Blogermie.com: Pregnancy dan Pertolongan Mengharukan Indosat Super Wi-Fi

09 April 2013

Pregnancy dan Pertolongan Mengharukan Indosat Super Wi-Fi

Masa kehamilan adalah sebuah perjalanan hidup yang paling menegangkan seumur-umur. Puncak dari serangkaian peristiwa kehidupan yang bermula dari manusia hemaprodit menjadi manusia seutuhnya dengan jalan menikah untuk kemudian bercita-cita memiliki keturunan.

Hal inilah yang mulai dihinggapi pasutri muda jaman sekarang, tak terkecuali saya beserta istri yang tengah menunggu jabang bayi lahir ke dunia dengan keadaan selamat.

Tentu saja sebagai suami beradab seperti saya, hal yang penting di persiapkan untuk memulai sebuah misi mulia tersebut adalah yang membulatkan tekat sekuat baja. Adapun kelengkapan lain yang bersifat "pengiring" dengan metode operasional dan faktor fungsional guna menyambut kedatangan buah hati seperti siap antar jaga, mengatur jadwal kontrol ke klinik persalinan, bahkan sampai memperhatikan dengan sungguh-sungguh tiap asupan nutrisi sang janin yang wajib dikonsumsi ibu hamil merupakan syarat utamanya.

Dalam kaidah yang ada seperti komunikasi internal, satu hal yang sedang saya pelajari untuk menjadi seorang bapak ialah tataran berbahasa santun dengan istri agar tercipta suasana adem ayem. Membuat seisi rumah penuh gelak tawa dan jenaka, walaupun tak pelak faktor bawaan bayi juga turut andil mempengaruhi tingkat emosional ibunya. Kalau sudah begini, saya cuma mengiyakan, mangut manggut, sabar, mlengos untuk kemudian buang kentut sembarangan demi memuaskan kemauan sang istri.
Semua karakter yang saya miliki harus disiapkan dengan matang sesuai etika dalam berbahasa Komunikasi itu sendiri.

Nah, bicara perihal komunikasi yang sifatnya eksternal, mungkin kali ini istri pasti setuju dalam hal pemilihan kartu selular. Pemikiran kami seolah berpadu menjadi 1 haluan jika harus memakai IM3.
Kalau istri saya naifnya bukan main sama murahituim3, mungkin saya juga akan sependapat dengannya. Alasan sedemikian unik ini berdalih agar smsan jauh lebih terjangkau murah dengan memanfaatkan fitur layanan IM3 ce-es-an.
Percaya atau tidak, adapun doktrin mencengangkan menurutnya-lah yang lebih merelakan suaminya mati terhunus pedang tajam daripada berselingkuh dengan kartu selular lain...weleh

Disamping kelebihan IM3 lainnya sejak tahun 2008 berkenalan, Kartu im3 adalah Kartu UIM terpintar dalam sejarah komunikasi primer saya untuk saat ini.
Ibarat anak pingit yang senantiasa rukun dengan ibunya,(maklum dulunya im3 dan indosat beda provider) provider indosat-satelindo juga masih memperhitungkan im3 sebagai kartu selular kawula muda yang makin disegani, patut uji dan layak melayani selera bergaul beserta kebutuhan saya mobile-built dengan sangat kompleks. Baik untuk kepentingan telefony, sms, sampai internet banking sekalipun. Semuanya lancar terkendali dengan 1 kartu akses yang memudahkan.
..................

Karena kisah ini sedikit lain tapi masih satu korelasi dengan im3 dan pregnancy, maka saya akan berbagi pengalaman terdahulu perihal pertolongan indosat yang disebut sebagai jalur komunikasi primer efektif yang kemudian beralih fungsi menjadi komunikasi multifungsi nan mujarab demi mendukung kondisi urgent.

Urgent yang saya maksud mengangkat tema Pregnacy. sesuai fakta yang ada mengenai tingkat emosional istri yang cenderung tinggi dengan kondisi kehamilannya, dan dilanda kebingungan mencari kontribusi rumah sakit bersalin yang baik.
Mungkin kilas balik dalam memilih klinik/rumah sakit bersalin bertaraf menengah seperti Rumah Sakit bakti Rahayu bisa menjadi pedoman sekaligus pemahaman jika harus mengkombinasikannya dalam hal memilih performa prima sebuah provider selular.

Lantas apa hubungannya Rumah Sakit Bakti Rahayu dengan Indosat IM3?

Bagi yang sudah pernah mengalami nestapa keguguran bayi kesekian kalinya, mungkin saya adalah satu diantara manusia beruntung yang telah diberi hikmah tersebut.
Figur seorang Istri yang tidak pernah lepas dari riwayat keguguran kedua kalinya membuat saya menjadi pribadi yang makin preventif dalam memperhatikan keadaan. Membaca dengan jelas apa yang akan menjadi sebuah resiko jika permasalahan pelik seperti diatas tidak ditanggulangi dengan segera. Dan tentunya menghadapi segala sesuatunya dengan dada terbuka.

Sejak berkunjung ke Rumah Sakit Bakti rahayu, mungkin inilah kali pertama yang membuat saya mematahkan klaim bahwa im3 bukan provider yang ecek-ecek. Disamping ternyata kualitas im3 memiliki persamaan dalam perannya memberikan mutu dan pelayanan yang memadai seperti halnya kualitas "Emergency" di sebuah Rumah Sakit Terakreditasi A.


Rumah sakit bakti Rahayu
R.S Bakti Rahayu

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
This Story Begin
Tepatnya 27 November 2012 lalu, istri saya kembali mengalami pendarahan.
Ditengah usia kandungannya yang mulai menanjak ke 3 bulan lamanya, inilah hal yang paling rawan dihadapi wanita yang tengah hamil muda.

Di pagi buta menjelang subuh, istri saya yang waktu itu sedang melaksanakan cuti hamil 3 bulan lamanya usai pergi berbelanja di warung sebelah tidak akan mengira akan mengalami naas sesaat mencuci wortel di wastafel dapur.
Sang istri hanya bergeming saking takutnya sampai-sampai tidak memberitahukan krononogi tersebut kepada ibu saya (mertua).

Cerobohnya saya yang waktu itu sedang bekerja shift malam, baru mengetahui peristiwa tersebut setelah melakukan ritual sholat shubuh, tepatnya jam 05.14 pagi. Panik bukan kepalang ketika istri melayangkan sms gratisan im3 yang berisi keluh kesahnya menahan sakit.

Tanpa banyak bicara, saya yang waktu itu belum berstatus turun jaga, secepatnya pamit undur diri tanpa memberitahu keadaan yang menimpa istri kepada rekan saya.

Tak sampai disitu pula, lagi lagi saya menggunakan telefony im3 dan menghubungi Jasa TAXI Bosowa untuk mengirim 1 unit penjemputan guna secepat mungkin memperoleh tindakan medis dengan serta merta melarikannya ke rumah sakir terdekat, yakni Rumah Sakit Bakti Rahayu

Di perjalanan-pun, saya yang menunggangi motor, tetap memanfaatkan fasilitas gratis nelpon im3.
Biarpun perilaku menyimpang berupa berkendara sambil berponsel memang sangat tidak dianjurkan oleh pak polisi, tapi mau bagaimana lagi. Saya tetap konsisten berkomunikasi dengan bahasa menghibur agar istri tidak terlalu cemas menghadapi situasi tersebut.

Disela-sela percakapan yang ada, Saya yang notabennya bukan seorang dokter spesialis Opsjin hanya sanggup menyarankan sang istri untuk tidur terlentang dengan posisi bantal sebagai penyangga pahanya. Beserta inisiatif lain agar istri senantiasa membekali diri dengan minum banyak air putih sebanyak-banyaknya.

Dengan keadaan tergesa gesa, akhirnya saya sampai dirumah hanya dengan menempuh waktu 20 menit. Disana juga telah menunggu taxi yang tiba 5 menit lebih awal.

Saya memandang kaget karena melihat darah segar tercecer di lantai. Ibu saya yang shock dan memang mengidap soindrom "Trauma darah" waktu itu terlanjur pingsan tanpa bisa berbuat banyak. Akhirnya saya meminta bantuan Bapak membantu ibu, sementara saya langsung menggendong Istri, untuk masuk kedalam taksi
........
........

" Alhamdulillahhirrobbil alamin ", inilah lafadz yang membuat saya seakan menjadi budak yang tertolong. Saya berupaya sekuat tenaga agar istri tetap terjaga. Biarpun dirinya merintih kesakitan, tetap memberikan semangat dengan selalu mengajaknya berkomunikasi sambil menenggakkan segelas air mineral.
Inilah buah tangan yang saya peroleh sesuai pengalaman dari peristiwa keguguran sebelumnya.

Bagi sebagian wanita yang sudah pernah mengalami PMS, sakitnya akan lebih terasa dililit ular Boa. Begitupun juga ketika ada tanda-tanda pendarahan seperti ini.

NB: Bagi laki-laki maupun anak berbudi luhur, ini adalah sebuah pelajaran yang bisa dipetik dalam menghargai jasa seorang ibu.
Jangan mendurhakai Ibu dan jangan sampai kelak dewasa menjadi penebar buah simalakama di kehidupan kalian

Ketika Mobil Taxi sudah menempuh hampir setengah perjalanan, entah angin segar apa yang membuat pendarahan itu berkurang secara perlahan, meskipun rasa sakitnya tak kunjung pulih.
Pun begitu, tindakan medis tetap berlaku untuk mengetahui keadaan si-buah hati didalamnya. Saya memberi isyarat kepada pak sopir untuk tetap melaju kencang

Jam 06.15, kami tiba dengan cepat, jauh yang saya perkirakan karena limit waktu yang terbatas, disamping kondisi lalu lintas yang masih sepi.

Mungkin inilah yang saya sebut keberkahan hingga menanti 2 orang perawat medis di pintu gerbang UGD yang menyambut kedatangan kami dengan sangat cekatan.
1 buah tandu dorong telah dipersiapkan dengan sangat responsif, segera sang istri dibawa ke ruang tindakan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pintu UGD Bakti Rahayu

Cuaca terlihat mendung, pertanda akan mulai turun hujan. Kondisi muram tersebut hampir sama dengan psikologi saya yang mulai kehilangan akal sehat karena keadaan genting masih belum berhenti sampai disitu.

Kini giliran saya harus membayar ongkos taxi kepada pak sopir. Mungkin karena faktor terburu-buru tadi yang mengakibatkan dompet saya tertinggal dikantor. Sementara saya sendiri tidak punya bekal apapun kecuali 1 buah hp Sony Ericsson Aspen.

Mulai timbul keputus asa-an. Dengan berterus terang ala kadarnya, saya mengutarakan maksud tidak sanggup membayar ongkos Taxi, Yang tersisa hanyalah sebuah harapan kosong menggadaikan/menawarkan hp tersebut sebagai bentuk tanda jadi

Namun, dengan tatapan penuh iba, pria paruh baya bernama Pak Wasis tersebut hanya melempar senyum kepada saya, sambil berkata:
Ndak usah mas...sampean simpen saja hpnya. istri sampean lebih membutuhkan kasih sayang dari hp itu..

Nanti kalau hpnya buat tebusan, sampean telfon pake apa?

Untuk ongkosnya, gak usah difikirkan, Saya ikhlas 'Lillahi Ta'ala'.

Yang penting sekarang sampean kudu sabar dan fikirkan keslamatan anak dan Istri saja
Saya tertegun dengan kalimat bijak yang diucapkan beliau tanpa sanggup berbuat apa-apa. Tapi tetap teguh dengan pendirian menolak permintaannya, namun rasanya sangat sia-sia bagi saya. Pria bijaksana ini secara diam-diam menyingkir membawa taksinya memecah keheningan pagi. Seraya melepas kepergian bapak itu, saya-pun menengadahkan kepala guna menutupi ekspresi.

Saya hanya pasrah, ingin tuhan yang maha kuasa ridho dengan jerih payah bapak itu. Terselip sebuah munajat doa untuk dapat dengan segera membalas budi baik bapak tersebut jika tuhan mengizinkan kami bertemu kembali. Besar harapan pula, dengan memberi kekuatan untuk menghadapi situasi ini dengan penuh kesabaran.

Gerimis mulai membasahi areal rumah sakit. Saya yang mulai basah kuyup berharap derasnya hujan tersebut jangan lekas mereda. Dramatisir seorang pria melankolis agar orang lain tidak ikut merasakan kalau dirinya sedang mengalami kepedihan. Saya mencoba memanipulasi keadaan dengan membiarkan tetesan air membasahi kening, seolah tak ingin orang lain tahu kalau saya sedang menangis kala itu

Dibalik guyuran hujan, saya berjalan gontai sambil menundukkan kepala. Sesekali mengelap air mata beserta rintik hujan bercampur ingus yang berasa gurih seperti telor asin ala brebes. Seolah tak peduli, saya bergegas menuju meja resepsionis untuk menanyakan keadaan istri saya.
Meja Resepsionis

Setibanya di meja si resepsionis, Resepsionis dengan ramah mengatakan bahwa kondisi istri saya sedang ditangani dokter jaga kandungan yang cukup berpengalaman. Saya tidak perlu merasa khawatir,

"yang penting bapak banyak-banyak berdoa dan sabar" Tukasnya menghibur
.............

Observasi tim medis berlangsung kurang lebih 1 jam. Sementara saya yang tidak diperkenankan masuk, makin dibuat bingung tatkala seorang perawat menghampiri. Menyodorkan sebuah file berisi nota pendaftaran pasien beserta sampel darah untuk ditandatangani, untuk kemudian dilaksanakan Tes Rekam medis.

Kondisi mental yang terlanjur gundah gulana, tidak memungkinkan membuat sebuah alibi menyesatkan untuk menggadaikan Hp ini kembali. Mengingat rumah sakit ini adalah sebuah instansi pelayanan kesehatan, bukan biro pegadaian...
C-A-T-E-T!!

Sebagai figur suami yang bertanggung jawab, saya sadar diri. Meskipun tidak mengantongi uang sepeser-pun, Saya tidak ingin menjadi pengecut dengan jalan mengemis minta belas kasihan orang lain untuk kedua kalinya. Untuk itu saya meminta sedikit kelonggaran kepada si-perawat mencari tempat bersemedi.

"Suster, Kasih saya waktu sebentar"
"Baik pak, jangan lama-lama, segera akan terselesaikan setelah bapak melunasi biaya pendaftaran"
ujar perawat itu

Timbul sebuah inisiatif untuk melarikan menenangkan diri di kantin yang kebetulan bersebelahan dengan UGD.
...

Aktivitas umumnya orang berkunjung ke sebuah rumah makan untuk sarapan atau menyemil, saya tidaklah demikian. Saya lebih memilih duduk menyendiri dan melamun, menghela nafas panjang sambil menghisap sebatang rokok agar pikiran lebih tenang.
Tak luput yang menjadi perhatian kala itu adalah memandangi dengan teliti Hp sony Ericsson Aspen yang sedang saya pegang, membolak-balikkan casing dan body belakang.
Saya berfikir solusi lain yang relevan untuk mencari manfaat dari Hp ini tanpa harus menjualnya.

Bahkan sampai etika tak wajar-pun saya lakukan seperti mengelus-elus dan menggosoknya agar sebuah imajinasi lain timbul dalam bentuk Bundadari atau "Jin 76" yang sanggup mengabulkan 1 permintaan.

Sambil menggumam:

"OM-JIN!!!aku kepengen ganteng Pulang!!!, dan kembali seperti sedia kala"

Namun sayangnya, imajinasi diatas hanyalah khayalan seorang pria dekil yang dilatar belakangi perilaku depresi. Sudah tentu hal tersebut tidak akan pernah menjadi kenyataan, terkecuali saya berada di dimensi waktu ala Doraemon maupun tinggal di Dunia ghaib versi Eyang subur.
Hal paling realistis yang mungkin terjadi ialah saya terlanjur dicap gila oleh pengunjung maupun pasien rumah sakit setempat.


Indosat SuperWifi, Penolong Super berbasis Broadband
Ide cemerlang namun tidak membuahkan hasil pun muncul. Mencoba sekedar cek pulsa dengan menekan *555#, saya berharap masih ada saldo tersisa dari percakapan dengan Operator Taxi bosowa tadi.
beeeh...pulsa saya tertinggal 3 digit angka yang hampir dapat dihitung jari nominalnya. Jelas tidak mungkin dipergunakan untuk berkomunikasi lesan maupun berkirim pesan. Bahkan yang lebih parahnya lagi, saya lupa memperpanjang masa paket bulanan intenetan unlimited Indosat 3Gplus yang telah hangus 2 hari yang lalu.

Perjuangan tidak berakhir sampai disitu. Kalau saya pribadi sudah faham kemampuan ponsel tersebut untuk kepentingan browsing dengan selalu menghidupkan koneksitas thetering diwilayah outdor, disinilah nilai tambahnya.
Hal baru yang saya ketahui saat itu ialah, Ternyata Dirumah sakit bakti rahayu telah terbackup Sinyal Wi-Fi Indosat yang sangat kuat. Sangat terlihat jelas ketika notifikasi tersebut terdeteksi begitu swicth-wifi saya aktifkan dan mendapati kekuatan sinyalnya-nya menukik tajam sampai 4 bar
Notifikasi Kekuatan Sinyal Indosat Super-Wi-Fi

Saya juga ingat beberapa hari sebelumnya, ada sms konfrmasi berupa gratis internet di beberapa titik hospot indosat sesaat mendaftarkan paket data Internet Unlimited Indosat 3Gplus.
Berbekal Salinan SMS yang berisi Konfirmasi SSID, Username dan pasword itulah, dengan seketika langsung terhubung dengan layanan Push-email

Indosat Super WiFi
SMS Konfirmasi dan Konfigurasi Tethering Indosat Super-WiFi

Berangsur angsur memori internal otak saya yang berkapasitas 32 bit, dan Ber-prosessor Intel Celeron akhirnya bisa lebih fokus menjadi Manusia Cerdas.
Saya mencoba peruntungan mengirim email melalui Fitur Push Email yang terintegrasi digadget sony ericsson aspen.

Saya beruntung karena ini merupakan sebuah jalan terang. Begitu akses email terbuka, saya langsung mengirim pesan singkat kepada salah seorang rekan sekantor untuk minta bala bantuan.
Bukan dalam bentuk uang, melainkan hanya sekedar mengantar dompet saya yang ketinggalan.

Tak tanggung tanggung. Selain aktivitas flood Email, saya membuka menu socmed sekaligus agar secepatnya pesan darurat tersebut ditanggapi. Dan satu-satunya orang yang berkenan dimintai tolong yakni Zainul abidin. Karena bagi saya, zainul abidin ini adalah sosok netizer budiman yang rentan dengan julukan "Feses-boker".
(*Akronim dari manusia madesu yang memiliki kelainan genetik: :"24 jam online fesbuk demi membiarkan ponsel dalam keadaan hidup biarpun dirinya sedang asyik buang hajat")

Zainul sang penolong
Zainul sang Pria Madesu. Terima kasih atas bantuannya selama ini

Begitu cepat brodband akses internet Indosat SuperWiFi, hampir pesan elektronik yang saya kirim tidak pernah tersendat. Kabar kritis itu dibalas Zainul dengan email yang sama cepatnya, karena kami berdua memang sama-sama pengguna indosat.

Baidewe. Mas zainul yang waktu itu Masih dalam Area Kantornya, Minta izin kepada bos untuk menjenguk rekannya yang galau ini.
Hanya berselang 10 menit, Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 08.23. Mas Zainul yang menaiki motor dari RSAL dr. Ramelan menuju lokasi saya berada, datang tepat pada waktunya.

Saya yang bergidik, langsung angkat kaki dari kantin untuk menghampirinya. Setelah dompet berhasil diraih, Saya mengajak mas Zainul menuju kasir untuk menyelesaikan Biaya Administrasi

Setelah perawat medis melakukan observasi dan General Check Up kurang lebih 1,5 jam dengan melakukan metode analisis berupa cek doppler (*alat bantu pendengar detak jantung bayi berbentuk mini-compo) dan USG, barulah saya diizinkan menjenguk isti yang terbaring lemah. Muka saya yang tadinya menciut seperti pantat babi akhirnya bisa tersenyum setelah dipertemukan dengan belahan jiwa dalam keadaan baik baik sayang

Hasil analisa dokter mengatakan bahwa, kandungan istri saya dalam keadaan baik. Sementara pendarahan yang dialami tersebut adalah Pre menstruasi yang memang jarang terjadi dari sekian banyak kasus kehamilan. Tidak saja dialami bagi semua Wanita lajang, wanita hamil juga bereseiko demikian.Tapi tak mengubah rasa bersyukur saya, karena dokter juga terkesima dengan Sikap saya yang langsung tanggap membawa pasien seperti ini untuk mendapatkan perawatan.

Akhirnya pengalaman-lah yang mengajarkan agar wanita hamil janganlah terlalu sering kecapekan. Sungguh tidak terbayang jika peristiwa ini terjadi lagi, Mungkin sejarah buruk menjadi nostalgila yang paling tidak saya harapkan jika sampai peristiwa tersebut menjadi Fenomena keguguran yang ke-3 kali dalam rantai kehidupan keluarga kami.

Biarpun waktu itu Istri saya belum diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan terpaksa bed-rest, tapi disinilah Ending cerita berakhir dengan pesan moral yang membahagiakan


Rumah Sakit Bakti rahayu dan Indosat SuperWiFi menyelamatkan 3 Nyawa Sekaligus

Rumah sakit bakti rahayu, demikianlah kami memilih rumah sakit kandungan ini sebagai rujukan persalinan sampai usia kandungan istri menginjak 8 bulan. Semenjak keguguran yang pertama, sampai sekarang-pun, saya tetap bertahan di rumah sakit ini

Saya lebih mengutamakan Rumah Sakit Bakti Rahayu disamping biaya akomodasi dan Ongkos USG yang relatif murah dengan pelayanan yang sangat memuaskan. Dan juga, hal penting yang tidak boleh terlewatkan adalah tersedianya fasilitas publik seperti internet gratis.
Pengalamanku menggunakan Indosat Super Wi-Fi
Keluraga Biasa Saja tapi lumayan bahagia

Demikian Pula dengan Fasilitas Internet Gratis melalui dukungan Indosat SuperWifi, makin melengkapi keabsahan demi berdirinya sebuah Rumah sakit terakreditasi. Selain Menara BTS yang pas dibeberapa titik akses Surabaya Selatan, dan Infrastruktur provider Indosat Yang semakin handal. Ini sudah membuktikan baik Rumah sakit dan indosat telah mewujudkan Etos program Keluarga Berencana dengan bertujuan mengurangi tingkat kematian Ibu dan bayinya.
Dengan kata lain, 2 nyawa telah diselamatkan.

Tiba-tiba muncul pemirsa yang "Nggapleki",(Zainul Abidin)sambil nyerocos: "koreksi bos!!. Katanya 3, lhak Kok cuma 2 nyawa yang tertolong, 1 Ekornya Lagi siapa?"

hehehe...Ok Ok mas,Jangan Ngeyel dulu. Jawabannya khan sudah ada di paragraf pembuka. Sesuai statement istri saya yang mengatakan: "doktrin mencengangkan menurutnya-lah yang lebih merelakan suaminya mati terhunus pedang tajam daripada berselingkuh dengan kartu selular lain",

Jelasnya korban ke-3 itu adalah saya sendiri yang memang seorang suami dengan perangai setia kepada istri, pasti akan lebih memilih bunuh diri. Terkecuali jika Mas Zainul berada diposisi saya saat itu, Ingin gegabah menjadi duda dan lebih memilih Egois untuk kemudian bebas Clubbing serta bebas U.S.G (URUSI SAJA GEBETANMU), Maka point diatas tidak masuk hitungan.

Bener toh mas Nul...?


Mas Zainul-pun mengangguk pertanda mengerti, namun Rada berontak dan mengece: "Lho..,Lha enak dadi Dudo toh Her'. Isok Geol kanan, Geol Kiri..hahahahaha!!!

Sambil tersenyum, saya meledeknya dengan sedikit Ngotot: ' Oooo..Sempruooll '. Memang dasar playboy Tjap "PAPI DADUN!!!!"

Penutup

Demikianlah-lah Pengalamanku menggunakan Indosat Super Wi-Fi, beserta fasilitas pendukung kesehatan yang ada, sangat membantu dalam kondisi kritis apapun. Disamping kelebihan kartu UIM IM2 yang sudah sejak lama saya pergunakan sebagai sarana SMS, Telpon,dan Internet banking. Sangat bermanfaat pula sebagai katalis instropeksi diri dalam menghadapi masa kehamilan.

Momen akan adanya kehamilan adalah wujud karunia yang diberikan oleh Allah swt, selain menjadikannya sebagai pembuktian bagi siapapun harus siap siaga mengatasi konflik persoalan dalam berumah tangga. Sejatinya-pun dalam hal syukur-mensyukuri anugerah tersebut, akan lebih bijaksana apabila sang suami tidak terlalu terperangah dan menjadikan masa kehamilan sebagai suatu "momok" menakutkan lantaran sakit yang akan di didera sang ibu. Karena pastinya, tersembunyi harapan kuat yang terukir melalui tangisan jabang bayi yang masih merah.

    Terima kasih teramat sangat kepada:
  1. Allah SWT,atas karunianya
  2. Indosat IM3, atas Menara BTS dan Kualitas jaringannya yang makin dibenahi. Sayang, untuk fasilitas Indosat Super-wifi khususnya beralokasi di RSAL Dr. Ramelan belum ada ya..hehehe
  3. Rumah Sakit Bakti Rahayu Surabaya,sebagai sarana pendukung telah turut membantu saya membesarkan anak
  4. Pahlawan bertopeng bernama PaK Wasis,Saya gak tahu kapan lagi bisa bertemu kembali dengan bapak seperti anda
  5. dan sedikit polesan pria madesu "Zainul Abidin" yang selama ini sudah membantu secara tidak langsung dan menghibur

Salam Keluarga harmonis dan semoga makin Rukun ^_^
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 4/09/2013 09:36:00 AM

2 komentar:

  1. Mas, kok bisa sih bikin tulisan puanjang banget, kocak lagi :D Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua karena wanita mbak, memang wanita gimana gitu...kadang bikin gemessss. ealah. salam kenal juga mbak :P

      Hapus