Blogermie.com: 'Imunisasi dibalik sebuah Tanggung Jawab Besar [Part-1]

20 September 2013

'Imunisasi dibalik sebuah Tanggung Jawab Besar [Part-1]

Mendengar Kata Imunisasi, Demikian bukan hal baru didunia Kesehatan. Namun bagi sebuah keluarga sederhana seperti saya, ini merupakan sebuah langkah besar untuk membiarkan sang buah hati berkembang secara fisik.
Disamping memberikan perlindungan agar si anak kebal dengan penyakit tertentu, ada sebuah reaksi positif yang dapat diambil bagi saya selaku bapak sebagai media belajar. Tentu melalui proses belajar inilah, saya dapat menyimpulkan bahwa Imunisasi tidak hanya dijadikan alasan sebagai dasar pembentukan sistem kekebalan manusia sejak lahir, Namun juga sebagai penghubung tali asih antara bayi dan Orang tuanya.

Baik proses imunisasi yang telah ada saat ini berupa yang tetes telan, maupun injeksi yang tujuannya agar anak kebal penyakit sejak dini, si-Immah secara teratur mendapatkan perlakuan spesial ini ditempat saya bekerja. Dokter telah menganjurkan beberapa jenis vaksin yang katakanlah umum diperoleh bayi seusia Immah yang diantaranya: BCG, DPT, Campak dan Polio.
Dari beberapa Proses imunisasi tersebut, Immah baru mendapatkan 2 jatah vaksinasi DPT dan BCG. Itupun masih dijeda lagi sesuai tingkatan usia dan rentan waktu yang berbeda.

Sejak usia Si-Imah dihitung memasuki bulan ke 1, 2 dan yang ke 3 nya, Puji syukur, bekas vaksinasi yang disuntikkan tersebut ada yang memberikan efek berhasil. Siimah jadi doyan minum susu, dan Alhamdulillah Tambah Gemuk. Seringkali saya sendiri kewalahan jika dalam 1 bulan bisa menghabiskan 3--4 kaleng Susu Formula. Tapi saya cukup puas diberi kebahagiaan ini

Tapi ada juga efek samping Imunisasi yang hanya bersifat sementara seperti luka melepuh dilengan kanannya. Kalau tidak salah ini adalah hasil reaksi vaksinasi BCG.
Reaksi ini adalah wajar, namun Jika Para Orang tua kurang waspada dalam merawat dan mesntrilkannya, terkadang bisa mengakibatkan infeksi.
Yang menandai jika imunisasinya berhasil dapat dilihat jika muncul benjolan bercampur nanah. Kalau timbul, para orang tua tidak usah merasa cemas karena Lama-kelamaan benjolan teresbut akan meletus sendiri selama prosedur perawatan lukanya benar.

Begitu pula reaksi sekejap pasca imunisasi yang membuat orang tua seperti saya resah. Kondisi Psikologi utamanya, yang kerap terjadi adalah bayi sering rewel karena efek vaksin (Kuman/bakteri/mikroba yang telah disunat atau dimandulkan) bekerja efektif pada malam hari. Ketika tertidur, Vaksin ini bekerja bersamaan dengan waktu bayi dalam keadaan terbaiknya berkembang, yakni pada saat terlelap. Maka jangan heran jika demam tinggi, anda yang merasa orang tua harus menyiapkan antibiotik untuk menurunkan demamnya. Menjumpai demam dimalam hari seperti ini memang terkadang sedikit merepotkan, jelas nantinya membuat si bayi menjadi rewel diikuti perilaku Ibunya yang ikut-ikutan bawel. *Peace

Nah, tugas baru yang baru saya pelajari adalah menyeimbangkannya. Menjaga siimah ini tetap nyaman. Namun disisi yang lain menjaga perasaan si istri agar senantiasa harmonis, tidak lantas kekesalan dilampiaskan dengan cara tercela maupun uring-uringan. Dan satu hal yang mengikat tersebut tak lain dan tak bukan adalah berusaha sabar dan membangun kekompakan. Karena dengan kekompakan inilah, Sibayi akan turut merasakan terangnya hidup meskipun badannya agak meriang. Paling tidak untuk saat ini dan sterusnya...Aminn.

..............................

Contoh peristiwa yang menurut saya dapat dijadikan sebagai renungan terjadi di kamis kemarin. Si-imah berhasil mendapatkan imunisasi DPT season keduanya meskpipun rada meronta-meronta. Naman Tak seperti Vaksinasi pertamanya yang berjalan khidmat, disamping tempatnya kurang memadai dan berisik, simah semakin hiperaktif saja di kenaikan usia pertamanya. Si-immah juga mulai mengenal Rasa takut ketika melihat Orang asing yang hadir membawa peralatan medis seperti suntik maupun stetoskop.

Kalau ekpresinya mulai mengerut, Itu tandanya dia gerah dengan sekelilingnya. Apalagi kalau bibirnya melengkung sampai sudut terendah 30 derajat nyumping kebawah, Itu sudah menunujukkan emosionalnya cukup mendasari agar cepat-cepat menangis.

Dengan sangat teliti, saya mengamati perkembangannya sepulang kerumah dengan terlebih dahulu membeli Plester Penurun demam, Sirup Paracetamol, Kapas/Kassa, Alkohol, Minyak angin dan tak lupa sebilah Golok Tajam.
Demi keperluan, memang ada detail alasan kenapa anda harus membeli + tercengang dengan beberapa peralatan yang telah saya sebutkan diatas


.............Bersambung
Judul: 'Imunisasi dibalik sebuah Tanggung Jawab Besar [Part-1]; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 9/20/2013 05:51:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar