Blogermie.com: Wanita Adalah Juri Terbaik dibalik Buku

15 April 2013

Wanita Adalah Juri Terbaik dibalik Buku

Terkadang saya tidak habis fikir jika saya mewarisi cara unik menulis Anekdot bergenre Sastra TOGOK (Tolol dan Gokil). Entah jiwa apa yang membuat saya semakin gatal menulis hingga tiba suatu masa saya benar-benar mengubah haluan kepenulisan menjadi full Personal.

Demikian pula jika haris membandingkan tulisan saya di kalangan Ibu-ibu muda maupun penulis wanita. Hampir timbul perasaan iri jika melihat karya wanita-wanita muda yang sudah kodratnya menulis dengan perasaan mereka.
Ambil contoh saja Ibunda RA kartini, Mungkin yang sudah pernah membaca buku beliau *Habis Gelap terbitlah terang, terlihat lebih luas sekali alam imajinasi yang diciptakan beliau. Walaupun saya membaca petikan kalimatnya saja, Langsung mengena.

Wanita itu anugerah, demikianlah pendapat saya selama ini. Cara berfikirnya-pun memang menakjubkan. Hampir tidak ada manusia yang mempunyai kecerdasan berfikir dengan terlebih dahulu menimang segala sesuatunya dengan penuh perasaan, akal sehat, memfilternya di otak kiri, baru untuk kemudian mengkombninasikan tutur kata dan tingkah laku menjadi sebuah ide

Ini yang sudah cukup menjadi bukti bahwa Wanita lebih profesional menulis daripada terlalu menyibukkan diri didapur

Mungkin sebuah kelebihan wanita terletak dari gaya berfikir yang natural. Tidak dibuat-buat. Semisal sewaktu menangis, menyembunyikan perasan mereka. mereka akan betul-betul larut.

Disaat kaum laki yang katanya Intelek (Red:In=didalam, telek=kotoran, Kotoran didalam kecerdasan pria)terlalu sibuk dengan apapun yang menurutnya bagus,  ternyata juga memiliki kekurangan dalam mengemban logika mereka sendiri. Penulis pria kebanyakan ambisius dan hampir hampir tendensius.
Menulis dengan apa yang menurut mereka paling benar, padahal wanita akan lebih peka dengan prosa yang berurutan dari kalimat perkalimat  yang terlanjur salah kaprah. bukan urutan huruf-perhuruf.

Saking merasa benarnya seorang pria , Etika menulis juga terkadang terabaikan dan seringkali menimbulkan asumsi  "ganjil" di mata wanita. Kata ganjil inilah yang harusnya pria lebih respon memperbaiki diri, karena wanita-lah satu satunya juri yang paling teliti

Hal yang mutlak menjadi perbedaan penulis pria dan wanita adalah cara berfikir logis. Memang di beberapa prioritas, pria boleh menang secara fisik dan ideologinya. Tapi secara fundamental, penulis pria amat tertinggal. Di kompasiana contohnya, hampir pria yang cenderung teledor menulis, pasti memicu perseteruan dengan kompasianer lain hanya karena dipicu permasalahan sepele. Sangat jarang dan hampir jarang saya temui wanita turut bagian dalam cekcok.

Untuk itu sebagai penulis suka suka, saya menghimbau kepada diri saya sendiri dan kaum lelaki pada umumnya. Think Before Posting, karena mata-mata lentik akan menjadi jurimu saat ini

Teruntuk wanita wanita indonesia, matur nuwun sanget, Salam rukun dan selamat menyambut hari kartini

Tjap tertanda ISTI 

(Ikatan Suami takut Istri)
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 4/15/2013 07:19:00 PM

3 komentar:

  1. suka banget dengan tulisnya Mas...ringan dan bikin nyengir...

    ternyata itu sudah menjadi genremu menulis dengan anekdot, sambil baca artikel, ya sambil nyengir sendiri...

    suka dengan bahasa "ganjil"...hohoho..

    btw,boleh ga captchanya dihapus..hihi (kebanyakan rikues)

    ajarin dung cara bikin anekdotnya mas..^^v

    BalasHapus
  2. cuma nulis dari sesuatu yang jadi pengalaman aja jeng..heheh salam

    BalasHapus