Blogermie.com: Selamat Jalan Ustad Uje'

26 April 2013

Selamat Jalan Ustad Uje'

Jarum Jam sudah menunjukkan Pukul 18.36. Detik waktu yang hampir sama cepatnya dengan detak jantung manusia. Setiap hembus nafas ini mengisyaratkan berdizikir semenjak kita kehilangan seorang priyayi yang menjadi tauladan umat muslim beberapa jam yang lalu. Beliau Adalah Ustad Uje'

Ustad Uje, demikianlah masyarakat indonesia mengenalnya. Hampir ditayangan televisi, beliau punya pesona yang unik, Dari kacamata yang dipakai, sampai caranya berdakwah membuat orang terkseima. Yang tidak pernah luput melalui pandangan saya selama ini, Tatkala bersholawat, beliau sangat menjiwai. Bahkan seringkali matanya berkaca-kaca jika sudah mengucap Lafadz Syahadat "ashadualla ilahailallah". Saya yakin ekspressi tersebut tidak pernah dibuat-buat.

Ustad Uje' Punya dakwah dengan caranya tersendiri. Pendekatannya kepada anak muda yang acapkali menyebut beliau sebagai Ustad Gaul, terkadang pula apriori miring menganggapnya angin lalu. Setiap orang punya waktu untuk berubah, ada waktu dimana seseorang tersebut harus bertransformasi menjadi baik, begitu juga jika seseorang dengan lantang berkata "siapa bilang orang salah tidak bisa menjadi benar. Puji syukur, Ustad Uje membuktikannya dengan Masa lalunya yang buruk guna menginspirasi banyak orang.

Sehari penuh, saya terus memantau pemberitaan media perihal kepergian beliau. Ditempat saya-pun, para ibu-ibu terlihat mengisakkan tangis saat melihat tayangan televisi memperlihatkan "Kereta jawa" / Keranda jenazah yang dipersiapkan di kediamannya. Sampai Usai sholat jumat-pun, saya tidak beranjak dari televisi seakan akan tak percaya beliau telah tiada. Ingin sekali mengucapkan salam terakhir, sekaligus mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Innalillahi wainnailaihi Rojiun....

Memang, Apa yang saya petik dari beliau adalah dunia gelap yang berhasil ditaklukannya sendiri. Beliau banyak memberikan renungan berupa dakwah bagi mayoritas masyarakat glamour akan sesuatu yang instan dari dunia ini. Dengan pengucapan yang berbeda, sesuai gayanya tersendiri, Ustad ujek telah membaur bersama kita, Seolah dirinya yang pantas menjadi Ikon Anak muda seperti halnya Ustadz Opik.

Semua orang pasti butuh transformasi...Saat berujung titik jenuh membosankan akal sehat manusia, proses menjadi baik akan dipilih jika tujuannya untuk menemukan jati diri. Memberikan pencerahan bahwa kita seharusnya bisa mencontoh dari apa yang dilakukan beliau semasa hidup.

Beliau meninggal tepat jam 2 Pagi, Bertepatan dengan Hari Jumat. Di usianya yang belum genap setengah abad, almarhum meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. Beruntunglah, Orang Shaleh seperti beliau sudah terpilih untuk wafat pada hari baik, yakni hari jumat. Hari yang memang diperuntukkan bagi Muslim yang bijak.(setidaknya inilah pandangan saya terhadap almarhum)

Diusia yang relatif muda. Sungguh tak dinyana, Yang Maha Kuasa lebih tahu memberikan waktu yang singkat bagi almarhumah namun berguna. Karena hakekatnya hidup di dunia, Manusia hanya sekedar mampir untuk "Minum", mencari bekal demi mempersiapkan perjalanan yang sebenarnya masih jauh, dan penuh pertanggung jawaban.
****


Selamat jalan Ustad Uje, seperti engkau katakan disaat terakhir kubaca twittermu “…dan pada saat itu..Pada Titik jenuh manusia,,, kembali adalah yg terbaik.. Kepada-Nya Lah Kesempurnaan itu Berasal dan berakhir kembali untuk selama-lamanya.
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 4/26/2013 07:11:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar