  3. Jika anda seorang suami yang menginginkan Istri dan mertua bahagia cobalah potong rambut dengan kapster banci

Salam Rukun ^_^
Judul: Penyesalan Yang tertunda: Mahkotaku dijamah Banci Salon; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 3/01/2013 04:13:00 PM

6 komentar:

  1. hahaha... sampe segitunya mempermasalahkan banci sbg tukang potong :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh iya mas ari, potongannya bagus kok menurutq, cuma pelayanannya ngeri, pake pegang2 lagi....weleh jadi nestapa dan trauma :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. eh mas solo.heheh cuma postingan guyonan kok kang,, matur nawun kunjunganipun :)

      Hapus
  3. Hahahaha,,turut berduka cita^^ atas direngutnya "mahkota" (kirain apa).

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya mas, turut berduka cita. salam rukun atas kunjungannya ^_^

      Hapus