Blogermie.com: Reuni dalam Potret jingga Masa Lalu (Catatan yang tidak pernah terhapus)

08 September 2013

Reuni dalam Potret jingga Masa Lalu (Catatan yang tidak pernah terhapus)

Sekelabat bayangan masa lalu kembali membingkai naluri. Setelah menerima Undangan tak resmi dari salah seorang teman SMP berupa sepotong sms, untuk ke-3 kalinya, saya harus kembali membaur dengan masa-masa saat masih hitam putih dulu.

Lebih tepatnya Hitam putih sebuah era ketika saya masih berusia belasan tahun. Dengan tinggi pupus jagung, namun hanya memiliki sejengkal impian konyol ingin menaklukkan impian orang dewasa, walaupun tengah menyadari bahwa tingginya usia tidak akan mampu mengusik kenangan sepanjang masa tersebut.


Bicara perihal Kenangan sepanjang masa, baik saya maupun Siapa saja, pasti pernah mengalami masa- indah semasa hidupnya.
Jujur dalam hati, satu diantara ritual kehidupan ini, langkah seseorang ditentukan dengan apa yang mereka perolah ketika masih muda dulu. Dan hal yang paling berkesan itu terdapat ketika kita mengalami proses belajar dibangku SMP. Bekal itulah yang cukup untuk mendewasakan anak cucu kami agar terus berburu dan berguru kepada pengalaman

Ketika masih SMP, Saya dan teman-teman lain berkumpul menjadi satu disebuah area kelas, menimba ilmu. Banyak cerita lucu, ada pula sepenggal cerita jenaka. Mulai dari cerita warkop dki, hingga asmara cinta monyet, semuanyanya nampak begitu indah. Biarpun kehidupan para penghuninya banyak dilatar belakangi masyarakat petani, namun dalam mempelajari hidup, kami sangat menghormati sebuah toleransi, apalagi jika ada penggalangan dana untuk teman satu kelas yang sedang jatuh sakit. Alasannya juga masuk akal, agar kami bisa pulang lebih dini. $#@---0_o

Saya pernah Ingat Hal yang menggelikan dimana 1 kelas 2E hampir tidak lulus Ijian Cawu 1. Bukan karena kelas kami yang paling bodoh jika dibandingkan dengan kelas yang lain, namun karena sudah ada niat bersama agar selalu mencotek dalam suka maupun duka. Yang pintar harus segan berbagi dengan mereka yang telat mikir. Yang telat mikir-pun harus legawa jika dipakai tenaganya secara kasar sebagai buruh.

Bagi kami, Kuantitatif lebih dominan. Percuma jika kualitas hanya dimiliki satu orang saja, sementara potensi yang ada tidak dipergunakan untuk berbagi, tetap saja bagi kami,  dia lebih bodoh bagi yang lain. Tidak ada yang sok-sokan pintar, tidak ada pula yang ingin menjadi benalu. Namun kesederhanaan dan keterbatasan hidup yang kami alami tak menjadikan kehilangan senyum dan enggan berbagi. Ini semata-mata dikorbankan dengan satu tujuan. Kami ingin lulus bersama, itu saja..

Reuni dalam Potret jingga Masa Lalu
Seperti sedia kala: Ada waktu dimana kami harus berdebat secara ideologi. Namun kali ini masih tersisih waktu untuk bercanda

Menjelang Kelulusan, kami menyadari satu sama lain saling kehilangan. Satu diantara kami bersumpah bahwasanya kita akan betermu lagi, berkumpul kembali meskipun kodrat kami nantinya berbeda dan wujud yang berbeda pula guna membina persahabatan ini hingga akhir

Hari ini, Janji tersebut terpenuhi. Menyatukan semua perbedaan dalam 1 korelasi.
Biarpun dulunya predikat kami hanyalah sekumpulan anak kampung yang menentang angin, Alhamduliialh kebersamaan itu terwujud.
Sungguh, banyak perubahan yang terjadi di sana-sini

Dalam hal ini, kami sejengkal lebih maju dibanding orang kota berpendidikan yang piawai dengan banyak teori, kerap menjadikan toleransi sebagai kata-kata beragam alasan. Sementara kami telah lebih dulu menjalankan toleransi melalui cara aneh namun sangat bermakna.

Reuni dalam Potret jingga Masa Lalu
Kawan: aku hanya sekumpulan Energi yang tidak beraturan. Tanpa kalian, aku hanyalah debu yang bisa musnah kapan saja

Kami memang telah tumbuh dewasa, Tapi tatkala sudah bertemu dan berkumpul lagi melalui reuni, sejenak segala keluh-kesah raib begitu cepat. Seolah kami datang dengan membawa satu tujuan, melupakan prinsip dan keegoan masing-masing

Di rumah inilah kebersamaan itu bersemi kembali. Tak terkecuali hari itu.


Sidoarjo, 08 September 2013
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 9/08/2013 06:30:00 PM

2 komentar:

  1. Met malam Mas,

    Bagus nih tulisannya. Reuni, kembali bersatu...
    Indah ya sejenak berkumpul kembali dg sahabat-sahabat lama. Kadang lupa usia, ngakak penuh canda...
    Kebetulan, kemarin sabtu pun saya bertemu dg beberapa sahabat SMA saya. Saya baru sadar kalau kita telah meninggalkan bangku SMA 30 tahun lalu. Serasa baru kemarin masa SMA nan indah dilalui bersama.
    Boleh cekidot di link ini http://sisihidupku.wordpress.com/2013/09/08/30-tahun-berlalu-sudah/

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. senang rasanya melihat pakde mampir kesini. Ini cuma tulisan sederhana kok pakde, plus catatan penutup tahun sebelum salah satu diantara kami berpisah, karena ada beberapa teman yang pergi meniti karir. Salam hangat

      Hapus