Blogermie.com: Menjuntai Talenta Berkat Padi pendukung Orang tua

10 Mei 2013

Menjuntai Talenta Berkat Padi pendukung Orang tua

Setiap Anak pasti memiliki Impian. Impian itu yang kemudian membawa jiwa si anak agar tetap bersemangat menggapai sebuah cita-cita. Si anak tersebut kemudian sukses bertalenta, namun tidak lupa untuk kembali mengingat masa-masa keterpurukannya dulu ketika dibesarkan oleh kedua orang tuanya.
Apa yang kemudian ia ingat sekarang ini adalah flashback berupa penghargaan yang diberikan berupa kado filosofi 1 bijih gabah yang bersumber dari kedua orang tuanya.

Seperti itulah sukses bagi anak tersebut yang dulunya hanya bercokol dari tunas padi. Tentunya bagi si anak, filosofi gabah padi bukan merujuk kepada materi dan sebidang petak sawah. namun anak tersebut sudah merasa cukup senang dengan benda tumpul yang disebut Motor.

Seaindainya saja motor butut tersebut masih ada, si-anak tidak akan mengacuhkan keberadaannya biarpun sekarang sudah memiliki motor baru.
Motor sederhana yang dulunya hanya dipakai oleh orang tua untuk transportasi ojek, baik berangkat maupun pulang kerja.

Disaat usia si anak sudah meninggi dan siap bertransformasi menjadi bocah demi melamar pekerjaan pada usia 19 tahun, motor itu syah menjadi milik pribadinya untuk merantau ke luar kota.

Perjalanan dengan banyak keluh kesah dialami si bocah bersama motor pemberian ortunya ini hingga pada akhirnya berlompat-lompat mencari pekerjaan yang mulia.

Dikota yang berbeda, Si Bocah masih tegar menunggangi motor itu demi mendaftar LOWKER. Beruntunglah, nasib dan budi pekerti yang Ortu ajarkan membuat bocah tersebut menjadi pribadi yang tidak patah arang. Untuk mondar-mandir melengkapi hidup, dan persyaratan Lowker yang di tempuh dari tanah kelahirannya ke destinasi terakhirnya. Semuanya terlaksana dengan penuh sukacita berkat jiwa penyemangat ortu yang menghembus melalui kepul asap motor butut si Bocah.

Momen menarik dari yang dipetik bocah tersebut selain sudah resmi makmur pada usia muda adalah bersyukur yang diberikan Kedua ortunya kala itu hanya sebuah benda yang tidak sedemikian mewah, dan kini telah memiliki motor baru penggantinya.

Demikian-pun si-bocah sangat berbesar hati. Karena dirinya sadar bahwa talenta yang selama ini ia dapat, tidak akan pernah mendurhakai darimana sistem si Bocah dibesarkan.

Mengetahui pemberian kedua Orang tuanya waktu itu besarnya hanya bijih gabah, dan nampak kecil, tapi lambat laun si-bocah makin menyadari bahwa untuk tumbuh berkembang menjadi seorang manusia, harus senantiasa memegang prinsip ibarat padi hijau yang tumbuh, disemai, ditempa dan dipupuk dari kehidupan keluarga sederhana. Tidak akan bisa bertalenta dengan bantuan ortunya.

Untuk menjadi Bijih padi tua yang menguning dan diambil berasnya, tidak serta merta menganggap pemberian sekecil apapun dapat dipergunakan seenaknya. karena dibalik itu semua, ada upaya dan kerja keras orang tua yang diwariskan.
Bijaksananya, jika suatu saat nanti sudah menjadi beras dan menyisakan sebulir gabah kering dengan taraf penghidupan yang lebih baik, si bocah akan tetap mensyukuri apa yang telah diberikan orang tuanya selama ini. Karena untuk menjadi sukses tidak harus diwujudkan dalam bentuk mengangkat piala, namun dengan tetap tidak menyekutukan tugas dasar manusia demi terwujudnya rasa berbakti kepada orang tua.

Terima-kasih

Bocah


Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 5/10/2013 04:24:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar