Blogermie.com: Dear Allah SWT, Terima Kasih Atas Deganmu Sore ini

22 April 2013

Dear Allah SWT, Terima Kasih Atas Deganmu Sore ini

Hari Ini Senen, 22 April 2013. Walaupun hari senin adalah hari tersibuk bagi sebagian orang untuk memulai sebuah rutinitas paginya guna menyambung hidup, Bagi saya hari ini tetap menjadi hari yang paling istimewa

Beruntung sekali hari ini, Hari terberat yang saya alami dengan begitu ikhlas terselesaikan, meskipun memikul tanggung jawab seperti suami pada umumnya, saya juga mempunyai tugas baru. Mandat dari sang istri untuk pulang secepatnya membawa oleh oleh Kelapa Muda adalah Tugas yang menurut saya sangat unik dan mendidik.

Sudah barang tahu, kalau pada peristiwa tertentu, khususnya kehamilan. Jenis hidangan dan minuman yang biasanya tersedia dan mudah diperoleh ditoko maupun warung penjaja makanan, Biasanya akan sulit didapatkan. Sumpeg Lhoo...!!

Tentu saja, ini sebuah tantangan yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan. Karena oh karena, saya harus menempuh perjalanan panjang dan sangat berkelok hanya demi mendapatkan 1 butir kelapa Muda (red :The-Gun).

*****

Seperti biasanya, tepat jam 13.30 siang.Waktu aplosan turun jaga...Vibarator Hp bergetar hebat... So pasti bergetarnya hp yang saya pergunakan selama ini bukan karena Cuaca surabaya yang Ganjil, sowong, aneh lantaran musim Pancaroba, Melainkan sebuah pertanda SMS dari sang Istri yang mengingatkan agar suaminya cepat pulang. Atau kalau gak gitu, ada kepentingan lain dan bersifat "endel" yang ingin disampaikan (Maklum, wanita hamil biasanya ngalem)

"Mas.. Ojo lali Degan" (mas jangan lupa Degannya)

Sebagai pria baik hati dan seganteng John Martin Bimbel yang konon mendunia, mengakherat sepanjang masa dan tak tertandingi sepanjang segala abad, saya hanya bisa diam tanpa banyak mengeluh. Secepatnya mengucap Bismillah dan ambil posisi start menuju warung emperan di pinggir jalan, saya mengabulkan keinginan istri tersebut.

Tapi tak dinyana, hampir sepulang kerja dan Muter-muter mencari pedagang asongan di kawasan Surabaya Bendul merisi-wonokromo-Ahmad yani, sampai pada akhirnya berujung di lokasi Sepanjang-Taman-Gayung sari, tangan terasa hampa tanpa membawa barang yang dimaksud.

Sebagian penjual Minuman dan Es degan menjawab dengan alasan yang Serupa:

"Habis mas, Degan Ijonya udah laku dari tadi pagi,
"Mas mau saya kasih degan Biasa,
"Hari ini permintaan banyak mas, istrinya hamil tah?

Berrmacam jawaban dari pedangan buah juga saya terima dengan lapang dada. Namun bersyukur pula masih ada penjual yang dengan senang hati memberitahu dimana saya bisa membelinya langsung melalui pemasok, yaitu di madura.

*****

Betul-betul apes sekali saya saat itu. 2 jam lamanya mencari destinasi yang tepat terasa sangat mubazir, jika seandainya dihitung perjalanan pulang kerumah bisa langsung ditempuh hanya dengan memakan waktu 30 menit, semuanya kandas. Tetapi mau bagaimana lagi, biarpun hari ini merupakan hari yang paceklik, selalu ada kemudahan yang nantinya akan didapatkan, karena saya yakin dengan datangnya sebuah mukjizat.

Saya yang tadinya sudah mendekati kepulangan, dengan terpaksa banting setir dan memutar haluan menuju Pulau garam, Namun disinilah nilai berkahnya.

Perjalanan yang tadinya ditempuh menggunakan Skuter dengan keadaan terburu-buru, membuat saya terkesan santai. Sesekali saya menengok kekiri dan kekanan, memainkan naluri setelah melihat iklim ibukota yang begitu keras. Melihat getirnya kehidupan para pengemis,sekumpulan bocah yang mengamen, tukang tambal ban, dan Ibu tua yang sedang menyuapi anaknya, membuat hati ini semakin terkatung katung. Sungguh tak kuasa melihat penderitaan yang mereka alami.
Saya hanya berfikir: bagaimana seandainya yang terlihat saat itu tak lain adalah anak dan istriku sendiri?

Saya makin memperlambat kecepatan. Di Lampu merah jalan Kapasan adalah yang terparah. Terlihat 2 anak pedagang asongan yang masih menjajakan Koran Jawapos sisa pagi tadi. Dengan senang hati mereka melempar senyum kepada saya sambil menawar:

Om korannya Om!!!...

Dan lagi-lagi saya membisu, menarik nafas panjang, dan hanya mampu membalas senyum kepada mereka walaupun hati takkan rela.

"Ya allah, berikan kekuatan pada mereka, haruskah bocah seperti mereka berkelahi dengan waktu di usia yang relatif muda.?

Saya tidak tahan lagi, Segera sepeda terparkir seenaknya..mendudukkan ke 2 anak itu sambil membelikannya 2 botol minuman ringan.
Sambil berkenalan, saya menyapanya dengan sebutan "Tole".

Menjabat kedua tangan anak ini seperti sesuatu yang lain, Saya merasa sangat akrab sekali dengan mereka. si-Tole menceritakan kehidupannya yang sebatang kara. Diasuh oleh 1 ibu kandung sendiri yang ternyata seorang pemulung.

Belum selesai 2 anak ini mengakhiri cerita, saya langsung berpamitan dan tidak ingin hati semakin kalut. Bibir saya beku dan hanya sanggup menelan air ludah. Yang Justru malah tersirat tatapan bola mata penuh iba yang sudah sangat berkaca-kaca, tidak ingin mereka tahu apa yang sedang terjadi disaat mental saya yang terlanjur rapuh.

Untuk mengalihkan perhatian sendiri, Saya membantu memunguti dan memasukkan sisa koran yang separuhnya hampir lusuh terkena becek kedalam tas saya. Sambil memberikan sesuatu yang pantas, saya mengamati ternyata saudaranya yang lain terlihat sesenggukan mendengar kisah dari kakaknya ini.

Om,...!! mau kemana, Ini kebanyakan Om....

Hening sejenak, sambil melirik ke arah jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 4 Sore,....Saya kembali tersenyum, dan hanya berpesan kalimat ini sebagai penyemangat untuk diri sendiri:

Jangan kecewakan Ibumu, sudah sore, Cepat pulang dan sampaikan salamku kepada beliau.

Saya melanjutkan perjalanan dengan perasaan yang bercampur aduk. Disatu sisi, saya khawatir dengan keadaan istri yang mengandung dirumah, disisi yang lain, saya tidak bisa berhenti memikirkan nasib kedua anak ini nantinya. Tapi yang aneh selama perjalanan saya sambil melamun, saya hampir tidak merasakan kekecewaan, hingga perjalanan begitu sangat memuaskan sampai tujuan.

Di Sebuah lapak madura di Dusun Pangpong, Saya bertemu dengan si pedagang kelapa tersebut. Sama persis yang diceritakan oleh penjual minuman yang saya temui di Jalan Ahmadyani-Surabaya tadi. Sepertinya beliau tahu betul kebutuhan saya mengingat dengan detail kelapa yang di cari adalah buah yang identik bagi wanita hamil tua. Apalagi setelah mengetahui beliau mengajarkan dengan ramah cara memilih kelapa muda yang baik, saya berkesimpulan bahwa Dunia belum bisa dikatakan kiamat apabila masih bersisa orang-orang baik didalamnya. Nama orang baik itu adalah Pak Jupri

Saya tak butuh waktu lama untuk mengobrol. Selama kurang lebih 30 menit ditambah rehat untuk sholat Asar dengan diakhiri berjabat tangan, saya membeli 2 butir kelapa yang terlebih dahulu dikupas oleh beliau. Tak Lupa pula memberitahukan bahwa kronologi sang istri saat ini kritis, alias melolong seperti kucing garong akibat SMSnya tidak satupun yang saya balas

Mas.!!..Ndang Muleh kokk.....!!!!, Mesti Iki......

baidewe, Saya langsung berpamitan undur diri

*****
Sewaktu perjalanan pulang menuju jembatan suramadu, saya kembali terpaku dengan hamparan laut yang amat luas. Memandang jauh ke arah barat demi mengingat begitu kuasanya sang maha pencipta menorehkan kuas-Nya yang agung.

Hanya mampu berfikir secara wajar, Saya sangat bersyukur dengan menikmati perjalanan ini ternyata sudah cukup membuktikan bahwa saya merupakan kategori pria paling beruntung yang diberi kerendahan hati dan Rasa toleransi.

Belum lagi sampai kedatangan dirumah, Saya tidak akan pernah merasa kesepian lagi selama disambut oleh Jabang Bayi dan istri Tertinja lengkap pula dengan larutan anti Oksidan Peluntur Toksin  "The Gun" (dibaca Degan)

Cuma Anehnya, Sampai saat ini istri masih bertanya-tanya:

Mas...Korannya banyak banget...Nyolong dari redaksi mana?

NB: Sungguh, Puji Syukur dan terima kasih itu memang baik. Tapi sebaik-baik tutur kata yang mampu mengetuk Hati saudaranya untuk senantiasa berbuat sesuai tingkah laku adalah hal yang paling baik.
Judul: Dear Allah SWT, Terima Kasih Atas Deganmu Sore ini; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 4/22/2013 10:22:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar