Blogermie.com: Hari Blogger Nasional, Tentang Suratan

27 Oktober 2013

Hari Blogger Nasional, Tentang Suratan

Hari Blogger Nasional jatuh bertepatan dengan Hari ini, Minggu 27 Oktober 2013. Hari yang sebenarnya penuh intrik lantaran stock Rokok Dji-sam soe telah kehabisan. Memaklumi hari ini adalah tanggal tua menjelang bulan oktober tutup usia, saya lebih memilih tidak lama-lama keluar rumah.

Sepulang kerja sore tadi, langsung saya buka laptop, menancapkan modem CDMA.
Di sudut teras rumah ini, saya melepas haus dengan posisi mata menghadap ke jalan, dan menyimak segala yang melintas. Cuaca begitu cerah cenderung panas namun di tempat inilah selalu memberikan rona segar cenderung dingin.

Duduk bersebelahan dengan irma dan Ibunya, Si Irma meyakini bahwasanya ayahnya mulai kembali mengalami depresi akut, karena berulang kali ibunya menyahut dan tidak didengar, menunjukkan kalau si bapak memang sedang tidak ingin diganggu.

Hampir 15 menit saya duduk, termenung dengan pandangan menyapu luas ke depan. hanya sekali menolehkan kepala menghadap Irma, anak perempuan saya mulai bisa tersenyum.
Kendati membalas senyuman itu dengan tertawa, saya tidak terlalu menghiraukan kehadiran ibunya.

Suatu ketika, melintas segerombolan anak berseragam muslimah, dengan kopyah putih menutupi kepala mereka. Ada yang memakai celana panjang, namun ada juga yang tak demikian. Sambil berjalan. mereka tampak riang bergurau. Sesekali satu anak berkacamata di antara mereka menundukkan kepala sambil membaca buku saku kecil berbentuk IQro', sementara rekan lainnya mendorong bahu sesamanya. Lantas yang lainnya mengeplak kepala si kutu buku itu. Lalu tawa pecah tergelak di antara mereka.

Sambil mengamati perilaku si kutu buku itu dari kejauhan, satu persatu saya buka kembali tulisan-tulisan lama waktu kecil yang sempat beberapa tempo hari saya publish. Saya rindu sekali masa kecil ketika masih doyannya menulis dan baca buku. Melihat anak kecil itu, saya terharu secara diam-diam dengan apa yang telah saya lakukan selama ini.

Jauh-jauh sebelumnya, kesenangan yang saya peroleh melalui Aktivitas Ngeband, Nge-game, Chattingan Via Mig33 maupun memancing, ternyata hanya bersifat sementara. Ketika menyadari orang-orang disekeliling saya mulai bertambah dewasa, kepentingan itu tiba-tiba hilang. Teman-teman tak lagi riuh membicarakan cheat game, Chord Gitar, atau jenis racikan apa yang cocok untuk memancing bandeng...semua kembali seperti sedia kala dan terlihat sunyi. Pun tiada lagi yang menganggap hal-hal tersebut sebagai hobi yang istimewa selain buang-buang waktu. Saya mulai merasa ditinggal sendiri dalam kesepian

Hingga suatu ketika, teringat salah seorang teman yang menyarankan saya untuk kembali eksis menulis cerita semasa SMP dulu, saya tergerak mengikuti perkataannya:

"Jadilah dirimu sendiri..seperti waktu itu"

Di usia saya yang ke 27 tahun ini, saya menemukan ventilasinya dengan menulis. Apapun yang menurut saya tidak akan terlewat, pasti akan dotulis. Dengan Menulis, saya bukan hanya memperkuat naluri saja, tapi belajar melihat sesuatu dengan nurani. Lebih peka dengan sesuatu yang tersaji di depan mata.

Hari Blogger nasional bukan dijadikan alasan untuk tidak menulis. Hari blogger bukan kebijakan yang membuat penulis bisa berkata khilaf, kemudian turut serta menjadi pembaca yang baik. Hari yang membawa semangat semua orang tiba-tiba menjadi Kutu buku sesaat, atau juga mendadak semua orang berubah fikiran untuk menggalang dukungan anti kopas secara serentak

Ahh..daripada saya berteriak demikian, saya memilih untuk diam...dan sekali lagi bukan demi itu

Ini hanyalah masalah kejujuran. Mengakui lebih cenderung diam sambil merenung. Apakah yang selama ini saya lakukan sudah benar di dunia penulisan. Apa selama saya menulis, pernah tercipta cedera yang menyalahi etika pergaulan dunia maya..

***
Santri berkacamata itu kembali menundukkan kepala, dan, kembali menatap Iqro' kecilnya. Teman-teman yang tadinya tertawa dengan riang, hanya sanggup tersenyum kecut...suasana kembali sunyi seketika.

Selanjutnya satu persatu kendaraan yang tadinya lalu lalang, terlihat menghentikan aktivitasnya.
Ternyata tanpa sadar, petang telah menutup kejadian sore itu dengan senja mengarah, Kalimat Adzan sayup-sayup terdengar dari segala penjuru.

Foto Siluet tentang Suratan

Tiga puluh menit hampir habis. Saya putuskan beranjak dari tempat bersila.
Alangkah senangnya, meskipun seperti ada yang hilang bersamaan tenggelamnya matahari di ufuk barat, Irma memandangi saya dengan senyumnya yang khas.

"Ayo yah, kita tutup hari ini dengan semangat dan Doa"

Ini tentang suratan ...Selamat hari Blogger Nasional...dan semoga menjadi renungan

Judul: Hari Blogger Nasional, Tentang Suratan; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/27/2013 09:27:00 PM

8 komentar:

  1. Baru tahu kang, kalau hari ini hari blogger, maju terus kang, semoga sukses dan jadi blogger handal.

    BalasHapus
  2. selamat hari blogger nasional...

    Semoga blogger-blogger nusantara makin sukses-sukses (y)
    amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh yo zal, berhubung kowe mbahas Blogger nusantara. melu ora?

      Mosok masterseo ra melu?

      Hapus
    2. melu opo?
      Masterseo teko endi? :3

      menang ae, ora tau >.<

      Hapus
    3. tapi awakmu wes banyak berubah zal, Tulisanmu wes beda untuk ukuran anak sekolah...keep posting n ojo sampai pamali nguber statistik Alexa

      Hapus
  3. Saya yakin acara Blogger Nusantara 2013 ini akan sukses. Sampai ketemu di sana ya..

    BalasHapus