Blogermie.com: Bulan Brengsek, Desember

28 Desember 2013

Bulan Brengsek, Desember

Desember, Orang yang menganggapnya sebagai bulan puncaknya rezeki. Dalam bahasa Jawa, yang berarti: Gede-gedene sumber (Desember), ditandai dengan peristiwa alam seperti hujan maupun banjir.
Ada yang menganggapnya sebagai bencana, tak pelak ada pula yang tetap bersikeras menganggapnya sebagai rezeki melimpah. Tapi maaf, bagi saya tetap tak mengubahnya sebagai Bulan paling brengsek sedunia. Bukan untuk menawar takdir tuhan itu, Bukan karena hujan turun lebih dini, sama sekali tidak ada hubungannya.


Saya tidak hendak mengulang apa yang telah terjadi beberapa tahun silam. Desember kali ini sama sekali tidak ada urusannya. Bukan juga sebuah gejala akan datangnya sesuatu, yang selalu berusaha saya anggap sebagai bukan hal yang terlalu luar biasa.


Desember, bulan yang panjang ini sudah berjalan tigaperempatnya, dan saya berharap bulan ini segera berakhir. Tapi sudah ada dua pengaruh buruk yang berimbas lantaran kenangan yang menjadikan Bulan ini menjadi sangat sakral diantara bulan yang lain. Yang utamanya bagi saya, diajarkan untuk menista, melupakan, intisari "menjauh" dari mereka dan orang-orang semacamnya. Saya selalu ingat, beberapa tahun lalu sedih dan kecewa menyapa.

Dulu sekali, salah seorang mantan kekasih yang telah lama mencinta (dan awal kehidupannya berawal dari bulan Desember juga), ia telah meninggal tuk selama-lamanya. Ingatan lama yang nyaris tak pernah hilang hingga kini.
Dan bulan pada tahun ini, tiga sahabat, (2 diantaranya senior dan sahabat karib saya), dan lagi-lagi telah mengatupkan jari jemarinya dan menutup mata.

Berita televisi mungkin tak menganggapnya penting untuk dikabarkan. Mereka jauh, mereka tak berhak mendapat tempat dalam hati, dalam sejarah, dalam rak perpustakaan sekolah, dalam dokumentasi, apalagi dalam penghargaan.
Namun mereka bukanlah tokoh yang hanya bisa bicara dan berteriak-teriak protes saat dirinya kesakitan. Mereka punya kata. Kata itu yang tertera dan tidak akan kalah oleh bara api dan bara benci.

Dear soulmate,
Aku tak ingin lagi  menawar sebuah perjumpaan. Namun pada kenyataannya, Tuhan memanggilmu lebih awal dan hanya menitipkan sebuah kacamatamu ini untukku sebagai tanda perpisahan. 
Lebih baik sedari dulu, kita tak usah bertemu. Aku tak ingin, tiap tahun harus mengunjungi pusaramu sebagai benda mati. Buat apa?, lagipula itu rasanya sakit... tahu!!! ....
Semoga engkau tenang di Surga.


Dear Best Friend,
Kalian berdua punya cerita yang tak pernah didengar para anak muda kita. Antusias pun berkembang dan inspirasi membekas, punya imajinasi luas dan penuh kreativitas, itulah kalian.

Mungkin saat ini aku telah muak jika melihat para bajingan di istana-istana mereka yang sayang tak tenggelam, mungkin jijik melihat para bangsat berbicara moralitas. Mungkin ingin rasanya njendul kepala Blogger, politikus, anak muda yang polahnya boleh kalian berdua temukan sendiri katanya, dan mungkin makin malu juga terhadap diri sendiri yang makin layu, namun cerita, kata, semangat kalian berdua itu, aku harap tetap ada dan bukan sekadar koleksi.


Judul: Bulan Brengsek, Desember; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 12/28/2013 06:18:00 PM

1 komentar:

  1. Met malam Mas Heru,
    Turut berduka atas meninggalnya sahabat-sahabat Mas di bulan Desember ini.

    Salam,

    BalasHapus