Blogermie.com: Lubang Angin Bertuah Si-Irma

12 Desember 2013

Lubang Angin Bertuah Si-Irma

Dalam menjalani rutinitas ditengah kesibukan yang tengah saya alami, tak jarang, bahkan berkali-kali menemukan hal unik yang selalu bisa dijadikan referensi tulisan.
Referensi tidak harus ilmiah dan rumit. Ide-ide tulisan selama  menulis melalui platform blog ini, biasanya saya peroleh melalui orang terdekat. Dan biasanya disertai sihir dari langit, setelah berlama-lama bercengkrama dengan anak perempuan saya, si Irma.


Bagi saya, dengan kehadiran Irma, sanggup membuat saya makin terlatih dalam mensyukuri datangnya sebuah ide.  Ide yang selama ini uzur saya pergunakan untuk mendatangkan rizki lewat nge-blog. Melalui pemberian materi, segala daya berikut upayanya, hal sekecil apapun berikut tingkah laku si-Irma,  tidak ada satupun yang mubazir untuk riang dikagumi.

Melalui pendekatan yang terjalin antara saya dan Irma selama kurun waktu 5 bulan, Tuhan yang Maha Esa meng-karuniakan segala kelebihan dan kekurangannya. Perlu banyak metode untuk menebus rasa syukur tersebut cukup dengan hanya melandasinya dengan decak kagum, niscaya perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada si Irma pasti sanggup dijadikan motivasi menulis.

Saya semakin yakin tatkala merawat irma dengan hati gembira, Ide-ide yang sulit dijelaskan dengan akal sehat, tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Saya terheran, namun Allah memastikan bahwa tiada satupun Dzat yang patut disembah kecuali Diri-Nya...Subhanallah

Setiap bulan, rasa syukur kami dalam mengkagumi segenap kelebihan itu terletak bagaimana cara memperlakukan bayi secara perhatian dan penuh kasih sayang. Berseru dan memastikan agar semua kebutuhannya tercukupi dengan baik, berupa:
  • Mensyukuri pengeluaran dalam menghitung pengeluaran Susu formula
  • Mensyukuri pengeluaran perlengkapan mandi
  • Mensyukuri intensitas jadwal Imunisasi…,
  • Mensyukuri bahwasanya "teledor" dalam memilih produk bubur bayi terbaik sebagai pelengkap nutrisi, bukan dijadikan hambatan untuk tidak bertengkar dengan pasangan.

Pun begitu, semua kekurangan yang dimiliki bayi memang sangat sempurna. Tidak perlu upaya orang tua seperti kami untuk menangguh-nangguhkan diri kalau setiap bayi, sejatinya diciptakan rapuh.

Seperti peristiwa beberapa pekan yang lalu…

***

Si-bayi rewel bukan main, Menangis tiada henti. Sementara sang Ibu mulai tampak gundah gulana berfikiran akan datangnya malapetaka, Bibirnya mulai berkomat-kamit membaca doa. Banyak mantra yang terucap agar si bayi di hindarkan dari pengaruh Guna-guna…namun semuanya sia-sia. Tangisan bayi kian merajalela

Di-lain sisi, Si bapak mulai menunjukkan gelagat kebingungan. Diambilnya penebah untuk mengusir roh jahat di setiap ruangan, sambil menjumput garam dapur dan disiratkan di sudut-sudut pintu kamar. Namun, tak sekalipun usahanya membuahkan hasil. Stigma kesurupan telah membutakan akal fikiran kami.

Berselang beberapa saat kemudian, tangisan bayi mulai terhenti. Namun ada yang membuat keheningan di ruangan tersebut berubah setengah merinding. Seketika ruangan yang tadinya mewangi  minyak telon, berubah menjadi agak anyir dan busuk seperti bau bangkai. Si-bayi mengolah peran dengan tatapannya yang kosong dan tampak bola-matanya hampir menjuntai keluar.

Kondisi tak lazim yang mengantarkan keadaan mental si Irma ibarat orang kesetrum.
Dengan posisi pantatnya terangkat sebelah, harum aroma yang tercium menembus ke lubang hidung… membungkam kebodohan sesaat yang memberi tahu kalau si bayi sedang Eek di celana.
....

Begitulah...terkekeh dengan posisi Irma membelakangi saya. Sementara Lubang Angin Bertuah si Irma tak kunjung mereda menembakkan bubur nangka, diam-diam istri saya masih saja berlagak dungu, mengendus asal muasal bau itu, lantas mensyukuri kejadian yang menimpa sambil mencubit pipi saya dan berkilah:

"Pantas, Niru kelakuan bapaknya..!"

Lubang Angin Bertuah Si-Irma
Judul: Lubang Angin Bertuah Si-Irma; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 12/12/2013 04:00:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar