Blogermie.com: Balada CopyWriter dan Suplemen Pembikin Klenger

17 Desember 2013

Balada CopyWriter dan Suplemen Pembikin Klenger

Ada cerita tentang generasi di sebuah dunia maya. Si ayah adalah orang yang pintar dan suka bekerja keras. Tapi keadaan zaman itu, zaman masih susah sehingga ia masih hidup miskin. Meski begitu, si ayah terus bekerja keras dan belajar dan berusaha merumuskan satu resep cerdas untuk sukses. Sayang, satu ketika si ayah mati karena diam-diam mengidap penyakit misterius.


Lalu lahirlah si anak. Tak berapa lama hidup sebatang kara dengan ibu kandungnya, Sang Ibu teringat wasiat mendiang suaminya agar senantiasa menyampaikan pesan ini kepada anaknya: "Jangan pernah menyerah dan selalu berusaha sebelum terlambat".

Wasiat tersebut baru tersampaikan, menjelang usia si anak lulus kuliah. Saat itu si anak sudah bertekat menjadi seorang staf director di sebuah perusahaan periklanan. Mengikuti jejak ayahnya agar kelak sukses, Ia mewarisi semangat yang sama. Kekayaan yang dimiliki secara intelektual, ia sumbangkan sebagai prinsip yang tak terpatahkan. Sebagai tim kreatif, Si-anak, baru mendapatkan tugas sebagai CopyWriter. Mencari konotasi mengajak yang relevan dengan iklan yang akan dibuat dengan jalan menyalin data-data terkumpul.
2 tahun setelahnya, ia sukses diterima menjadi karyawan dengan predikat dedikasi tinggi.


Bagai pinang dibelah dua, ciri pekerja keras yang membuat si-ayah dan si-anak tampak semangat saat beraktivitas, diikuti dengan pola hidup yang tak teratur. Satu-satunya pola hidup yang tak bisa diubah bagi sianak adalah ketergantungan dengan minuman suplemen. Dan ini hampir sama miripnya dengan kebiasaan si ayah sebelum meninggal dunia yang tidak ia ketahui

Suatu ketika, Si-anak memperoleh sebuah pekerjaan yang sebenarnya terlampau berat untuk ukuran copywriter seusianya. Menunjukkan dia-lah satu-satunya karyawan yang pantang menyerah, ia tak peduli dan rela menerima tawaran. Sehingga untuk mengejar keterlambatan waktu, si-anak bekerja 24 jam tanpa capek. Bukan capek, lebih tepatnya memaksakan kondisi yang lemah berkat mengkonsumsi suplemen dengan kadar kafein tinggi.

Beberapa jam pertunjukkan dimulai. Si-anak merasakan kantuk hebat. Namun seiring datangnya rasa letih tersebut, si anak tak henti menuang kembali seuplemennya ke dalam gelas bercampur es batu. Itu dilakukannya berulang kali hingga ia merasakan berhalusinasi, kepalanya terasa berat dan akhirnya jatuh lunglai ke lantai.

Si-Anak tak ingat kapan dirinya melihat jarum infus menempel di lengan kanannya. Ia hanya ingat masih terduduk di meja kerja sambil memandangi laptop. Kondisi si anak kini adalah payah dengan ditemani tandu dorong dan alat pacu jantung didekatnya.

Kini dalam keputusasaannya, si anak mengenang-ngenang sedikit masa-masa ketika ia masih kecil, yaitu ketika ayahnya masih sangat kaya. Ia merindukan masa-masa itu. Sampai kemudian ia pun memerhatikan siklus keluarganya.

Akhirnya ia pun meramalkan bahwa ayahnya adalah orang pintar. Ia pun menganggap bahwa supaya itu terjadi, maka ia harus hidup seperti si ayah atau mencari figur seperti ayahnya yang sebenarnya adalah bodoh.
 Demikianlah. Andai ia tahu bahwa ketidak tahuan ayahnya-lah, yang membuat dirinya koma.

Dalam alam bawah sadar si-anak, Ia menyesal. Sebaik-secantik apapun motto Iklan Suplemen yang akan ia buat, tetap bukan tandingan kondisi tubuh manusia.
Si-anak menyadari kalau dia bukan robot yang bisa menangis...dan punya rasa salah.

Seandainya ia tahu itu...

Judul: Balada CopyWriter dan Suplemen Pembikin Klenger; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 12/17/2013 10:27:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar