Blogermie.com: Pagi Buta dan Sarapan Pria setengah baik-baik

05 Oktober 2013

Pagi Buta dan Sarapan Pria setengah baik-baik

Jarum jam, sudah menunjukkan pukul 04. 14 pagi. Masih terbilang sangat pagi sampai-sampai rasa malas menerjang keinginan saya untuk mandi maupun gosok gigi.
Namun dengan hadirnya secangkir kopi tubruk yang diseduh oleh istri, Teringat sebuah janji yang pernah saya sadur habis-habisan demi merelakan waktu sejenak berjalan-jalan .

Ya pemirsa, Kebetulan hari ini jatuh pada hari sabtu dan bertepatan dengan liburan pekan pertama bulan oktober. Ini merupakan satu-satunya hari dimana saya bisa menyisihkan waktu bersama anak istri tercinta untuk mengajak dugem sembari berbelanja.

Bagi saya yang terjebak rutinitas pekerjaan, Bukan kali pertama hak ini saya berikan. Karena selain dari kecil tidak pernah ingkar bangun pagi, terselip sebuah amanat pula memperkenalkan anak dengan lam sekitarnya. Rasa-rasanya udara pagi sangat cocok bagi pertumbuhan Immah yang tidak terasa memasuki usia 4 bulan.

5 menit saya tempuh dengan berjalan kaki. Dari rumah menuju pasar pagi yang letaknya kurang lebih 600 meter, perhatian saya tertuju pada salah seorang ibu penjual nasi krawu yang sudah cukup lama jadi langganan saya. Karena penampilan lapaknya mungil dan termasuk yang paling ramai dikunjungi, ini merupakan satu diantara alasan saya lebih giat berangkatnya. Ada juga hasrat agar istri sudi dijadikan tambalan, karena dari awal keberangkatan, saya sengaja tidak membawa dompet.

"Sugeng Enjang Bu, Nasi Kolowingi tasik wonten?" Tanya saya
"Oo.. wonten mas, meniko (sambil menunjukkan letak rak nasi yang sudah tertata).  
"nasine sampean tak dhewekke" *nasinya mas, udah tak sendirikan

Memang, nasi yang saya pesan tidak jauh berbeda dengan nasi krawu yang dijual beliau, tapi saya lebih memilih nasi krawu dengan porsi yang lebih sedikit. Disamping mengurangi lauk ayam suwir yang berlebihan, saya memang ingin diet. Saya juga berpesan kepada beliau untuk tidak sekali-sekali menambahkan sambal. Bu Gito mengiyakan dengan mengurangi jumlah irisannya menjadi lebih sedikit. Namun sebagai pengganti, Beliau menambahkan banyak serundeng.

Pagi Buta dan Sarapan Pria setengah baik-baik

Pria setengah baik-baik tidak makan gorengan, mengurangi makanan yang mengandung msg. Tapi kalau pada naasnya tiba, Pria setengah baik-baik juga bisa liar apabila makanan yang ditelan tidak masuk kerongkongan. Apalagi waktu kepepet utang, Makan juga bisa "nebeng".

Salam rukun
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/05/2013 08:47:00 AM

4 komentar:

  1. kalo mopola makan diet, pagi ga ketemu karbu je mas.... salam diet.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... iya mungkin karbunya diganti sagu :). Salam kenal balik

      Hapus
  2. He he he he..di kampung saya juga ada warung yang banyak pengutangnya mas. Makan dulu, catet
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, pakde cholik bisa saja. maka dengan ini, saya setuju :D

      Hapus