Blogermie.com: Sahabat Mengikat Persaudaraan ( Trully History 2 )

11 Mei 2013

Sahabat Mengikat Persaudaraan ( Trully History 2 )

Saya sangat membatasi Persahabatan di dunia maya.Itu jelas kenapa? Setiap orang (yang belum kenal saya) menganggap saya terlalu perfeksionis, sowong, aneh, ... Hmm iya, itu karena saya memang memiliki kecenderungan mawas diri.

Faktanya sudah jelas jika;
  1. Saya tidak tahu perangai setiap orang jika bergaul didunia Maya. Pada bagian ini, saya menganggap Tabiat buruk merupakan penilaian di skala mayor, karena kebanyakan sesuatu yang terlontar di dunia maya adalah kata-kata saja. bukan merujuk pada kejadian dan tingkah lakunya sehari-hari.
  2. Beberapa realita yang menunjukkan teman di dunia maya memang teduh di mulut saja. Allright!!. Coba cek, jika diri sobat sedang berada di posisi yang lumayan enak (padahal cuma beruntung)..Berapa jumlah diksi yang dipergunakan para manusia penyaru dan pengiri.
  3. Kecuali saya sudah bergaul dengan empunya dalam 2 dunia, melihat sorot mata dan gaya bicaranya...Sudah cukup bekal untuk mengetahui pencintraan karakter dan sifatnya seperti apa.

Sudah cukup, sekarang saya akan bercerita dengan sahabat nyata saja.

Ya tentunya saya menggunakan profil Fanta (nama beken rekan saya sendiri) yang tempo hari kemarin sudah memberikan pertolongan kepada saya... dan ini merupakan lanjutan cerita http://www.blogermie.com/2013/05/antara-sahabat-pregnancy-dan-balas-budi.html:
*********

Setelah saya betul-betul bingung. Disaat-saat kritis seperti ini, saya masih sanggup memikirkan perasaan seorang teman. Meskipun teman saya memang berniat tulus menolong, tapi yang selalu saya garis bawahi adalah efek dibelakangnya. Jangan sampai jika nanti dirinya mulai bosan, jangan sampai dirinya kecewa, dan jangan sampai teman saya ikut merasakan kesusahan yang saya alami. Karena bagaimanapun dalam menghargai sebuah pertolongan, tentunya tidak mudah bagi siapapun untuk menyikapi sebuah peristiwa dengan perasaan tenang. Dan hal itulah yang sengaja tidak diharapkan jika ada orang lain yang kebetulan berada di situasi kritis yang saya alami merasa tidak ikhlas, kemudian ikut merasakan dampak tersebut.


Jam 17.15 saya lepas landas. Dari sidoarjo menuju surabaya dengan menaiki Mobil Minivan Daihatsu Zebra. Dengan iring-iringan kemacetan di daerah pabrik terasi-taman, Saya berusaha setenang Mungkin. Saya tidak terlalu meriuhkan keadaan istri yang kesakitan. Malah saya bersikap seolah cuek. Cuek yang saya maksud adalah bercanda dengan Fanta yang bertujuan agar si Nyonya tidak terlalu memikirkan sakitnya. Dimulai dari joke-joke ringan, sampai cita-cita masa depan dari pribadi masing-masing.

Memang saya melihat raut gusar istri yang mulai meringis kesakitan. Disitulah saya mengambil alih pembicaraan dengan canda tawa, bercerita masa masa lalu, relation-ship, politik dunia, intertainmet.
Dan Puji syukur, istri mulai turut bersua dan bercerita. Tidak lupa, pembicaraan yang riuh ini disambut bak kacang goreng oleh fanta. Kami bertiga seakan hanyut dengan tidak menghiraukan lagi kemacetan. Sementara istri mulai dapat menguasai diri, terjaga dan tidak terlalu mengelu-elukan rasa sakit yang didera.

Tentunya sebagai pria lajang yang belum menikah, Fanta sangat menyukai Topik perbincangan seperti ini. Kebetulan saya sedang membahas Sebuah Komitmen persahabatan dan komitmen Suatu hubungan.
Yang menurutnya aneh, Saya dianggapnya orang unik, tapi memiliki banyak potensi dan sangat berhati-hati (wah Ge-er aq). Hampir perbincangan kami tidak pernah terputus. Dan lagi bagi fanta, hal baru yang belum dia kuasai, ia dapat memperolehnya dari saya secara cuma-cuma. Demikianpun dari saya, kekurangan yang ada, dapat saya gali dari rekan saya ini kemudian dipetik pelajaran.

17.47, Kami tiba di pintu UGD Ramelan. Anehnya istri sudah tidak merasakan sakit seperti sebelum-sebelumnya. Namun bagi saya, tetap saja hal tersebut harus senantiasa di antisisapi.
Begitu sampai di pintu UGD, saya langsung mendaftarkan dan mengambil kursi dorong demi mengantarnya ke VK bersalin. Tentunya atas kesadaran kami berdua (saya dan istri) tidak begitu saja meninggalkan fanta biarpun rekan saya ini sedang memarkir mobil.

Menunggu 10 menit tidak terlalu lama, Anehnya berulangkali istri mengajak komunikasi ke jabang bayinya sambil ngelus:

"Adik jangan nakal.. Dimarahin ayah, tuh kasian om fanta Nganter kesini. Adek diem dulu ya" sambil ngelus.
Sementara saya cuma tersenyum sambil memperlakukan bayi untuk bisa diajak komunikasi. Menyentuhnya dengan jari telunjuk seraya mengingatkna:
" Hayo dek, mboten pareng nakal, mesake ibuke lho."

Tiba-tiba tingkah laku adek yang tadinya guling-guling, Langsung diem" sesaat dan gak nendang-nendang lagi, gak sakit lagi. Sama persis dengan yang dirasakan istri saya.


Wah... Ridho apalagi sekarang. Dalam hati saya tidak henti-hentinya bersyukur, kehamilan ke3 ini banyak perisitiwa mistis yang sudah menjadi keharusan apabila ditulis dalam sebuah buku. Untuk berjaga-jaga pula jikalau anak ini lahir dan ingin mengetahui riwayat hidupnya sejak dalam kandungan

Om fanta datang, kami sepakat meneruskan perjalanan menuju Vk bersalin

Sampai di Kamar persalinan, Saya disambut perawat dan DM (dokter muda). Sementara bu dokter spesialis menghampiri dengan melakukan uji tes urine, doppler dan observasi kurang lebih 2 jam untuk observasi, tes colok, dopler, bahasa kedokteran gaul lainnya. Sedangkan jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.20,pertanda hari mulai larut. Ini yang membuat saya berfikir "apakah pantas jika saya menyuruh fanta pulang sekarang?"

Segera saya pertanyakan hal demikian kepadanya. Namun dengan rendah hatinya, Fanta justru menolak permintaan saya mentah mentah. Ada sebersit rasa puas, tapi masih menyisakan 2 rasa cemas. Cemas dengan kondisi sang istri, cemas pula jika harus mengorbankan rasa toleransi kepada sahabat sendiri.

"Udah lah mas, Gpp, lagian aq juga sudah terbiasa nganter orang sakit. mending sekarang sampean tungguin saja mbak elly di dalam." sahut fanta

"oalah mas, sebelumnya aq minta maaf lho mas lek ngerepoti. Makanya dari awal tadi aq nggak mbales sms sampean, Takut sampean cuma jadi "Obat nyamuk" disini. saya berharap

Loh lak mesti ngomongnya gitu. Wes tah nggak papa...sahutnya


Daripada saya berdebat dengan naluri sendiri, saya memutuskan kembali ke kamar bersalin sebentar. Sementara Obsevasi belum selesai dan kontraksi bayi mulai stabil, menyempatkan waktu berbincang sejenak dengan bu dokter yang jaga malam itu. Saya bertanya banyak hal.

Dengan ramah bu dokter ( saya lupa namanya) menjelaskan dengan begitu detail Menganai apa yang terjadi dan tindakan urgent apa yang seharusnya saya lakukan. Saya juga bercerita mengenai kronologi kejadian dari awal kehamilan sampai mendekati masa melahirkan. Sedangkan feedback dari bu dokter juga sangat mudah saya terima. Beliau berkesimpulan bahwa beruntungnya si bayi dalam keadaan sehat, meskipun masalah frase melahirkan ada sedikit kerancuan perihal usia bayi dan bentuk diafragma perut istri saya.

Menurut beliau, perhitungan masa kontrol dengan perhitungan minggu yang saya frasekan sendiri tidak cocok. Kalau perhitungan beliau tidak salah, usia janin istri masih berumur 36 minggu jika dilihat dari bentuk perut yang membesar. Sedangkan menurut USG, si janin belum dapat dikatakan genap menuju usia 9 bulan. Sedangkan menurut perhitungan saya sendiri, harusnya si janin sudah berusia 9 bulan lebih 3 hari.. Nah disinilah yang sedikit mbulet.

Perbedaan yang terjadi tidak membuat saya dan bu dokter bersikukuh mempertahankan pendapat masing-masing. Mungkin ini juga murni kesalahan perhitungan saya sendiri. Mka dengan segala kerendahan hati, saya meminta dapatnya arahan dan bimbingan beliau.

"mohon Ijin dok, mohon dapatnya arahan dari njenengan. Asal sitri dan anak saya sehat selalu.

Iya pak, sebisa saya bantu. Intinya begini, Usia bayi bapak memang belum bisa dikatakan 9 bulan. Tapi kalau melihat nemtuk perutnya sitri njenengan, itu sudah cukup. Saya belum dapat memastikan kelahirannya kapan, karena terkadang prediksi bisa salah karena itu juga kemauan Bayinya.

Nah, Kalau masalah kontraksi, langkahnya antisisapi bapak sudah benar. Tapi kalau jeda kontraksinya beruntun, dan mulai ada pertanda umum berupa lendir yang keluar berbau amis seperti air kawah (air ketuban) bercampur darah segar. Segera bapak periksakan ke klinik seceoatnya"
.


Saya mendengarkan penjelasan tersebut dengan menunduk. Namun masih menyisakan keraguan yang memuat saya bertanya demikian:

Lantas dok, kalau begitu istri saya diperbolehkan pulang nggeh dok?".

dengan ramah, bu dokter menjelaskan kembali.

"Kami tidak memaksa namun menyarankan saja. kalau bapak berkenan opname, kami mempersilhakan, tapi kalau opname bisa berhari-hari. Saya kuatir ibunya nanti bosan. Tapi kalau bapak berkenan rawat jalan dirumah, saya selaku dokter cuma menyarankan agar ibunya jangan terlalu sering kecapekan. kalau sudah merasakan tanda-tanda melahirkan segera dibawa kesini ya pak". tukas beliau

Saya cuma bisa mematung dan bengong. Wah santun sekali dokter ini...cantik lagi (maklum otak blogermie sedang rusak jika ingin menolong cewek cantik)

"Kalau begitu, saya haturkan banyak terima kasih nggeh dok." Jawab saya mengakhiri obrolan

Segera saya merapikan tempat tidur, sambil menunggu surat pulang selesai dibuatkan. saya berpamitan keluar untuk melihat keadaan rekan saya.

Sudah seperti yang saya duga. Om Fanta sudah sangat gusar dikerubuti nyamuk. Dalam hati saya berfikir " saya sudah melakukan banyak kesalahan dengan melibatkan orang lain untuk urusan seperti ini".

Saya mendekati rekan saya sambil menepuk pundaknya. Saya becerita dengan apa yang tengah terjadi setelah begitu lama meniggalakan fanta dalam kesendiriannya. bersyukurlah karena fanta sendiri cukup legawa dengan pengakuan dan keterbukaan saya. bahkan dia sendiri berkomitmen siap membantu siapapun dalam keadaan kesusahan.
Sejenak akhirnya, saya mendudukkan diri di samping rekan saya. Kembali menghisap sebatang Rokok demi menghilangkan kepenatan yang ada.
Saya mulai banyak bercerita mulai anekdot apa saja agar teman saya ini selalu terhibur. Hampir 1 jam bercengkrama dengan fanta membuat saya lupa kalau istri saya sedang sendirian di paviliun

Kini giliran saya yang harus mau mengganti balas budinya. Meski hanya terucap dihati, dan sudah cukup puas mengajaknya ngobrol. Saya berencana memberinya reward dalam bentuk makan malam. its gonna be Ok.

Waktu terlanjur larut. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.12, pertanda saya harus undur diri setelah menerima surat pengantar dari VK bersalin. Tidak lupa Sang istri menutup penguhujung malam di VK bersalin dengan saling cipika-cipika dengan para perawat dan para dokter spesialis. [*bagian ini saya kurang beruntung, karena gak bisa cipika-cipiki dengan dokter muda dan perawat yang cantik :'( ]

Kami bertiga menuju lahan parkir dengan ditemani Kurir yang telah mempersiapkan kursi roda memandu kepulangan.

Dalam perjalanan, saya tidak banyak berkata-kata. Selain sudah sangat mengantuk, rasa lapar juga amat menyerang. Sementara jabang bayi dalam kandungan juga merasakan hal serupa. Kami mampir sejenak di kedai sambil melahap Nasi Tumpang

Sepulangnya dirumah, saya mengajak mas fanta menginap. Karena kebetulan dirumah, masih tersisa 1 kamar kosong yang memang saya renovasi khusus bagi tamu dan para sanak famili untuk bertandang. Setelah menina bobokkan adik dan ibunya, saya tidak langsung tidur. Om fanta juga terlihat masih sangat kuat diajak melekan.

Dengan ditemani 2 bungkus rokok kretek dan sruputan kopi luak, Kami sepakat melanjutkan perbincangan yang sempat terputus di Rumah sakit tadi. Om fanta bertanya kembali tentang membangun komitmen dalam persahabatan di dunia maya.

Cukup singkat saya menjelaskannya. Komitmen di Dunia nyata itu beda dengan dunia maya mas. Kalau sampean terlalu yakin dengan siapa yang baru dikenal didunia maya pada tempo waktu yang singkat tanpa mengenalnya lebih dulu. Maka berhati-hatilah. Apalagi kalau sudah semakin teduh dan menjanjikan sesuatu. 


Perlu Mas fanta ketahui, Dunia maya dipenuhi orang yang penuh kepalsuan. Secara lesan dapat mencitrakan dirinya seolah makhluk yang paling teduh, karena sahabat melihatnya dengan kasat mata. Tanpa naluri mawas diri. Cukup dengan tulisan yang memotivasi, belum tentu mencerminkan kepribadiannya. 
Sebagai mujud berjaga-jaga sih memang boleh, terkecuali jika mas fanta memberanikan diri berkenalan langsung di dunia nyata. Baru setelah yakin membangun komitmen. baik laki-laki maupun perempuan, semuanya tidak boleh disepelekan.

Didunia nyata, Ambil secara kongkrit yang dilihat secara panca indra. Melihat, merasa, dan mendengar. Barulah sampean dapat mengerti karakter apa yang dibangun orang tersebut. Sekali lagi mas fanta, berhati-hatilah!!!




Judul: Sahabat Mengikat Persaudaraan ( Trully History 2 ); Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 5/11/2013 07:15:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar