Blogermie.com: Karunia Pagi, Pasar, dan Topi Baru si-Immah

14 November 2013

Karunia Pagi, Pasar, dan Topi Baru si-Immah

"Saya selalu yakin dengan apa yang telah saya lakukan. Hampir sekalipun tak berbalik arah ketika sudah memutuskan melangkah, dan bukti bahwa laki-laki pantang mengulang ucapannya dua kali adalah sejauh mungkin menghindari frekuwnsi kebohongan...seyakin pada petunjuk yang selalu diberikan tuhan kepada saya, kesemuanya jujur disertai amanah. Anak ini adalah karunia yang terpercaya, Rizki lain yang diperoleh selama ini hanya BONUS dari sekian banyak petunjuk yang diberikan tuhan kepada saya."


Awan tipis menutupi beberapa Kota Sidoarjo, hingga terik mentari...seakan tidak begitu terasa.
Mendekati latar suatu pekarangan rumah di Jalan Nusa Indah Timur, nampak sebuah motor matic yang ditumpangi keluarga kecil nan harmonis. Dipakai berboncengan...menggendong bocah dengan posisi berada di tengah. Sayup-sayup maju perlahan membelah kesunyian pagi, yang akhirnya tandas 30 menit kemudian menuju pasar tradisional di wilayah Krian-Sidoarjo.

Sambil menikmati kenyamanan berkendara di jalan bergelombang, ia teringat janji bahwa terakhir kali liburannya kini, harus di isi full time membahagiakan keluarga seisi rumah.
Itu artinya, Laki-laki tersebut harus vacum beberapa saat di dunianya menulis...sukses bermediasi dan berhenti memainkan jemarinya sehari untuk sekedar eksis di jejaring sosial.

Untuk sekali ini saja, si Pria harus mengalah demi bahagianya 2 orang wanita. Seandainya saja topi anak semata wayangnya tidak lepas tertiup angin dan mendarat di kubangan lumpur...
Seandainya saja, pakaian bocah menunjukkan "Masih muat"....
Seandainya saja, Istrinya tidak minta dibelikan daster baru...

***

Sampainya di gapura Pasar Tradisional, Sejauh mata memandang, pagi itu suasana hanya diselimuti hawa dingin yang membuat beberapa tuna wisma berkerudung sarung di deretan kios baju.

Di sisi ini, terlihat...
Wanita renta tertidur memeluk anaknya di ruang sempit dengan tumpukan baju yang menutupi wajah.

Seorang pedagang yang sedang asik meniup-asap-rokoknya-menari, sambil melayani pelanggannya membuatkan secangkir kopi.

Pasutri paruh baya mengapit anaknya ditengah, tertawa meriah dengan nafas yang beradu sama cepatnya. Seolah berteriak demi menawar harga sebuah Balon

Di sisi lain, tak kalah heboh...

Wanita cantik berdandan menor dan acak-acakan keluar dari sebuah motel, terlihat berjalan terburu-buru menuju parkir dengan laki-laki tinggi hitam yang diduga usai merenda kasih.

Deretan penjual softdrink di emperan toko yang sedang berdiri, keluhnya raut muka, berpura senang menyodorkan dagangannya ke setiap pengunjung yang datang.

Para penjual kosmetik yang sedang merayu pembeli dengan lihai.

Beberapa kumpulan wanita jompo yang sedang berkumpul dalam gelak tawa di penghujung usia mereka.

Serta saya, yang baru saja menuliskan kejadian diatas, tengah bersandar menghabiskan waktu senggang di dekat teras. Dengan rokok di tangan kanan sedang memandangi wajah Irma beserta Topi barunya.

Spoiler si-Immah dan Topi Barunya >>
Topi Baru si-Immah

Sidoarjo, 13 November 2013
Judul: Karunia Pagi, Pasar, dan Topi Baru si-Immah; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 11/14/2013 06:47:00 AM

3 komentar:

  1. Mas, itu foto Irma beserta topi barunya luc banget. Nggemesin gitu. Jadi inget waktu anak-anak saya seusia Irma ini...

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Irma memang lucu dhe, dan sangat terbilang suka dengan..... Endel :D

      Hapus