Blogermie.com: Winda, Gadis Antioksidan #1

18 Maret 2013

Winda, Gadis Antioksidan #1

CTBK Namanya, istilah baru nih dari blogermie...

Jika pemirsa nyaris mengalami istilah (Cinta Lama bersmi kembali yang disingkat CLBK), saya harap jangan terlalu serius untuk menjalaninya jika sudah mengalami pubertas kedua

Bagi yang pernah mengalami CLBK pastinya ada perasaan takut dan was-was, berbunga-bunga, dan pasti menganggap kisah asmara yang sangat serius jika harus diungkap.
Terlebih bagi mereka yang sudah membina rumah tangga, ini sudah dipastikan adalah sebuah aib.

Beruntunglah, sebagai ucapan terima kasih karena kisah ini diizinkan oleh pemiliknya untuk saya tulis kembali. Cerita ini adalah cerita yang menyangkutkan nama saya sebagai korban pelarian CTBK (Cinta teman berseteru kembali) itu

Apa yang saya fikirkan tentang keadaan teman saya ini mungkin kurang-lebihnya sama dengan apa yang difikirkannya sekarang.
Menyadari bahwa yang terjadi sekarang, masing-masing dari kami sudah menyandang status menikah dan sudah menjalani kehidupan berumah tangga, sehingga kemanapun cerita ini dibawa, harus ada police line untuk membatasi sikap saling memuji, dan tidak saling jatuh cinta demi menjaga perasaan masing-masing pasangan

Yah,...ini semua bertujuan agar memahami pentingnya kesadaran diri untuk bisa saling mengerti bahwa yang terekam dari kisah pertemanan kami berdua adalah hikmah yang bisa dipetik bahwa siapapun untuk tegar menjalani hidup dengan pasangan yang sudah menjadi kodratnya demi menjalin hubungan yang harmonis. Meskipun tak lepas disaat masa-masa pra-nikah, ada orang lain tambatan hati sebagai tempat pelarian yang ternyata bukan menjadi jodohnya suatu hari kelak

Suatu ketika ditahun 2011 lalu, saya memiliki teman baru berjenis kelamin perempuan. Sebut saja namanya winda.
Pertemuan kami dimulai saat kami masih sama-sama masih bocah, cuek, no-reken, gak ngurusi masalah masing-masing, dan tidak saling kenal satu sama lain

Winda adalah karyawan baru ditempat saya bekerja, usianya masih belia, dan yang pasti Ok punya.
Parasnya anggun, memiliki pipi merona seperti bunga bakung yang sedang merekah, yang pastinya membuat saya sendiri/siapapun pasti gemes ingin mencubit.
Mungkin kalau dia seumuran dengan alumni mahasiswa poltekkes surabaya, kini usianya sudah menginjak 24 tahun tepatnya bulan juni besok.


Dari sekian banyak rekan sejawat dan relasi sekantor, Winda dikenal sebagai karyawan paling pendiam, dan cenderung pasif dalam berkomunikasi. Namun dimata saya, winda tetaplah seorang wanita sederhana yang tidak suka mencari sensasi tapi berciri khas butuh perhatian dan pengakuan jati diri.

Episode winda sebagai karyawan baru akhirnya kandas setelah 1 tahun aktivitasnya dari karyawan staf dipromosikan menjadi perawat honorer di Poli THT.
Disinilah cerita dan gaya winda sebagai sosok wanita unik yang sunnah untuk saya kenang.

Dilain plot cerita, Saya juga menyisipkan sedikit kisah saya sebagai seorang maintenance aktif jaringan semenjak tahun 2008, lebih tepatnya sejak gedung baru URJ (Unit Rawat Jalan) tahap 2 usai dibangun. Banyak renovasi yang dipugar disana-sini, termasuk perbaikan instalasi speedy dan jaringan telepone

Bersama rekan seprofesi,- asrofil, saya diberi tugas oleh KABAG HARMAT (Kepala bagian pemeliharaan dan Material) untuk mensurvei lokasi yang hendak dipasang instalasi jaringan speedy.
Entah itu kebetulan atau tidak lebih tepatnya sasaran tersebut mengena di POLI THT yang rencananya akan dipasang wifi.

Sambil memanggul 2 roll kabel AA, Palu, Paku klem, Avometer, dan pelengkapan service dalam satu tas, saya mempersiapkan diri untuk naik lift menuju lantai 2 dimana poli THT berada. Karena terlalu sibuk mengurusi barang bawaan yang begitu banyak, saat pintu lift terbuka saya berpapasan dan berbenturan dengan gadis berhijab manis bernama winda ini dengan keadaan sangat tergesa-gesa.

Tak ubahnya sebuah cerita romantis dewasa dimana seorang pria dan wanita saling bertubrukan, menjatuhkan sesuatu, untuk kemudian bertatap muka menebar perhatian diantara keduanya. Kisah kami hampir sama miripnya, namun dengan tidak mengurangi kenyataan sesungguhnya bahwa cerita kami sebenarnya tidak romantis, dan akan terasa lebih cocok diabadikan sebagai cerita "Kucing dan Anjing dalam 1 Karung"

Disaat sang lelaki menjatuhkan sebuah benda yang sanggup kiranya menambah kesan romantis dan menambah kesan feel didalamnya, secara tiba-tiba pula, tak sengaja saya sebagai pria romantis seantero RSAL juga tengah menjatuhkan sesuatu tepat dihadapannya.

Namun sangat tidak lucu bagi winda karena sesuatu yang ia dapati tersebut bukan sebuah benda keren yang menimbulkan kesan romantis seperti dilansir di iklan-iklan tipi. Karena tidak sengaja saya njatuhkan martil diatas kakinya.
Lebih tepatnya, kaki winda kejedot palu

Kagetnya winda disertai dengan jeritannya yang tidak kalah ekstrem,  membuyarkan konsentrasi saya demi memunguti isi tas yang terburai dan jatuh kelantai. Berusaha pula mengontrol emosi dan mengeryitkan dahi menandakan saya benci dengan situasi seperti ini.
Dalam situasi ini saya tidak terlalu memperhatikan keadaan lawan saya karena fikiran saya memang fokus untuk pekerjaan

Namun sesudahnya, dari lubuk hati yang paling dalam, saya juga merasa menyesal dan khawatir karena baru pertama kali itu saya menyakiti wanita beserta perasaannya.
Sebenarnya ada perasaan emosi juga, karena secara spontan yang terucap dari bibir wanita yang sedang naik darah seperti winda kala itu adalah kalimat cemooh yang sangat tidak saya suka:

'mataneee gak ndelok seh mass!!!!' (matanya gal lihat sih masssss!!!!)

Setelah mendapatkan lontaran kata seperti ini, dengan terpaksa saya memalingkan muka dan diam tanpa kata. Karena bagi saya, kata-kata itu cukup pedas untuk meluluhkan hati saya yang sedang beku, Terutama bagi kepribadian saya yang selalu cuek dengan permasalahan orang lain.
Bahkan disaat yang sama, saya sudah tidak peduli lagi dengan keadaan winda yang sedang mengerang kesakitan memegangi telapak kakinya

Anyway... hanya sayup terdengar teguran dari rekan saya 'asrofil:
' her...gimana sih, anak jatuh kok dibiarin"
saya: "halah...biarin saja mas,sakitnya toh sementara........, biasanya kita teknisi juga kalau kesetrum, kejedor palu, besok juga sembuh"
.............
Sambil mengabaikan ucapan teman, Saya melanjutkan aktivitas survey lokasi dan instalasi jaringan tanpa memperhitungkan apa yang terjadi dibelakangnya.

Namun tak disangka, sejak peristiwa itu, winda makin terkesima dengan perilaku saya. Dia dengan mudah hafal nama dan wajah pelaku yang membuat keadaan fisiknya sedemikian parah waktu itu.
Bahkan menurut pengakuannya sebelum tulisan ini saya cetak, dia tidak terima dan hampir menangis mendapat perlakuan saya sampai terbawa mimpi #preet

Bagi winda, Pria paling jahat baginya adalah pria tega yang berbuat seenaknya dan bertabiat lebih kasar dari sekedar rasa sakit. Karena sejak ketiban martil, jempol kakinya bengkak dan harus dibebat dengan perban akibat luka memar.
Belum lagi rasa sakit hatinya yang menusuk empedu lantaran saya-lah tokoh pria yang dicap sebagai pria paling tidak bertanggung jawab, meninggalkan begitu saja wanita lemah tanpa bantuan sedikitpun kala itu. Ini yang membuatnya tidak mudah dengan begitu saja melupakan saya sebagai satu diantara sekian banyak pria yang paling dia benci

Hari demi hari telah terlewati dengan begitu cepat. Begitupun aktivitas harian yang mengharuskan semua karyawan rsal rutin Apel Pagi, termasuk saya.
Dari Penjuru lapangan apel, saya makin sering melihat kehadiran winda mengikuti apel karena konon menurut kabar, jarang-jarang sekali gadis ini mengikuti apel pagi walaupun dengan keadaannya sekarang yang berjalan tertatih setengah memaksakan diri.

Sejak peristiwa naas yang menimpa winda, dirinya ternyata belum dinyatakan sembuh total. Namun berkat frekuensi pertemuan inilah, membuat jiwa saya menjadi sedikit terpanggil untuk sekedar memberikan perhatian kepada dia sedikit-demi sedikit.

Pertemuan yang cenderung ala kadarnya antara saya-winda yang intens terjadi menjelang apel pagi membuat saya menjadi menyesal jika harus mengenang peristiwa itu. Walaupun tak mengubah gaya komunikasi kami seperti orang budeg: hanya sebatas saling melirik, tanpa mengeluarkan banyak kata-kata.
Winda 1
Sumber-Foto: Atas Izin dan Pinjaman Korban
Selama perkenalan 1 bulan lamanya, baik saya maupun winda masih gengsi jika harus mengobrol didepan orang banyak

Tetapi entah mengapa, sepertinya ada pelajaran yang tersyirat dari cara memandang dia ibarat cara wanita sederhana yang ingin menghardik pria biadab dan tak bertanggung jawab seperti saya.
Dengan berpendirian teguh, saya yakin dari caranya menatap, dia ingin saya menyampaikan permohonan maaf yang sampai saat itu-pun belum pernah saya utarakan........

bersambung......... ke



Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 3/18/2013 11:27:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar