Blogermie.com: Cakrawala Green Hospital-ku.

30 Juni 2013

Cakrawala Green Hospital-ku.

Sebagai seseorang yang pernah menjadi pasien dan kebetulan pernah menjadi cleaning service rumah sakit, tentunya ada semangat dan pendapat yang saya rangkum menjadi apresiasi perihal bagimanakah Green Hospital dibentuk..

Taman Rumah Sakit bukan lagi sebagai hiasan, namun sebagai sarana liburan dan pengusir rasa bosan

Salah satu diantara langkah awal mewujudkan rumah sakit hijau adalah dengan berlomba-lomba memperbanyak kawasan "Green" di masing-masing sektor. Membenahi tatanan taman rumah sakit, dan pula menambah pot-pot bunga di tiap doorloop rumah sakit.
Doorloop Rumah sakit

Membuat taman rumah sakit dengan desaign yang unik sekaligus tepat sasaran, tidak lantas menjadikan Taman Rumah sakit sebagai Maskot hijau saja, Melainkan fungsinya akan sangat bermanfaat sebagai sarana terapi untuk pasien, tempat bercengkarama dan pengusir rasa bosan. Contoh: Sektor Laboratorium dan Sektor Apotik.

2 tempat tersebut yang paling ramai dikunjungi pasien dari pagi hingga petang hari. Saya sering melihat para lansia yang lama mengantri agar general check up terlayani. Dan 1 hal paling membosankan menurut mereka adalah aktivitas menunggu. Untuk itulah sebagai sarana menghibur diri, 2 tempat ini difasilitasi naungan pohon rindang diluarnya. Syukur-syukur disediakan pijat refleksi.
Sektor laborat dan Apotik Askes

Green Hospital sebagai penunjang paru-paru kota
Dengan didirinkan sebuah instansi kesehatan Green Hospital dipusat daerah, sudah menjadikan elemen terpenting penyusun “atsmosfer” udara. Manusia pasti sadar dengan kondisi bumi yang makin menua akibat pemanasan global, Terlebih di kota-kota besar yang riuh dengan polusi akibat emisi oksidan. Sehingga ada benarnya jika rumah Sakit perlu menggalakkan konsep Green Hospital.

Untuk menjadikan mimpi saya menjadi nyata, ada beberapa opsi yang dijadikan objek percontohan di Appoitnment ke dua ini:
  • Lahan parkir Sebagai Lahan penghijauan
  • Green Hospital tidak diukur dari megahnya infrastruktur gedung yang dibangun, namun dapat dilihat dari hijaunya pepohonan. Dan 1 tempat yang layak untuk dikaji adalah areal parkir. Perlu diketahui bahwa Lahan parkir ibarat perisai rumah sakit, Setiap mata pengunjung pasti tertuju di areal halaman. Bukan pada rapi berjejernya kendaraan mewah. Melainkan seberapa sering para pengunjung mengernyitkan dahinya lantaran terpapar panas hanya karena parkir kendaraan di bawah teriknya matahari. Syukur-syukur jika luasnya lahan parkir dapat bermulti fungsi sebagai tempat istirahat dan Areal khusus bebas merokok
    Lahan Parkir Go Green
  • Ultimatum "Bebas rokok"
  • Memang, melarang para perokok aktif adalah sesuatu yang sulit karena sama halnya memusuhi para petani tembakau dan industri rokok itu sendiri. Jadi menurut saya, langkah efektif yang dapat dilakukan rumah sakit ialah cukup “hanya dengan” membatasi ruang gerak para perokok aktif. Karena bagaimanapun juga, hak untuk menghirup udara bersih tanpa asap rokok bukan untuk para pasien saja. Contoh yang bisa dilakukan adalah Revisi Plakat Anti-rokok yang lebih sopan sekaligus Areal khusus bebas rokok
    Kiasan kecil yang menyentuh
Instalasi Sampah dan pengolahan Air limbah Yang terkoordinir
Singkatnya, Rumah sakit hijau harus menyediakan bak penampungan sampah terpisah dengan terlebih dahulu memberi alas ( plastik pembungkus ) yang berbeda. Misalkan Sampah kering diberi tas plastik berwarna Hitam, sampah basah berwarna putih, sedangkan sampah medis berwarna kuning.
Pemisahan Sampah basah dan sampah kering
Sedangkan Untuk Pengolahan Sampah medis padat dan limbah cair seperti jarum suntik, botol-botol insulin, bekas cucian darah, organ hasil operasi, tumor dsb, sudah seyogyanya pengelola rumah sakit mengakomodir tersedianya IPAL( instalasi pengolahan air limbah) dan tidak lupa Insenerator+ (tungku pelebur limbah padat) sebagai dasar pengelolaan sampah mandiri.

Untuk penempatan areal penampungan sampah dan pemusnahannya-pun sebisa mungkin dijauhkan dari areal bangsal rumah sakit guna menghindari pencemaran udara.
Insenerator dan IPAL
Kanal Air Bersih Jika sewaktu-waktu diterkam banjir
Pengelolaan air bersih sudah selayaknya dijadikan prioritas, karena sumber daya alam ini menyangkut kebutuhan pokok sehari-hari. Demi menjaga ketersediaannya, membuang sampah, dan tidak meracuni sungai bisa dijadikan tauladan yang paling sederhana. Namun yang tidak kalah penting adalah memperhatikan siklus air itu sendiri. Apabila siklus berjalan diatas normal dikarenakan perubahan iklim, kemungkinan akan terjadi banjir. Sebaliknya, apabila siklus air lebih lambat kemungkinan akan terjadi kekeringan.

Nah, tugas sebagai managemen rumah sakit hijau adalah merekayasa beberapa faktor yang mempengaruhi siklus air dengan tujuan mengurangi dampak buruknya, seperti membuat wilayah resapan air, Toren-toren penyimpan air dan Pembuatan Gorong-gorong.
Untuk mencadangkan air bersih sendiri, Selain kerjasama dengan pihak terkait seperti PDAM, green hospital harus lebih loyal mengelola air tanah yang telah lebih dulu diolah melalui IPAL. Dengan metode mengalirkan secara estafet dari bak-bak penampung untuk mengedapkan zat-zat tertentu didalamnya. Baru kemudian, bisa mencadangkan beberapa unit Watertreatment dibeberapa titik strategis untuk siap dialirkan ke hydrant-hydrant kamar mandi demi tersedianya air bersih. Kalaupun hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir maupun paceklik datang, tidak mempengaruhi aktivitas pelayanan seperti biasanya
Watertreatment
Peremajaan peralatan penunjang klinis yang steril dan higienis
Bicara perihal alat-alat klinis, mungkin pasien manapun tidak ingin sebuah tindakan operasi dilakukan dengan mempergunakan peralatan yang tidak steril. Paling tidak secara berkala, peralatan medis seperti gunting bedah, pisau, pinset dsb, rutin di sterilkan dengan jalan dibakar, direbus maupun diganti/sekali pakai. Guna terhindar dari infeksi beserta penyakit lain yang timbul karena kurang higienis, maka diperlukan pengawasan yang betul-betul cermat serta berkesinambungan. Maka dari itu, secara berkala 1-3 bulan sekali perlu dibentuk suatu tim SWAT khusus untuk menguji standarisasi peralatan klinis rumah sakit

Observasi Antibiotik dan tersedianya Anti septik
Flu burung adalah flu jenis baru yang sekarang ini banyak dikenal orang. Bisa jadi ditahun yang akan datang, muncul regenerasi virus baru yang kebal dengan antibiotik. bahkan ada mikroba yang tidak akan mati meskipun sudah disterilkan pada suhu tinggi. Tidak menutup kemungkinan sepeninggalan Flu babi, muncul pula virus lain yang telah berevolusi menciptakan penyakit baru seperti Flu Tomcat, maupun Flu monyet.

Untuk itulah Upaya Rumah sakit untuk menanggulangi hal yang demikian dengan selalu melakukan penelitian terhadap antibotik yang mereka miliki. Mengaudit kembali farmakologi guna menciptakan obat-obat jenis baru yang lebih ampuh memusnahkan mikroba sebagai tindak pencegahan. Termasuk dalam hal ini menyediakan cairan Antiseptik dibeberapa titik rumah sakit yang rentan bersinggungan dengan pasien/pengunjung seperti di pintu UGD, ruang rawat inap, subdep anastesi, kamar mandi poli dsb.

Green Hospital telah menempati piramida tertinggi kesehatan. Bukan lagi sebatas mimpi, namun menjadikannya cakrawala agar penerapan pola hidup bersih dapat terwujud. Selain pula sebagai pengukur tingkat kepuasan pasien, pastinya akan menunjang manfaat lain yang saling berkesinambungan antara pengelola rumah sakit, lingkungan, dan juga masyarakat setempat
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 6/30/2013 11:56:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar