Blogermie.com: Dukungan 68 tahun PLN, dan gamang yang kini Tegak dalam Terang

26 Oktober 2013

Dukungan 68 tahun PLN, dan gamang yang kini Tegak dalam Terang

Saya hanya tersenyum melihat hasil jepretan foto Menara sutet yang buram itu. Senyum yang lantas melemparkan ke sebuah masa di mana saya pernah hidup di kondisi yang buram, cenderung remang seperti halnya ketika desa saya belum dinaungi cahaya.

Andaikata menara tegangan tinggi ini tidak berdiri 20 tahun silam, mungkin anak saya nantinya tetap mempertahankan metode lama disela-sela waktu belajar. Menggunakan lampu minyak, mengaji dengan hidung penuh kuah, untuk keesokan harinya, belajar menahan diri ditertawakan teman-temannya sekelas. Saya tidak ingin hal serupa terulang kembali pada generasi saya selanjutnya. Meskipun tak henti-hentinya tersenyum secara diam-diam, saya berusaha mengumpulkan lagi apa yang terjadi tempo dulu tanpa aliran listrik dari PLN.



Sebelum menjadi Blogger terganteng sepanjang masa, tak tertandingi sepanjang segala abad versi John Pantau, ada history yang sempat tertinggal ketika cupu-cupunya menjadi bocah. Saya tidak ingat pasti, kapan bapak pasang listrik.
Dari mulut bapak, beliau bersaksi kalau pasang listrik era 90-an sangat merepotkan.

Tanpa bantuan calo yang mahal, tanpa kenalan orang dalam, pasang listrik menjadi suatu momok di siang bolong. Harus berlari kesana-kemari dan diwajibkan membayar sejumlah uang muka di luar koridor. Bapak tidak bisa apa-apa dan harus pasrah daripada terus menerus menggunakan energi alternatif minyak tanah meskipun murah tapi lekas habis. Bapak terpaksa harus menandatangani beberapa berkas berisi permintaan di luar ketentuan.

Tak dapat dipungkiri di tahun-tahun berikutnya, Keluarga saya sangat bergengsi telah pasang Listrik sendiri. Dengan daya 450 watt, dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun seiring bertambahnya waktu, saya beserta saudara yang lain beranjak dewasa, kebutuhan makin membumbung tinggi, biaya sekolah pun demikian. Namun berkat inisisasi bapak yang rela gali lobang tutup lobang, kebutuhan alat-alat tulis saya dan iuran bulanan sekolah tetap terpenuhi, A.K.A berhutang. Hingga pada suatu ketika kebutuhan lainnya juga semakin melonjak di tengah badai krisis moneter tahun 1998.

Saat itu keluarga saya hampir berpikir bahwa bumi sudah akan kiamat. Di era Para demosntran dan mahasisiwa melakukan demo besar-besaran untuk menghilangakan ISU KKN di birokrasi pemerintahan. Spanduk dan Plakat bertuliskan Anti KKN bertempelan di mana-mana. Menjadi bukti peringatan keras agar instansi negara, aparatur sampai BUMN untuk mulai bergerak bahu-membahu membasmi Korupsi. Satu-satunya BUMN yang kala itu menjadi sorotan Reformasi adalah PLN.
Keluarga kami yang notabenenya tidak tahu apa-apa hanya bisa berharap dengan adanya Reformasi, budaya negatif bisa segera berakhir.


Mengangkat nama PLN Bersih sebagai bentuk reformasi, sama seperti menelan pil pahit peristiwa masa lalu keluarga.
Dengan mengangkat isu berkembang yang saya tangkap saat ini, PLN sebagai Instansi besar berstatus Perusahaan yang berhasil menjadi tokoh diktaktor energi yang telah banyak mempersulit masyarakat dalam mengelola sumber daya dan hajat hidup orang banyak. Seolah olah di sektor energi inilah, para pegawai PLN merasa berkuasa untuk mengatur semaunya jika ingin pasang listrik...

"mau tidak mau.. ya begini...!"

Jujur saja, pernyataan diatas bukan atas dasar dibuat-buat. Setelah akhir Millenium kedua. Kong-kalikong PLN masih kerap terjadi, dalam skala kecil dimana sebuah bengkel bubut, dapat dengan mudah di loloskan mendapatkan jatah tambahan daya secara ilegal. Pemilik bengkel bubut kaya raya, tetangga merana karena listrik sering mati-pet..

Walaupun penertiban cuma dipakai sebagai alasan teknis, masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang sudah seharusnya mendapatkan penertiban. Seperti contohnya studio musik yang bisa terbilang ramai untuk anak seusia saya.
Karena dulunya saya juga suka Ngeband dengan rekan-rekan sekolah SMK. Si-pengelola studio musik itu bisa puas menyalakan lampu penerangan tanpa "Njegleg" hanya dengan daya 900 watt, padahal AC dan studio hidup 24 jam penuh tanpa henti. Di belakangnya, seperti ada pihak yang sengaja membantu memuluskan jalan menyimpang ini.

Atau hal lain yang membuat salah seorang tetangga yang notabennya orang kaya, berani melakukan cara-cara yang tidak syah. Mengotak-atik KWH meter dengan tujuan menambah listrik lebih besar dari daya tersambung. Sudah tahu-tahu mempunyai Hajatan menikahkan anaknya, masih saja Spanyol (separoh nyolong) tanpa memperdulikan hak orang lain. Alhasil 1 minggu kemudian, desa saya yang harus terkena dampaknya dengan memperoleh sangsi tegas pemadaman total.


Waktu itu, saya mempunyai apriori negatif bahwa reformasi PLN Bersih itu seperti cuma dipakai sebagai pemanis bibir saja. Kinerja PLN itu bisa menjadi kaya mendadak dengan dukungan orang-orang seperti ini dengan unsur pembiaran. Budaya "Wani Piro" kembali mendapat tempat pada masa itu.
Pantas terlihat banyak sekali obyekannya PLN. Di lain sisi ketika terjadi pemadaman yang hampir sering kali terjadi. Saya dan keluarga tidak tahu harus bicara apa jika hal yang demikian saja tidak bisa ditolerir, bagaimana seumpama saudara maupun kolega saya menemukan jalan buntu ingin pasang listrik baru, sementara PLN seolah-olah tak butuh dan tak mau tahu :)


Saya tidak ingat betul tanggal berapa kala itu, di tengah gamang yang ada, bapak menemukan sedikit jalan terang ketika bapak ingin menambah daya listrik yang tadinya 450 watt menjadi 900 watt pada tahun 2008. Karena waktu itu status saya masih lajang dan kebutuhan listrik menjadi kepentingan primer teramat sangat untuk mencuci, menanak nasi, dan mengisi bak mandi disela-sela 3 saudara yang lain belum ada yang berkeinginan untuk menikah dan tetap tinggal 1 atap.

Semua proses pendaftaran, bapak lakukan sendiri dengan mendatangi kantor PLN cabang Sidoarjo. Walaupun kondisi ketika tiba di kantor PLN, bapak dihadang calo, bapak tidak peduli dan tetap berpendirian ingin mengurus sendiri.
Ketika sudah duduk di meja costumer service, kelihatan sekali proses pendaftaran sampai pemasangannya pun dibuat seolah olah tarik-ulur dengan pihak PLN. Alhamdulillah dengan beradu mulut, keinginan pasang baru itu terwujud setelah melampirkan beberapa berkas Surat Pajak Bumi Bangunan, dan KTP untuk dapatnya memperoleh Sertikat laik Operasi (SLO)

PLN, Remang yang berangsur-angsur Cemerlang
Tahun 2011, Diawal menjalani kehidupan berumah tangga. Saya sudah mengutang untuk memiliki sebuah rumah mungil. Semangat bapak untuk tetap mandiri tersebut saya perteguh dengan memberanikan pasang listrik sendiri.
Seperti halnya kronologi yang bapak lakukan waktu itu dengan metode membawa map berisi KK, surat pembayaran tagihan listrik terakhir milik bapak, KTP, materai dan atribusi lainnya, prosedur konsumen untuk pasang listrik baru tetap sama. Namun di lain sisi, banyak mengalami perubahan di segi pelayanan dan sangat transparan.

Saya tidak harus antri lama-lama di meja resepsionis, calo-calo jarang berkeliaran di kantor PLN (sedikit), dan senangnya bukan main tatkala pasokan listrik bisa langsung dinikmati tanpa harus menunggu berbulan-bulan setelah di audit tim survey lokasi. dan Jebretttt...! :D

Mengurus Izin Layak Operasi, sekarang lebih mudah dan ternyata murah

Disamping pelayanan PLN yang lebih kompeten kala itu lantaran mendapatkan penawaran biaya pemasangan yang terjangkau jika dibandingkan mengurus lewat perantara calo, saya menerima banyak pencerahan tentang Standar Operasional Prosedur PLN yang dimaksud dari pihak PLN. Bagaimana proses penyambungan listrik PLN distribusi bisa sampai ke tangan konsumen, semua dijelaskan dengan rinci dan terbuka. Termasuk dalam hal ini PLN yang telah bekerja sama dengan vendor/mitra ke 3 terpercaya untuk diberi kewenangan tugas instalasi pemasangan listrik dari tiang PLN menuju rumah konsumen.
Dengan kata lain, PLN tidak bekerja sendirian, sehingga wajar bila lambatnya pengerjaan dipengaruhi juga oleh panjang-pendeknya rantai distribusi, medan/lokasi dan pengadaan suku cadang.

Lembar yang berisi beberapa Mitra PLN yang bertugas Survet dan instalasi Jaring pasang Baru

Dengan memaklumi hal yang demikian, saya tersanjung dengan pencapaian PLN selama ini. Karena sebagai pelanggan baru, kali pertama kedatangan saya ke kantor PLN, diperhatikan betul sebagai konsumen yang butuh pertolongan. Sejauh ini, akunbilitas saya sebagai konsumen di akui, dengan catatan, konsumen yang lain harus bersedia mengurus sendiri pemasangan listrik tanpa harus melalui calo.

Ketika saya tanya tentang Calo, Mbak resepsionis yang cantik itu malah membantah dengan senyumnya yang lembut:

Maaf Mas, kami tidak berhubungan dengan Calo...!

OOh...So sweeeet :D

Bukan hanya menyadari bahwasanya mengurus sendiri pasang baru ternyata lebih mudah, tampaknya PLN mulai berbenah diri dalam melakukan loncatan Inovasi, seperti kebijakan listrik pra bayar. Dimana material KWH meter telah disempurnakan menjadi LPB bersistem Digital. Dengan memasang listrik dengan material baru yang telah di standarisasi PLN ini, bisa di jadikan pembanding apabila kita masih menggunakan meteran lama. Dampaknya sungguh luar biasa. Selain jumlah kwh yang terpakai lebih transparan dan akurat, tidak ada yang namanya Abohnemen :D.
Tinggal memasukkan 20 digit nomer tokennya, otomatis Pulsa listrik akan terisi secara otomatis. Jelasnya sangat membantu saya secara realtime dan tidak takut lagi jika sewaktu-waktu rumah sedang kosong tak berpenghuni, tidak ada kwh yang berjalan selama MCB saya matikan [Untuk tutorial membeli Token Listrik Via Internet Banking dapat dilihat melalui halaman ini http://www.blogermie.com/2013/04/cara-beli-token-listrik-prabayar-via-mandiri-internet.html



Tak lepas siapa dan apa yang membuat PLN menjadi besar waktu itu, Pemilik nama besar Bapak Dahlan Iskan memang sudah teruji seantero PLN pusat memberi angin segar bagi keluarga saya. Jelas ini merupakan gebrakan baru bukan karena beliau memang penuh pesona seperti saya ...hahaha.
Tapi berkat gebrakan baru seperti kartu listrik prabayar, saya tidak perlu repot-repot ke kantor PLN untuk membayar tagihan listrik bulanan. Cukup duduk dilayar monitor laptop dan membeli token listrik melalui internet via mekanisme PPOB (Payment Point Online Bank). Jauh tertinggal seperti bapak saya yang masih menyetor pembayaran ke kantor Pos.

Hingga saat ini meteran listrik saya masih berjalan 2 tahun. Syukur Alhamdulillah tidak menemukan kendala yang berarti. Meteran tidak pernah rusak kecuali pemadaman listrik jika prioritas memang diperlukan dari pihak PLN demi kepentingan bersama misal ada penggantian Trafo atau ketika ada hujan disertai petir melanda sehingga perlu penggantian Sekering.

Meteran Listrik lama milik bapak, dan meteran Listrik Digital milik saya yang terlihat lebih Elegan :D


Stigma terhadap PLN yang dulunya samar-samar, kini mulai terlihat terang ketika melihat Team P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) sebagai team penertiban di lapangan menggunakan mobil keluarga dengan menenteng tangga aluminium di atasnya, sering mondar-mandir dengan Logo baru "Pelayanan Tanpa Suap".
Jika ada industri yang bandel, nekat mencurangi maupun rumah tangga perorangan yang nakal mencuri listrik, tinggal mengaudit, survey, sampai konsekuensi putus arus listrik tanpa pandang bulu. Menandatangani surat penertiban dan siap diglendeng ke kantor PLN untuk menempuh jalur hukum. Ingin tutup lapak atau membayar denda.
Ini yang yang kala itu membuat saya terperangah dengan kinerja PLN

Dilain sisi, Petugas gangguan yang bekerja 24 jam siap disiagakan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik, atau jika gardu listrik meledak akibat kelebihan beban. Ini merupakan sebuah bukti kepedulian PLN dalam menjalin interaksi dan kepuasan pelanggan.


Karir Gemilang yang harus diteruskan

Tak Terasa, 68 tahun PLN menerangi tanah air Indonesia tercinta. Tak terasa juga masa jabatan pak Dahlan Iskan digantikan oleh Bapak Nur Pamudji, namun bukan berarti berganti pucuk pimpinan, semangat PLN untuk menghapus korupsi luntur begitu saja. Melalui kepemimpinan yang baru, Pak Nur Pamudji, PLN makin solid dan mandiri melayani tanpa terpengaruh arus politik negara kita.

2 Direktur yang berani dan punya banyak terobosan baru

Untuk itu, sudah sewajarnya saya mendukung tugas keduanya sebagai tanda ucapan terima kasih yang sangat. Karena tanpa jasa beliau-beliau ini dan PLN pada khususnya, listrik mengalir tanpa putus, lampu neon tidak lagi redup jika tetangga punya hajatan, dan aktifitas menulis menjadi lancar jaya.

Melalui pengalaman, riset, dan referensi yang kemudian saya tuang ke Blog ini, sejenak saya diingatkan kembali 4 butir pilar PLN yang dibentuk Bapak Nur Pamudji selaku dirut PLN. Berikut ulasan saya:.


Partisipasi

Sistem yang baik dan terarah tentunya dilandasi berdasarkan pergantian petinggi pln yang sama-sama membawa semangat anti korupsi. Baik partisipasi jabatan direktur PLN di pegang oleh kedua beliau ini [Pak Dahlan dan Pak Nur] telah membawa dampak positif kepada seluruh direksi guna memikul tanggung jawab tanpa takut menjalankan pelayanan sesuai Standart operasional yang ada di tubuh PLN.

Jika pemimpinnya sudah enggan Korupsi, maka bawahannya juga akan berfikir seribu kali apabila ingin melakukan perbuata tercela itu. Dengan demikian. efek "Menulari" secara positif akan dapat terasa disegala strata, bahkan sampai kelas pegawai tingkat bawah. Dengan saling kompak, semangat Good Corporate Governance (GCG) akan tercipta.

Karena PLN tidak bekerja sendiri, baik tugasnya juga patut diawasi. Satu diantara tugas partisipasi tersebut menjadi tanggung jawab kita juga, selaku masyarakat yang ter-identifikasi memperoleh manfaat dan kebanyakan terkena dampak korupsi. Karena kini PLN Bersih sudah komitmen, jangan segan memanfaatkan ketersediannya layanan pengaduan PLN maupun pertanyaan melalui Email,surat kabar maupun sosial media via twitter PLN jika ada oknum-oknum nakal yang ingin memanfaatkannya situasi tenang saat ini

Integritas

Integritas itu sederhananya bagaimana menjalankan sesuatu dengan jujur, gigih, ulet, dan berkompetisi dengan sehat. Kalau sudah begini, erat kaitannya dengan SDM para pegawai PLN yang membawa mental korupsi atau sebaliknya. Kita tidak akan mungkin menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada pegawai yang sudah tak lagi produktif dalam segi usia dan tidak mampu bersaing secara sehat. Apalagi sampai Ouput yang kita terima selaku masyarakat selalu dibuat geram dengan pelaku korupsi yang itu-itu saja. Pemain lama di jajaran PLN seperti inilah yang seharusnya di bina, jika tidak mampu dievaluasi, sangsi peringatan atau tindakan tegas misal mutasi atau pemecatan agar tidak berimbas kepada sektor pelayanan

Opsi ini sepertinya sudah dibaca betul oleh PLN jika suatu saat paceklik SDM. Dengan menjaring SDM-SDM muda yang tidak hanya berbakat, namun bermartabat. Tiap beberapa tahun sekali akan ada lowongan pegawai PLN yang diumumkan secara Online dan gratis. Melalui uji kompetensi secara selektif dan kondusif dengan menjalin kerjasama instansi terkait seperti Universitas teknik, Rumah Sakit sebagai jurinya, diharapkan peserta yang lolos akan sesuai kriteria yang diharapkan.

Para SDM PLN yang terpilih akan diberikan kesempatan untuk tampil didepan mengutarakan ide-ide cemerlang mereka. Inovasi terbaik yang kedepannya juga demi kesejahteraan dan perbaikan PLN yang lebih baik. Dari sinilah akan tumbuh tunas-tunas kepemimpinan yang mampu bersaing sehat dan mampu meningkatkan skill tanpa mesti takut tidak memiliki uang sogokan

Transparancy

Saya tidak perlu lagi memperpanjang deskripsinya, karena sesuai pengalaman dasar pasang baru Listrik Prabayar, dari awal, Staf Costumer Service sudah menjelaskan detailnya dengan gamblang mulai dari proses alur pendaftaran pasang baru, tata cara pembayaran online melalui bank, tata cara menggunakan kartu Kendali Prabayar. yang semuanya itu baru saya sadari.
Langkah efektif ini sudah tertuang jika menggunakan lajur online melalui Website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php. jika ingin melakukan koordinasi pasang baru dan tambah daya, situs itulah rujukannya

Di segi pelayanan inilah, saya diberikan akses yang mudah dalam proses pembayaran listrik. Ambil misal ketika membeli token listrik via internet banking. Meski di lain sisi ada nominal uang yang harus saya keluarkan, bagi saya pribadi manfaatnya cukup menebus rasa puas karena tidak perlu repot lagi keluar rumah kepanasan, tidak perlu repot antri berdesakan di loket pembayaran. Dan yang tidak kalah penting, ngirit pengeluaran transportasi..hehehe.

Selain itu, berdasarkan materi referensi yang saya dapat, Mekanisme pembayaran via PPOB seperti ini mendorong praktik yang lebih transparan guna mencegah terjadi transaksi gelap diluar ketentuan jika menggunakan listrik pascabayar. Dimungkinkan pula menghindari kecurangan petugas pencatat meter yang mendatangi ke rumah konsumen dengan dalih mencatat beban listrik, (kecuali petugas yang ingin minta uang pelicin dari konsumen demi tujuan tertentu).

Tanpa menunjuk siapa-siapa, PLN menyadari jika ini merupakan langkah awal bagi BUMN yang dipercaya masyarakat yang mampu memperbaiki dirinya sendiri. Melalui pendekatan publik secara formal, dalam hal ini wawasan dan edukasi. PLN siap bersaksi dihadapan 100 blogger mewujudkan PLN Bersih, tanpa suap, tanpa pungli, gratifikasi dan korupsi disela acara yang diadakan PLN bersama BLOGDetik di Senayan City (4/10/2013).

Bukan hanya itu, PLN menyatakan siap jika sewaktu-waktu diperiksa tim KPK.
PLN berusaha membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat bahwa partisipasi masyarakat seperti kita juga sangat berpengaruh demi membuka praktik-praktik korupsi pada skala kecil demi kepentingan yang transparan, jujur dan terbuka.
Ini seharusnya layak ditiru bagi instansi-instansi lain jika ingin bertranformasi ke arah yang lebih baik tanpa harus menunggu pelaku korupsi kepergok, baru menyesali diri.

Akuntabilitas

"Manusia saja bisa mati, masak listrik ngga boleh mati? "

Pernyataan tersebut sempat mencuat sebagai bentuk kontroversi. Walaupun menurut siapa saja pernyataan tersebut manusiawi. Namun, pada konteks psikologis dan managerial, pernyataan tersebut jelas sarat dengan masalah jika membuktikan faktanya secara teknis di lapangan.
Setidaknya, Orang yang mengatakan demikian gagal membaca psikologis konsumen pengguna listrik. Bahkan, boleh jadi pernyataan semacam itu tidak mencerminkan Akunbilitas terhadap kepiluan masyarakat akibat pemadaman aliran listrik.

Oleh karenanya Pintu Whistle Blower sengaja dibuka lebar-lebar oleh PLN. Demi mencegah terjadinya Korupsi, Kolusi dan nepotisme dimasa-masa yang akan datang. Akan lebih baik mengenal kekurangan yang terjadi pada tubuh kita sendiri. Sebelum pernyataan-pernyataan yang cenderung seenaknya seperti diatas didengar orang lain. Syukur alhamdulilah apabila PLN telah dengan sigap mengevaluasi dengan cepat, menerima masukan-masukan yang obyektif dari pelanggan dan tim satu korelasi. Jika bukti yang terkumpul sudah banyak dan akurat, kebijakan yang berujung tindakan positif, harus berani melawan jika ada keganjilan dalam tubuh PLN,..hukum harus ditegakkan kembali. Karena dengan hukum yang sesuai dan syah, Respon bagus seperti ini pasti mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya rakyat kecil.

KERJA SAMA DENGAN TII
Memuaskan semua pengguna Listrik seluruh indonesia tercinta ini tidaklah mungkin. Namun pada masa kepemimpinan pak Nur inilah, PLN sudah jujur memberikan informasi yang diperlukan pelanggan dengan beragam etika berkomunikasi yang tersedia saat ini. Untuk menjamin PLN bersih tetap kokoh berdasarkan Tonggak ke 4 Pilar diatas, agar tetap berdiri dalam pengawasan, PLN telah bekerjasama dengan TII. Memperbaiki sekaligus mengaudit bidang pelayanan dan pengadaan yang banyak menjadi sorotan publik. Karena melalui penyidikan pada sektor pengadaan inilah, di tengarai Politik uang, "Money Laudry" beserta nama keturunannya berkumpul menjadi satu.

TII merupakan NGO GLOBAL yang memiliki kontrol dalam melaksanakan Good Corporate Governance (GCG). Dengan menjalin kemitraan antara PLN, pelanggan, vendor/mitra kerja maupun stake holder lainnya sama-sama dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan korupsi. Menciptakan PLN yang didasarkan pada tata kelola perusahaan yang baik dan benar, transparan dan anti korupsi. Ini semua demi PLN Bersih.

Kerjasama yang berkonsep dengan dibentuknya Tim tangguh yang siap menerima aduan atau komplain dari pelanggan yang langsung memiliki akses dengan Staf direksi PLN agar dapatnya dihubungi oleh setiap orang. Sehingga permainan Politik uang dalam pengadaan barang Abal-abal yang tidak sesuai Standarisasi PLN, Penimbunan material listrik diluar ketentuan hukum, budaya "Sunat-menyunat" kabel KW yang beresiko mencelakai pengguna dapat dilimpahkan aduannya secara langsung.

Implementasi Peduli PLN bersih bersama Blogger

Beruntunglah dengan mediasi blogger yang tengah saya tekuni saat ini, Saya bisa menyalurkan aspirasi saya melalui BLOG ini. Tidak ada keraguan dan bimbang ketika banyak keluh kesah yang tak bisa saya beserta keluarga sampaikan ke Pihak PLN.

Besar harapan implementasi PLN bersih yang digalakkan BLOGdetik dengan kerjasama mengadakan Kontes "Blogger Dukung PLN Bersih", mampu menerima masukan dengan bertujuan mewujudkan PLN yang bersih, benar-benar komit dengan Motto pelayanannya "Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik".



Nah, sebagai bentuk upaya Blogger Dukung PLN Bersih, Beberapa opsi fungsional dibawah ini yang patut mendapat perhatian khusus bagi badan PLN guna mencegah praktik korupsi yang antara lain:
  1. Kampanye berupa stiker, banner, Logo, ikon, pin yang bisa dipasang di dunia nyata maupun maya. Kalau perlu Stiker-stiker tersebut bukan hanya dipasang di rumah, tapi di Mobil-mobil petinggi PLN beserta kendaraan dinas yang dipakai selama ini. Untuk tidak sekali-kali memberikan uang tips, uang rokok, uang makan dan uang apapun kepada petugas PLN ketika melayani masyarakat dalam pemasangan listrik
  2. Sistem pengaduhan sebagai bentuk feedback dari konsumen dengan menghubungi nomer telpon 081281022000 maupun melalui akun sosmed PLN Peduli, dibuka seluas-luasnya. Kalau bisa dibuat semarak mungkin, menghadirkan Kuis, Minigame, maupun Polling yang sifatnya memberi pencerahan dan edukasi yang bertujuan merekatkan citra PLN sebagai Pengayom Wong cilik sehingga sulit ditemukan indikasi sembunyi-sembunyi dan asumsi masyarakat makin percaya ke arah positif
  3. Dengan tema baru, PLN lebih sigap memberikan Reward kepada pelanggan-pelanggan lamanya yang sudah berani jujur tidak nakal, pelanggan yang tidak pernah terjerat kasus pelanggaran Listrik. Pegawai-pegawai PLN yang kompeten membantu pelayanan tanpa unsur suap mulai dari proses tambah daya, ganti nama, dan pasang baru-pun juga sama sama diberikan hak berupa Promosi jabatan/hadiah dengan catatan bagi karyawan PLN yang hanya memiliki raport biru saja
  4. Kampanye Hemat Energi
  5. Bekerja sama dengan pemerhati lingkungan, PLN juga boleh menggandeng Supplier, Blogger, atau segala aspek yang sifatnya saling memberikan kontribusi baru dalam upaya penghematan litrik. Entah itu dengan mengadakan pendekatan melalui seminar, kunjungan, hiburan sepeda santai (Gowess) dll. Bersama dengan mereka mereka ini, Menggali ide segar tentang segala bentuk sumber daya organik dan mengurangi dampak buruk pemakaian Gas pada bola lampu Neon. Dalam hal ini penggunaan lampu Led. Atau juga mencari sumber alternatif energi yang lainyang lebih Efisien

Tak lupa, upaya pencegahan korupsi dalam arti umum yang harus masyarakat terapkan pada aktivitas yang ada saat ini juga tidak kalah penting yakni:
  1. Melakukan semua proses Pendafataran, pemasangan listrik baru, tambah daya sesuai prosedur yang syah dari PLN. Jangan melibatkan Pihak ke 3 jika tidak ingin celaka. Karena saya yakin, PLN dengan senang hati melayani kita jika kita sendiri segan mengoptimalkan akses PLN. Datang sendiri ke Kantor PLN untuk mendapatkan Sertifikasi layak Operasi (SLO)
  2. Tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat menganggu ketertiban arus lisrik yang sah. Penggunaan listrik dengan cara mencantol langsung dari jaringan listrik PLN, " mengotak-atik" KWH meter dengan maksud menggunakan listrik lebih besar dari daya tersambung. Kalau tindakan ini tidak diberikan sangsi tegas, akan sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
  3. Menghemat penggunaan listrik rumahan. Pemakaian seperlunya, secara tidak langsung kita telah mengurangi ketergantungan subsidi yang notebenenya subsidi tersebut diperuntukkan kepada rakyat kecil yang tidak mampu. Kalau masih ada yang ngotot boros listrik, berarti kita lebih terhina dari orang miskin
  4. Bagi pelanggan lama yang masih menggunakan Meteran listrik manual -pascabayar (bukan Prabayar) akan lebih baik membayar tagihan Listrik 1 minggu sebelum tanggal jatuh tempo. Syukur-syukur tanggal 1 pas :D

Dukung penerbitan Buku Anti Korupsi "Saatnya Hati Bicara" secara Global

Selama ini asumsi publik hanya menilai keterpurukan PLN sebagai hal yang dipandang lumrah di segi Mayoritas, Namun kita seolah menutup mata bahwa upaya dan fakta pekerjaan mereka dilapangan sangat beresiko. Kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari jika ada pegawai pelayanan yang meninggal tersengat listrik. Kita mungkin tidak akan mengetahui jumlah pekerja PLN Outsourcing muda yang terjatuh dari menara sutet ketika menjalankan tugas. Atau petugas P2TL harus dihadang sekelompok massa karena tidak mau listrik mereka dicabut paksa dengan tujuan penertiban. Ironis memang, Karena kita sama sekali tidak peduli efek dibelakangnya.

Mereka tetap juga manusia seperti kita, butuh makan dan menafkahi anak istri. Tidak semua pegawai PLN itu bercitra buruk. Ada beberapa yang boleh dikatakan jujur menjalankan tugas. Dari minoritas yang demikian inilah pasti ada yang tidak menginginkan pekerjaannya selalu dikaitkan dengan suap, bisa jadi karena kesalahan Sistem dari pendahulunya, sedangkan karyawan tersebut cuma mendapat getahnya dan dengan terpaksa tutup mulut.

Melalui sebuah buku berisi kisah dan pengalaman para pegawai PLN dalam menegakkan integritas, melawan korupsi dan suap serta meningkatkan pelayanan dengan judul "Saatnya Hati Bicara" ini bisa menjadi cerminan bagi kita. PLN bukan satu-satunya perusahaan yang berusaha bangkit, Lebih kepada mau berbenah diri dan mau mentoleransi. Inilah kelebihan yang melekat pada diri PLN sekrang jika dibanding Instansi lain yang beraninya sembunyi-sembunyi, tapi berteriak-teriak pencuri

Saya lebih menyukai apabila buku ini bisa diterbitkan di semua publisher mayor maupun Indie. Diharapkannya dengan harga terjangkau atau kalau perlu Gratis. Akan lebih bermanfaat jika dibaca dalam bentuk Buku ketimbang Ebook. Karena diwilayah pelosok yang selama ini belum terakses listrik, belum terakses internet, para masyarakat bisa lebih memaklumi jika ada sedikit hambatan perihal distribusi listrik, Lokasi yang sulit ditempuh, dan cuaca yang amat sangat mempengaruhi lamanya proses Instalasi. Cukup dengan buku ini, Masyarakat sudi mentolerir.

Dengan buku tersebut, masyarakat akan terdorong motivasinya untuk membaca. Pun seyogyanya solidaritas bersama, dengan rasa tenggang rasa inilah masyarakat juga tidak harus banyak berkeluh kesah mengingat PLN beserta direksi juga butuh dihargai atas jasa pelayanan yang diberikan untuk kemakmuran indonesia tercinta ini. Tanpa perlu khawatir, karena bagaimanapun juga, lambat laun budaya Korupsi akan dapat dikurangi

Kalaupun bisa, bekerja dengan dinas pendidikan untuk memasukkan sebagian isinya menjadi Kurikulum baru agar edukasi tentang pentingnya menghindari korupsi bisa ditanamkan sejak dini


Penutup

Pemirsa, Sudah saatnya bagi kita dan PLN tidak saling menutup mata, namun saling berbagi rasa. Seperti Motto iklan rokok yang saya temui di jalan sore ini. :D
Angkat bicara bukan karena takut salah, daripada kita mematung membiarkan negeri ini sakit untuk selamanya. Semua elemen masyarakat jangan sampai terbawa krisis kepercayaan terhadap PLN, selagi PLN tetap mau berkomitmen ‘PLN Bersih’.

Di tengah berkurangnya Sumber Energi fosil saat ini. Kedepannya, melalui SDM-SDM baru yang telah dibina PLN akan dapat mengangkat Potensi sumber daya lainnya guna menciptakan terobosan baru. Memberikan kesempatan telenta Indonesia yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk bangkit. Walaupun Nyatanya, masih banyak diantara kita belum bisa jujur mengakui Bahwa tanpa bantuan PLN, kita akan selamanya berada di masa gelap gulita dan tidak akan menemukan jalan terang...demi Indonesia yang lebih baik.

Sampai akhirnya tulisan ini terbit, saya menggeser pemahaman miring yang semuanya terpatahkan...menunjukkan apabila gamang yang saya alami sekarang berangsur angsur berubah menjadi senang. Kepercayaan terhadap PLN berangsur-angsur membaik. Tegak kembali dan kokoh seperti Menara Sutet itu.

Terima kasih kasih kepada PLN dan kru yang bertugas dimanapun anda berada. Kedepannya saya hanya ingin PLN benar-benar Merealisasi penghapusan Outsourcing. Peduli juga kepada nasib pegawai yang sudah tua-tua, selama bekerja profesional bertaruh nyawa, tapi tidak jelas dengan masa depannya yang hanya menggantungkan Kontrak perpanjangan kerja melulu. Cuma itu sedikit kritikan yang bersifat membangun dari saya, guna PLN yang makin terang :)

Salam rukun

REFERENSI
1. Pengalaman pribadi & Riset
2. Tulisan narasumber:
  • http://akudanpln.blogdetik.com/tentang-pln-bersih-2/
  • http://plnbersih.com/blog/2012/06/14/reformasi-pelayanan-konsumen-listrik/
  • http://plnbersih.com/blog/2013/03/27/peluncuran-buku-anti-korupsi-saatnya-hati-bicara
  • http://blogdetik.com/2013/10/07/pln-blak-blakan-di-hadapan-100-blogger/
  • http://www.pln.co.id/?p=9143
  • http://id.wikipedia.org/wiki/whistler blower
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Stakeholder
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntabilitas

GAMBAR

1. Dokumentasi Pribadi:
2. http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/
3. http://plnbersih.com/blog/2013/10/17/dirut-pln-raih-bung-hatta-anti-corruption-award-2013/
Judul: Dukungan 68 tahun PLN, dan gamang yang kini Tegak dalam Terang; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/26/2013 06:05:00 PM

58 komentar:

  1. Selamat sahabat yang hebat...anda memenangkan kontes dari Blogger Dukung PLN. Semoga kisah anda mencapai keberhasilan akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi teman teman yang lain. Sekali lagi seamat dan hebat untuk kontennya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ndak hebat mas, saya yakin cuma bejo
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. KEREEEENNNN, analisisnya komplet bangedsss... semoga bisa jadi suntikan energi positif buat seluruh keluarga besar PLN! Bravo PLN!

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin..semua juga berharap ke arah itu mas :)

      Hapus
  3. layaaakkkk, komplit dan indepth gini, pantes donk menang ;)
    Selamat yaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. tunggu seminggu lagi mbak uniek, ada kejutan buat penghuni warung blogger.

      Hapus
  4. keren.. pantas jadi pemenang dapat 10 juta :) .

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih jeng.
      jangan ketinggalan ya, webe banyak punya hajatan sebentar lagi

      Hapus
    2. Warung Blogger bukan?! .. hajatan apa nih :D .. masih newbie saya :)
      yuks share dong .

      Hapus
    3. sampean tengok WEBE ada kontes kecil2an mbak tia, lumayan buat menyemarakkan rasa syukur bersama. kaosnya keren lho persembahan mbak nichie

      Sampai kapan sampean bicara newbie, sudah menang kontes nulis itu prestasi lho. patut disyukuri...
      Gak ada blogger beristilah newbie yang mau berusaha meskipun nyatanya gagal dan jatuh ribuan kali, yang pada akhirnya rasa tersingkir itu membuat blogger itu bangkit dan nemu ritmenya nulis versinya sendiri.

      Rasane aku gak nemu itu setiap kali sampean ikut kontes, tulisan apapun...

      hahha. aku koyo mbah kakung sing wes tuwek lek nulis ngene...salam

      Hapus
    4. manggut-manggut..


      yowess aku masih harus banyak belajar.. belajar belajar dan bersyukur :)
      wassalam.

      Hapus
    5. Kalau nggak paham juga, lain kali bawa speaker corong. Masukkan wejangannya melalui telinga kiri, lantas mengeluarkannya lewat lubang kentut...:D

      Hapus
  5. Selamat mas menjadi sang jawara
    Saya ikhlas dg keputusan dewan juri
    Krn Saya akui tulisan mas emang super duper bagus
    Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya hanya melihat gambaran di menara sutet itu mbak, tulisan ini hanya mewakili agar harapan saya tidak rubuh

      Hapus
  6. saya akui admin blog ini hebat...Anda yang menang lomba blog Yamaha lalu kan ... matap gan 2 kali menang 20 juta masuk kantong :) salutttttttttttttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mas, dana itu diberikan bukan tanpa maksud. Alokasinya juga bukan untuk saya nikmati sendiri. Dan puji syukur, semata-mata untuk sosial

      Sekali lagi terima kasih telah menengok lapak saya :)

      Hapus
  7. Selamat menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah 10 juta

    BalasHapus
    Balasan
    1. ucapan selamat mengalir pula buat seluruh peserta :)

      Hapus
  8. Balasan
    1. bukan layak mas teguh, namun cukup membuat instansi lain juga wajib untuk terbangun..hehe

      salam dari timur

      Hapus
  9. Upss... asli keren mas. Anda layak dapatkan memang. Jempol deh...

    Salam kenal saja ya.
    http://bit.ly/1gg4KeA

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas nuzul kalo ndak salah anggota webe senior nih :)
      wah, saya merasa keciiil gitu mas

      Salam kenal dari jauh juga mas nuzul

      Hapus
  10. selamat jadi juara pak.. artikelnya lengkap

    BalasHapus
  11. komplit dan bagus banget mas tulisannya.. salut ^^b

    BalasHapus
    Balasan
    1. salut juga buat kunjungannya mbak kesini.
      trims sudah mampir ^_^

      Hapus
  12. Selamat Pak,
    Tulisannya bagus dan komplit, gak salah kalau jadi juara #1.
    Sukses selalu Pak Heru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih pula pak rustam
      sejahtera untuk kita semua :)

      Hapus
  13. Selamat yah, tulisannya emang keren :)

    BalasHapus
  14. wogh, komplit buanget. layak menang. selamat ya, mas. :)
    ternyata, penghuni WB, ya? aduh, saya yang ga kenal nih sama temen2 WB -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. tulisan ini hadiah saya untuk webe mbak isti
      jangan segan mantengin grup ya

      salam ukhuwah :)

      Hapus
  15. Mas Heru, coool bgt deh ^^

    Congratz n keep humble yaa

    Salam Kenal

    BalasHapus
  16. Wah mas..mesti ngos ngosan membacs tulisan anda...tp emanng top dah..btw...anda wartawan ya... krn dr cara analisa dan penulisannya...sepertinya gayawartawan banget.....selamat ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya buka wartawan kok mbak, cuma melihat apa yang tersaji.
      eman kalo tidak ditulis

      Hapus
  17. Selamat ya...
    Ikut senang. Cara menulis yang enak untuk dibaca. sippp bangedddd!

    BalasHapus
  18. Selamat ya gaaan;) Emang keren dari cara pemaparannya nggak ribet

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mas angga.
      selamat datang di blog saya :)

      Hapus
  19. Selamat mas jadi Pemenang UTaman,
    Cerita PLN dari Pengalaman dari tahun ke tahun.
    Pas Jadi narasi alur cerita dan Status PLN yang kini yang bersih yang butuh pengakuan Blogger sehingga di buatlah perlombaan PLN bersih.
    Sekali lagi Selamat untuk cerita Sejarah Kehidupan dengan PLN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih juga atas kunjungannya pak :)
      Antara takut juga kalau harus membeberkan paparan kinerja PLn dulunya seperti itu. tapi saya rasa kesempatan ini cocok dijadikan alasan mengeluarkan uneg2.

      alhamdulillah, fakta dilapangan sudah berubah kok pak. PLN sudah komit, kalau ada sesuatu yang kurang beres,, mending saya tulis aja dah.

      Sekali lagi terima kasih.


      Hapus
  20. Hebat ! :)
    Pantas buat dapet 10juta..artikelnya mantep :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin,, jika kurang berkenan dengan tulisannya, dengan rendah hati...mas rifin bisa langsung mention saya di @heruxumi

      trims

      Hapus
  21. Selamat ya pak telah memenangkan loba blog #PLNBersih

    Semoga artikel bapak ini bermanfaat bagi semua masyarakat terutama masyarakat indonesia yang benar benar masih membutuhkan PLN

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mas kuncung, menulis buat menatar uneg-uneg tanpa harus usil. kalau ada ketidakberesan di badan PLN, tinggal ditulis tanpa menyalagi etika menulis itu sendiri. bebas tapi sopan

      Hapus
  22. Wah selamat yach telah menjadi yang nomor 1. terutama Rp 10jt nya :)

    BalasHapus
  23. wah, selamat nih 10 jt lagi, terakhir saya liat lomba yamaha xeon rc jg menang 10 jeti ...kereen..

    Wah kalo bisa nih di buat kan artikel award kontes blog agan biar kami bisa sedikit nyontek kata-katanya ,,, hihihi itung-itung buat belajar ...

    Salam blogger tangerang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dibuat Sticky post berisi artikel award, sepertinya enggak dulu mas datoe, Menjauhkan kesan congkak, pamer dsb.
      Kalau berkenan monggo dicopy, barangkali dari blog ini ada yang bisa diambil manfaatnya.

      n_n

      Hapus
    2. Oke gan....
      Oh kalau soal copy paste sih ane jarang gan, ane lebih sering mampir disini aja, kadang kalau ada kontes blog barulah ane liat postingan disini, kalau soal manfaat sih banyak gan, buktinya berkat postingan agan saya bisa menang lomba kopi good day kmren, sya terinspirasi sama tulisan xeon rc agan, makasih juga ya ... ni linknya (sekalian mampir gan hehee : http://catatan-kk.blogspot.com/2013/08/kopi-instan-cappuccino-good-day-kopi.html

      Hapus