Blogermie.com: H.U.J.A.N - G.A.L.A.U

12 November 2013

H.U.J.A.N - G.A.L.A.U

Awan gelap menatar langit Surabaya. Sejenak hawa yang tadinya gersang, berhenti sejenak diterpa angin sepoi-sepoi cenderung dingin.
5 menit memandangi Arloji berada di pergelangan tangan, saya memutuskan untuk mengakhiri kebosanan ini dengan menuju ke area parkir.

"Lagi menunggu Siapa mas?" Tanya seorang ibu yang berbarengan pulang
.......... (hening)
lantas saya jawab dengan tersenyum..."Sedang menunggu sesuatu bu"

***

Saya adalah orang yang tidak suka mengingkari perasaan galau ketika menanti turunnya hujan. Tanpa sebab, bukan karena suka mendramatisir perilaku diri sendiri yang lemah lembut. Mungkin saya menyukai jika orang menganggap saya terlahir dengan kelainan genetik. Seketika dapat dengan riang bergaul dengan siapapun, tapi disisi lain, melankolis lebih condong kepada kesunyian. Itulah Heru Prasetyo...pendiam dengan sejuta tanda tanya, namun acapkali bisa buas seperti singa.

Memaklumi karakter saya melalui penuturan sang Ibunda tercinta, dulu Istri sering menaruh curiga tentang kebiasaan saya ini. Dengan sikap menyendiri diteras rumah, Menatap hamparan langit, atau melihat buliran air yang jatuh ke tanah bersama turunnya hujan...kemudian mengagumi hal-hal kecil apapun untuk kemudian di frasekan sendiri menjadi alur cerita.
Terlalu seringnya meracau dan mengandai seperti makhluk abnormal, Saya pernah dikatai "Manusia Alien + aneh".

Namun, Saya sekalipun tak pernah memendam amarah, tak lantas jua menganggap keganjilan tersebut membuat saya kehilangan senyum kepada istri tercinta.
Pura-pura datar sambil manyun, saya menaikkan jari telunjuk kearah langit sambil berujar:

"Lihat dek, Gerimis dari langit yang jatuh menyentuh permukaan air itu...Tiap kali dari kita yang mengaku manusia, sering mengutuk Hujan itu sebagai sebuah bencana, namun banyak pula yang mensyukuri hujan sebagai sihir yang mampu menentramkan...Lantas Kamu pilih mana?"
H.U.J.A.N - G.A.L.A.U

Istri hanya menggumam, tak lama mlengos diakhiri dengan menggerutu tidak karuan...#$@#^-*%###
"Dasar Pria Songong!...Gak jelas!"


Saya diam, berusaha merakit apa yang saya peroleh dengan mengamati hujan tersebut dan menyimpulkan kembali


Hujan itu seperti sebuah mantra dari langit yang mampu menghipnotis jutaan orang. Setiap tetesan airnya yang menghunus permukaan kulit seperti jarum, membuat ingatan siapapun untuk terpanggil oleh beberapa kenangan yang telah terlewati.

Bunyinya ketika jatuh menghantam tanah dengan menyisakan aroma basah, menerpa atap rumah...dengan intonasi nada yang bersahutan....tik...tik..tik.
Untuk kemudian membawa banyak rasa yang tak pernah sekalipun diundang. Segenap sensasi yang kemudian uzur diketahui orang sebagai Galau.


Saya tak ingin menanyakan kepada pemirsa, seberapa sering kita merasa galau ketimbang Galau alami yang diakibatkan Hujan. Semakin Kita mengingkari Mood tersebut dikala hujan turun, semakin sulit menangkis serangan galau jika pada cuaca yang demikian, kita makin sulit melupakan sesuatu yang sudah berlama-lama kita kubur.

Saya tak ingin pemirsa menjawabnya secara lesan, tapi jujurlah melalui hati anda sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan ini.

  1. Apakah ada diantara pemirsa yang teringat keadaan orang tua ketika Hujan datang?.
  2. Apakah dengan tiba-tiba, muncul sebuah perasaan rindu dengan seseorang yang kita cintai...ketika dekat, maupun LDR?
  3. Atau teringat dengan peristiwa yang seringkali membuat ingatan terus-terusan dihantui rasa bersalah..atau bahkan perasaan cemburu...?


Pada akhirnya, galau adalah ekspresi batin yang tak tertahankan. Tidak usah dipendam, toh justru kegalauan inilah yang membuat orang, lebih menikmati hujan. Bahkan tanpa sadar sebagian orang berharap agar hujan datang lebih awal dan lebih lama dari biasanya sehingga ia bisa merasakan sesuatu yang tak sanggup ia peroleh ketika hujan turun.

***

Namun sekali lagi saya menulis dan memberi penekanan bahwa kita-lah satu-satunya makhluk ciptaan tuhan yang amat sangat munafik itu.
Kerapkali dari kita yang berkesimpulan secara gegabah bahwa galau adalah ciri pribadi yang cengeng, labil dan tak berdaya.
Padahal... galau adalah kondisi psikologi yang manusiawi dan bisa dialami siapa saja. Bahkan tanpa banyak dikatehui oleh siapapun, termasuk kera...bat


Judul: H.U.J.A.N - G.A.L.A.U; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 11/12/2013 06:12:00 PM

6 komentar:

  1. Galau itu manusiawi kok dan sah-sah saja asal jangan dibuat hobi. sebab itu bukan galau namanya, tapi lau megalau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niscaya komentar diatas hanya nitip link doank...:p

      Hapus
  2. setuju..galau itu memang manusiawi...tapi galaunya jangan dipelihara lama-lama...apalagi saat hujan turun di musim penghujan ini :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Om har, Banyak celah "galau" yang harusnya tidak semua harus dibenci, namun wajib pula disyukuri sebagai pertanda turunnya rizki.

      Salam :)

      Hapus
  3. mangkanya jangan songong *eehh ..

    saya suka liatin hujan karena menurut saya hujan itu cantik dan baunya bikin ngantuk .. dudududududu .

    Jawaban buat peertanyaan diatas
    1. Ya.
    2. Ya.
    3. Bisa Jadi .

    saya tidak tahu apa itu artiya galau?! makanan apa itu XD ..

    kalau komentar saya sih bukan nitip link ya.. tapi nitip backlink *Lho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya paham apa yang jeng tia maksudkan dengan "Songong" :).

      Kalau tidak songong, bagaimana mungkin mbak tia bisa sangat antusias dan semangat mengomentari tulisan. Itu bukti kalau mbak tia terlalu Ngefans dengan pemilik Blog ini.. (emot menyisir rambut agar tatanan tidak rusak)

      Hapus