Blogermie.com: Nikmatnya Pagi Berbingkai Secawan Bubur Srintil

08 Mei 2013

Nikmatnya Pagi Berbingkai Secawan Bubur Srintil

Hari yang Cerah Untuk Jiwa yang Sepi. ..
Itulah penggalan lirik Lagu Noah yang cocok untuk menyambut pagi ini.

Suasana nampak begitu bersahabat. Seperti hari-hari biasa, saya melewati kesehariannya dengan tidak mamatung saja dirumah. Setelah dibangunkan kokok ayam, ritual subuh dan segera meringkas keperluan tidur.
Selalu akan ada momen yang nantinya berubah menjadi sebuah kiasan cerita. Sungguh tak disangka, cerita ini sanggup membangunkan Kerinduan saya yang sudah begitu lama tertidur di dunia kuliner.

Tugas menjadi seorang bapak memang sedang terjadi saat ini. Apapun itu, dibalik segala tanggung jawab yang dipikul, selalu ada senyum melebar dan hati yang terbuka. Tentunya Semangat itu selalu ada disaat-saat mengantar istri belanja di pasar pagi.

Bentangan jarak memang kadang membuat resah jika ditempuh dengan berjalan kaki. Namun teringat akan pesan bu bidan untuk senantiasa mengajak istri jalan-jalan.
Tapi percayalah, Mungkin bagi suami yang baru pertama kalinya, cenderung bosan adalah hal yang belum biasa, Setelahnya akan menjadi makin terbiasa lagi. Untuk menunggui istri berbelanja, Jelasnya penyaluran Hobi jepret kamera saku digital setiap kali berpergian adalah hal yang mutlak bagi saya.

Hampir 15 menit saya menunggu, timbul rasa bosan. Saya bermaksud mencari perhelatan lain agar terhindar pada kejenuhan yang ada, Akhirnya terhenti sejenak setelah melihat gerobak asong penjual bubur. Bukan bubur ayam yang umum dikenal banyak orang, melainkan Bubur srintil.

Tahukah pemirsa, apa bubur srintil ini?

Bubur srintil adalah bubur tradisional yang biasanya disajikan pada acara-acara ruwat desa. Rasanya manis. Ada ketan hitam, dicampuri sagu mutiara, kacang hijau dan sedikit olahan agar-agar. Disajikan pula dengan Gula jawa, dan dilengkapi dengan santan matang.
Dulu sekali, saya selalu menanti bubur tradisional ini hadir di depan rumah. Tapi entah kenapa sudah hampir 15 tahun lebih, saya tidak pernah berjumpa kembali dengan penjualnya.

Perkenalan saya dengan penjual bubur srintil begitu singkat. Sesekali mengamati seorang anak kecil digendongan ibunya minta dibelikan bubur tersebut. Saya merasa pernah mengenang masa kecil itu dipangkuan ibu saya ketika merengek minta dibelikan. Dan lagi-lagi terlempar pada kenangan masa lalu bahwa pernah mengalami kejadian yang serupa.

"Beli berapa mas..?"... tanya penjual bubur mengagetkan.
"Oh..ngapunten pak, saya beli 2 bungkus. Oh ya 1 bungkusnya berapa ya pak..?", tanya saya lagi
"4000" mas. Jawabnya sambil tersenyum
Yaudah pak, saya beli 2 saja...

Dengan piawainya si bapak memainkan centongnya mengisi kantong plastik. Masih tetap sama seperti dulu. Cuma ada beberapa revisi dan variasi pada pewarnaan. Kalau dulu warnanya putih susu, sekarang bisa di variasi dengan warna cuma ijo pandan. Ada pula Merah stroberi. dengan dibalut warna coklat gula aren
penjual Bubur Srintil
Bubur Srintil Ini dimata Penjualnya

Usai membayar 2 bubur srintil tersebut, saya tak lantas pergi. Sambil menunggu istri belanja yang tak kunjung selesai, saya mengajak berbincang sejenak bapak penjual bubur tersebut. Dari awal kedatangannya ke desa ini, sampai proses menjual bubur srintil itu sendiri. Beliau bersaksi bahwa selama menjual bubur, beliau hanya meneruskan profesi ini dari keluarganya. Karena yang beliau ketahui, hampir sanak familinya yang berdomisili di lamongan memang rata-rata bermata pencaharian sebagai penjual dan pedagang. Perbincangan kami sebenarnya cukup mengasyikkan. Namun setelah teriakan nyonya membuyarkan asyiknya perbincangan, saya mohon izin berpamitan lebih dulu. Dan perbincangan tersebut diakhiri dengan bertegur sapa dan mengucap salam.

Selama perjalanan pulang, saya terus menerus menghirup uap bubur srintil tersebut. Sedikit tersisa bagi istri untuk bertanya:

"Ngobrol apa saja mas? kok seru sekali?"
Ah enggak kok dek, Cuma sepenggal kisah klasik yang tidak akan pernah diulang, namun sangat patut dikenang... Antara aku dan bubur srintil ini.

Kamu gak usah minta jatah buburku ya... awas lhoo...!!!"

Secawan Bubur Srintil
Legit Namun sangat mengesankan


Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 5/08/2013 07:56:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar