Blogermie.com: Nasi Goreng Untuk Pria Setengah Baik-baik

03 November 2013

Nasi Goreng Untuk Pria Setengah Baik-baik

Awan kelabu menutupi sinar rembulan yang cantik malam ini. Kumpulan awan berbentuk selaput hitam pekat menjadi saksi bisu bahwa bahwa rasa lapar, kini datang mendera. Sebuah isyarat tubuh yang harus disudahi dengan segera.

Tidak seperti malam-malah sebelumnya yang membuat sekujur badan ini terasa gerah, seperti ada kesejukan lain yang menghembus ketika saya melangkahkan kaki keluar rumah.
Ke sudut gang itu, dengan masih mengenakan kaos abu-abu, ada hal yang membuat rasa lapar ini tertahan sementara. Walaupun masih sulit menahan air liur di sela-sela lidah.


Berpindah haluan beberapa meter di depan pos ronda, saya menghentikan langkah di sebuah kedai. Seorang pria paruh baya melewatkan satu hal.
Dengan cekatan dan serius, beliau membolak-balikkan beberapa bumbu keprak bercampur Nasi putih.

Gerobak cilik, dibelakangnya kini, tengah asyik diduduki 2 anak manusia yang terlihat sangat rukun bercanda. Satu diantaranya piawai memainkan sendoknya. Satu lagi yang masih muda, mengangkat mulutnya pertanda ingin disuapi dengan segera.


Warung bermeja dua kini memang terlihat sepi. Dan beberapa kursi memang ada yang masih kosong. Pun begitu, ini adalah tempat yang cukup sederhana. Suasana 2 pemuda-dan pemudi tadi adalah pemandangan yang uzur saya ketahui.
Disamping lantaran tempatnya khas di pojokan, Sejak sore menjelang, beberapa orang terlihat riuh mengantri disini hingga malam.

Duduk dan berdiri, tiada masalah. Ini karena sudah menjadi satu-satunya kedai nasi goreng yang memiliki banyak filosofi.
Dimulai dengan awal kedatangan si penjual nasi goreng yang terbatas menggunakan bara api yang bersumber dari arang, Kini lebih memilih menggunakan Api LPG dan meninggalkan cara lamanya.

Demikian pula cara mengolah nasi goreng yang tergolong unik. Dengan mengganti Ayam dengan Sosis maupun beberapa tirisan udang rebon, dasar masakan berserta racikannya, tak pernah menghilangkan selera penggemarnya.



Sang Bapak yang kini sudah lansia tersebut, digantikan oleh menantu tertuanya. Dan tentu saja keahliannya memasak, juga turut diwariskan.

Dengan ditemani rekan wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri, tetap tak mempengaruhi kuantitas pelanggan. Bahkan berhari-hari sebelumnya, Nasi Goreng sempat habis dipesan ibu-ibu PKK untuk acara arisan, sedangkan saya kecewa... harus pulang dengan tangan hampa.

Uniknya, Ada metode khusus jika ingin segera menikmati nasi goreng ini. Yakni datang lebih dulu untuk memesan, kemudian kita tinggal, barulah kembali lagi beberapa menit kemudian.

Nasi goreng tanpa lama selesai dipesan, sekitar 10 menitan, saya menunggu hingga akhirnya menit hampir mendekati jam 22.30 malam, membuat saya mempercepat langkah untuk pulang.

~Nyam...nyam~

Alhamdulillah, lapar yang melilit tadi terobati sudah. Namun jangan dikira saya sanggup menelan nasi goreng dalam piring itu tanpa bersisa. Nyatanya saya sering gagal menghabiskan cabe dan kertas pembungkusnya.

Selamat malam.

Judul: Nasi Goreng Untuk Pria Setengah Baik-baik; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 11/03/2013 11:59:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar