Blogermie.com: Gita - Ana. Selamat Menempuh Malam Pertama

28 Oktober 2013

Gita - Ana. Selamat Menempuh Malam Pertama

Satu diantara kebutuhan biologis
Satu diantara alasan kenapa anda harus rela berkorban demi seseorang
Satu diantara tujuan awal memiliki keturunan yang sehat jasmani dan rohani
Satu diantara alasan kenapa harus saling mencinta

Dari opsi diatas, saya-istri baru menemukan 3 dari beberapa ulasan yang telah kami patenkan. Walaupun tak dipungkiri (yang belum menikah pun) pasti merunut no 1 sebagai hal yang sifatnya primer.
Ok..ok, saya harap pemirsa tidak terlalu berasumsi negatif dulu. Karena yang saya tulis ini adalah anekdot dengan pesan moral yang paling sopan


Berhubung kali ini topiknya masih didalam tema Bulan penuh berkah, (red:Dzulhijah) yang identik dengan bulan gemar-gemarnya para orang tua saling mengawinkan menikahkan anak mereka. Saya akan bercerita sedikit dengan banyolan urban dengan salah seorang rekan yang semalam sempat saya kunjungi karena sedang melangsungkan resepsi pernikahan.

Di postingan kemarin, kembali saya tuliskan nama Gita Lestari sebagai prolog cerita ini. Yah, sebagai teman akrab sejak usia TK sampai SMK, wajar jika kami tak pernah terpisah. Hanya beberapa tahun belakangan setelah lulus Sekolah kejuruan, kami mengejar karir masing-masing. Saya pergi ke Gresik, sementara gita terlihat asyik dengan pekerjaannya dengan menjadi salah satu karyawan Pabrik Kopi -Kapal Pa'i-.

Mungkin sebagian dari kita, atau bahkan tak satupun pemirsa yang memiliki teman sejawat mulai dari masa TK, sampai beranjak gede-pun, semuanya masih merasa segan, dan saling butuh dukungan.
Tak ada alasan satupun yang bisa memutuskan tali silaturrahmi. Tapi beginilah hidup yang realistis itu, Hidup yang harus senantiasa mengisi. Ditengah Abu-abu, kita punya warna sendiri untuk menorehkannya

Diawali saat mengantar kartu undangan seminggu yang lalu, kami ngobrol ngalur ngidul, dan puncak perbincangan kami diakhiri dengan topik yang rada NGERES, dan I.N.T.I.M.
Dengan sedikit ekspresi malu-malu kucing, Gita bertanya dan mencolek saya seolah memancing jawaban itu dari saya.

Sambil berbisik:"
Her!... aq arep takon, tapi ojo sampe ono bojomu
(*Her!... Aku pingin tanya, tapi jangan sampai ada istrimu)

Saya berfikir apa yang akan ditanyakan Gita ini, pastinya banyak mengundang seribu kata su'udzon. Dalam keraguan yang ada, saya menghardik diri saya sendiri dengan banyak teka-teki

"ah, jangan-jangan Gita menikah hanya karena tertangkap Tamtib
"ah, jangan jangan Gita Nikah, hanya butuh pinjaman uang untuk beli mahar"

Pokoknya didalam benak saya, pikiran selalu condong ka arah negatif. Karena yang menurut saya logis dan mengherankan setelah lama bersahabat dengannya, Gita tidak pernah seserius itu kalau bertanya. Dan yang saya ketahui, Gita adala type orang yang cenderung ceplas-ceplos.

Ketika teman saya ini akhirnya terdesak dengan bahasa tubuh...kerut alis pada dahi, akhirnya dirinya mengakui satu hal yang perlu untuk dia jawab sendiri.
Ini yang mebuat saya tertawa lantas tertawa terbahak-bahak

Lha gak tertawa bagaimana, saya yang selama ini mengagungkan Gita sebagai figur seorang kakak, kok malah seperti Pitik Keleleken karet *Ayam Sayur Kelolotan Karet Gelang... hanya karena masalah "Kurang Jantan".
Mbok apa ya pantes, karena saya merasa bukanlah suplemen yang mampu meningkatkan gairah hidup

*Cimeng = julukan saya waktu SMK

Meng!.. Gimana rasanya itu?
Ah..biasa, karena belum dicoba...
Kalau sakit bagaimana?...
Ah biasa, karena sakit itu perlu...
Kalau asyiknya gimana?..
Ah biasa, yg namanya surga dunia
Kalau ketahuan mertua..?
Ah biasa, kan namanya manten baru


Terakhir Gita mengakhiri pertanyaaan itu, menguntit peristiwa yang membuat kami tertawa lepas di masa-masa SMP. Tak henti-hentinya kami saling membuka memori-memori lama yang selama ini terkubur. Kami akhirnya kembali dekat satu sama lain.

Kalau aku tiba-tiba ngorok, kemudian tertidur sebelum waktunya...gimana meng?
Nah, itu baru luar biasa!, tinggal ambil raket listrik aja Git', Ntar kalo kamu malu, suruh saja istrimu meletakkannya di bawah kolong tempat tidur



Kami berdua makin tertawa lepas dengan saling mengeplak bahu pertanda persahabatan yang makin solid.

Ketika tawa terdengar keras dan sempat membuat Irma terbangun dari tidurnya, Ibunya Irma melempar popok pertanda marah ke muka kami.

Opo ae yoooooo...!

***
Pemirsa,
Menikah akan menjawab keragu-raguan yang sahabat alami ketika masih melajang dulu.
Dengan menikah, kita tidak akan menjadi manusia egois, tentunya setelah melewati masa menikah dengan tujuan halal dengan niat, tegak lurus Ridho-nya tatkala bibir ini mengucap lafadz Ijab Qobul..

Yang perlu disiapkan bukan hanya malam sehari dimana kita mampu merenda kasih itu saja, namun memantapkan hati sebelum malam berganti pagi, sebelum fajar menyingsing...Malam harus diisi dengan persiapan penuh ibarat "aku mati esok hari". Kita tidak akan tahu kejadian setelah kita terbangun, terburu-buru senang setelah menikah hanya menjadi jiwa makin takabur, yang akan menghadapkan kita dengan beragam persoalan yang belum tentu terselesaikan. Namun ketika permasalahan datang mendera..kita sudah punya keteguhan hati, ada jeda pula menghadapi sesuatunya dengan tabah.

Perseteruan adalah bumbu segar saat menjalani rumah tangga, yang perlu dicatat bahwasanya jika kita sedang berada didalam krisis emosional seperti itu, jangan pernah curhat ke lain orang, kecuali kepada pasangan dan kepada Allah SWT, Maha segala pemberi pencerah dan maha segala pemberi kelapangan

Untuk Gita beserta Istri tercinta. Terima kasih atas sajian khas berselera kemarin malam 27 Oktober 2013. Kedepannya, semoga menjadi Keluarga sakinah mawaddah warohmah..Amiin..
Munajat doa akan senantiasa mengiringi perjalanan asmara kalian dalam mengarungi bahtera hidup
Pernikahan Gita dan Ana
Maaf Foto saya dan Istri terhalang Tiang (kuade)Pelaminan itu.
Jadi sengaja saya crop :D

Baidewe, yang ingin mengetahui kelanjutan malam pertama si Gita dan istrinya, silahkan klik Url Video yang saya peroleh dari Youtube ini =========> http://www.youtube.com/watch?v=Veqv0xO5nMc&feature=related
Judul: Gita - Ana. Selamat Menempuh Malam Pertama; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/28/2013 08:28:00 AM

8 komentar:

  1. Saya...saya belum menikah sih, tapi udah keburu baca. jadi ngga apa-apa kan? hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak apa-apa mbak asma, yang penting jangan beli sengatan listrik :)

      Hapus
  2. semoga dengan perseteruan dan masalah rumah tangga bisa menjadi sebuah pupuk dalam menjalin kasih cinta sepanjang masa

    BalasHapus
  3. Huahahah kocak... saya belum nikah jadi gak tau apa maksud tulisan biru dan ungu yang dicetak tebal diatas heheheheh (jangan anggap serius komentar ini karena ada kura-kura dalam perahu). Tapi jawabane tok cer, beberapa teman yang sudah menikah ditanyai teman-temanku yang belum nikah (aku sih cuma bagian ngrungoke wae), malah yang ditanyai yang malu hahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah,, sama kaya aku dulu sebelum nikah. setelah nikah...kesimpulannya cuma 1... monggo kalau berkenan dijawab sendiri :D

      Bukan prioritas lho ya... ada hal lain yag sifatnya hablumminallah..Salam

      Hapus
  4. hehehe

    semoga Gita dan istri langgeng selalu, ya aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok ngguyu bun? Pasti ada udang dibalik rempeyek..hahaha
      Aminn.. turut mendoakan dari jauh

      Hapus