Blogermie.com: Kurbanan

14 Oktober 2013

Kurbanan

Semerbak aroma sate kotoran kambing terasa sudah. Bercampur dedaunan dan tanah berhumus kian melengkapi bahwa kita warga muslim sudah memasuki bulan Dzulhijjah. Bulan dalam kalender Hijriyah sebagai pertanda pengabdian, bulan besar yang disyariatkan agar setiap umat islam hijrah dari yang tidak baik menjadi lebih ke arah baik-baik dengan jalan "kurban" hewan ternak yang dimiliki


Baidewe, kali ini saya ingin berdiskusi tentang pelajaran bahasa Indonesia, terutama untuk kata Kurban, Korban, Pengorbanan, mengorbankan..pokoknya semua tetek bengek dengan konotasi "Korban".
Bagi yang dulu pelajaran bahasa Indonesianya 9, mohon koreksi kalau salah Pengejaan, EYD dan salah mengartikan.

Karena saya tidak memiliki kamus bahasa Indonesia yang telah dikalibrasi, jadi saya tidak biasa menulis arti harfiah dari kata "Kurban" sesungguhnya. Maka saya bahas akronim kata "kurban" ini menurut kamus ala warga pribumi. Sidodadi-Sidoarjo .

Bagi saya, namanya "kurban" atau lebih tepatnya "Berkurban" berarti memberikan sesuatu yang berharga. Atau yang bisa dikatakan: " amat sangat berharga dan hanya satu-satunya yang disayangi", hingga si pemilik barang tidak peduli lagi nasib barang itu dikemudian hari. Jadi Andaikata berkorban, saat kita memberikan sesuatu yang tidak terlalu kita sayangi kepada orang lain, itu mustahil disebut Pengorbanan.
Ambil misal, Saya punya jeruk 1 biji. Berhubung saya tidak menyukai jeruk tersebut, maka saya kasihkan ke tetangga, karena bukan niatan yang tulus (tidak menyukai) hal yang demikian bukan disebut Korban, tapi Membuang.

Beda Kronologi, beda lagi maknanya.

Kalau seandainya saya adalah penggemar berat jeruk. Jeruk yang ada di genggaman tinggal sebiji dan boleh jadi tinggal milik saya satu-satunya. Tak lama berselang, datang anak tetangga menjerit-jerit minta tuh jeruk. Antara "Eman", dan Ikhlas, Saya berikan saja tuh jeruk padahal saya juga ngiler, itu baru namanya berkorban.

Nah…begitu pula jika kita ingin membeli kambing/sapi/onta untuk dikorbankan. Dalam hati berkata.."Serius nih, aku tulus melakukan pengorbanan buat Tuhan?". Atau jangan-jangan cuman "Riya" dimana Tuhan telah mencontreng nama kita di Raport-Nya karena sudah "membuang" duit untuk binatang ternak.

He..he…Saya berharap dengan terbitnya tulisan dekil ini, Orang lain tidak mengurungkan niatnya membeli bianatang ternak untuk di korbankan. Malah bisa-bisa, saya yang dianggap dosa dan menyebarkan aliran sesat.
Saya makin jauh berharap setelah pemirsa membaca tulisan ini, yang tadinya berkeinginan membeli 1 kambing, berubah pemikirannya jadi 3 kambing atau bahkan lebih. Yang tadinya mau beli 1 sapi jadi 100 sapi..kan mantap tuh.

***

Namanya "Kurban", intinya juga harus bersedia "berkurban".
Seperti halnya Nabi Ibrahim yang mengorbankan anak semata wayangnya, Nabi Ismail.
(Bisa dibayangkan..kalau seandainya Nabiullah Ibrahim anaknya banyak, lantas nabi Ismail bukan satu-satunya anak tersayang beliau, nama Nabi Ismail belum tentu masuk sejarah).
Tentu saja, jangan menjadikan alasan menyembelih anak sendiri adalah sebuah bisikan ghaib bahwasanya kita memperoleh wangsit dari Tuhan, karena anda bisa langsung di tuding memiliki gangguan jiwa lantaran menyebarkan Isu sesat.

Dijaman matrealistis sekarang ini, jelas pengorbanan yang bisa kita lakukan akan mengarah ke materi, harta atau bahasa kasarnya DUIT.
Disini letak perbedaan antara "yang berkorban" dan "yang membuang sedikit" duitnya.

Kita langsung pake bahasa kasare ae yo…!.

-----------------------------------------------------------

Coba menengok isi dompet saudara. Katakanlah ada 50 juta dalam bentuk tunai(bukan yang lain). Untuk mencukupi kebutuhan bulanan, paling banyak kita menyisihkan 10 juta. Masih menyisakan 40 juta. Rumah hunian alhamdulillah ada dengan sertifikasi milik sendiri, kendaraan pribadi ada 2 biji, tentengannya Sony Xperia Z, nongkrongnya di Lido Caffe, terus dengan kekayaan kecukupan yang saudara miliki saat ini, Saudara hanya berencana berkurban 1 ekor kambing. WTF?? wkwkwkwkw

Itu namanya bukan berkurban, tapi "Ngidu" (*baca : meludah) tok!. Atau satu ekor sapi (sekitar 25 jutaan kan..?)…ehm..saya kira sudah cukup berarti pengorbanan.
Setidaknya mengorbankan waktu bersenang-senang selama 1 tahun dengan Jatah tabungan untuk membeli 1 ekor Sapi. Kalau 3 ekor sapi, kalau bisa tambah…mantappppp Cyin...!

Sekarang liat tipisnya dompet si upik…..Tidak memiliki ATM, Karena status pegawai kontrakan yang upahnya dibayarkan per-Minggu.
Melihat isi dompet, Paling hemat sisa Rp.60.000 terhitung sampai hari sabtu depan, Bertahan lagi!.
Lalu kemudian di kepruklah celengan bambunya: ..krompyang..klunting..klunting..uang recehnya menggelinding di bawah bayangnya (bayang:tempat tidur dari bambu).
DIhitung dengan seksama, ternyata dapat 400 ribu. Lantas ditukarkanlah receh tersebut di tokonya wak panaji(sak toples bek).

Nah..harga kambing paling murah 1,4juta. Itupun dapatnya ukuran mini. Yang ideal besarnya sekitar 1,8-2,5 juta.
Nah, untuk membeli kambing ukuran kecil saja, dibutuhkan dana tambahan kurang-lebih 1 Juta. Dia lirik HP jadulnya, dijual ke-plasa Marina laku 200 ribu. Yo wes..toh HPnya gak berguna-guna amat. Masih bisa nebeng tetangga untuk urusan darurat. Kurang 800 ribu…memutar otak.

Eh..dia melihat kilatan kalung satu-satunya milik Istri tertinja. Setelah berunding..dijual tuh kalung dengan harga lumayan fantastis sekitar 1 juta lebih. Dengan prasyarat tak bertuah si istri yang notabennya ndak mau rugi. Kalungnya dijual, dengan lebih dahulu ditukar-tambah cincin seharga 425 rb.

Si istri Happy karena sudah memiliki cincin seperti kepunyaan markonah. Si suami happy, bisa beli kambing untuk kurbanan, lah Tuhan happy liat pengorbanan hambanya……..

------------------------------------------------------------------


Kisana….kisah diatas adalah contoh Instropeksi dari mertua 2 Tahun yang lalu.
Lihat ATM dan kantong. Sudah layakkah? Sudah seimbangkah? Sudah pantaskah?....Jangan sampai nenteng Xperia Z Ultra, tunggangannya motor baru atau malah sudah terlebih dulu membeli mobil murah, eh kurbannya 1 ekor kambing..
kata Sule OJV:............... PRIKITIEW……

Hari Sudiki dan wedosnya


Semoga makin rukun
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/14/2013 07:03:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar