Blogermie.com: Karena Telkom tak Selalu "Commited to U"

06 Mei 2014

Karena Telkom tak Selalu "Commited to U"

Bulan maret yang lalu, saya agak kecewa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat mengurus pasang baru Speedy di cabang sidoarjo. Usai menyelesaikan biaya registrasi sebesar 50 ribu sebagai tanda jadi, berikut input data dengan melampirkan foto kopi KTP dan foto kopi Kartu Keluarga, mendadak kemudian, saya memperoleh kabar yang mengejutkan sehingga Speedy dipasang dengan opsi: Pending:menunggu-,ngambang- batal dipasang.

Alih-alih jaringan di tempat saya sedang kosong alias line telpon sedang penuh, Pihak Speedy belum berani memberi kepastian. Cuma memberi konfirmasi perihal gangguan teknis akan terselesaikan secepatnya.

Guna meluruskan masalah tersebut, salah seorang petugas jaringan diutus untuk mendatangi rumah saya dengan catatan, si petugas tersebut menyerahkan nomor telepon yang dapat dihubungi apabila terkendala waktu maupun cuaca.

Selama proses menunggu 1 bulan berikutnya, awal bulan April, memang betul. Saya dihubungi seseorang yang tak lain adalah petugas Speedy itu sendiri. Bak membeli kucing dalam karung, saya mulai merasa diacuhkan sebagai klien, Karena bagaimanapun juga, saya merugi dengan syarat-syarat yang telah disepakati bersama.

Sama seperti janji abal-abal costumer service saat pertama kali saya datangi, petugas jaringan berinisial "S" tersebut hanya berani melakukan komunikasi SMS tanpa menghiruakan survey yang telah menjadi kesepakatan bersama antara pihak Speedy.
Melalui balasan sms, kata bapak itu, segera dalam waktu 1 minggu, beliau akan menyempatkan diri untuk berkunjung kerumah saya. Namun siapa sangka sampai habis jatuh tempo bulan April 2014-pun, pak petugas jaringan tersebut belum menampakkan batang hidungnya ketempat saya.

Ketika saya menagih janji pertelpon sampai kapan Pemasangan Speedy bisa selesai, saya hanya dilempar-kesana-kesini. Menghubungi ini, menghubungi itu, tuding sana, tuding sini. Petugas berinisial "S" tersebut menampik kalau dia hanya sebagai jasa menarik kabelnya saja. Sementara akan ada petugas lain yang bertanggung jawab mencarikan line kosong dari terminal box sampai ke rumah pelanggan.
Dan tentunya sebagai tindak mawas diri, saya sendiri sudah menyiapkan kabel Dropwire 15 meter yang sudah saya beli di toko elektronik genteng surabaya dengan harga 2500 permeter. Berjaga-jaga apabila petugas tersebut kewalahan, mengingat jarak terminal box dari tiang hanya kisar 10 meter. Cukup dekat!


Yah...mau bagaimana lagi, karena saya memahami kinerja Petugas Jaringan Outsourcing sama persis dengan pekerjaan yang biasanya saya tekuni di instansi itu sungguh melelahkan, (harus naik turun memanjat tiang telpon dengan gaji pas-pasan bersiko kesterum dan terjatuh, atau bahkan tidak dibayar sama sekali), pantang bagi saya untuk lapor 147. Disamping harus menafkahi anak dan istri, ironis sekali apabila melihat para petugas tersebut harus terancam sangsi peringatan/gaji disunat atau parahnya dipecat).
Saya berusaha menahan diri, dan hanya melayangkan sms ke petugas tersebut agar lebih baik survey dahulu kerumah, guna memperbaiki kualitas pelayanan. Dengan bertatap muka, mungkin itu jawaban yang memuaskan pelanggan seperti saya.

Saya cuma mengharapkan kedatangan pak petugas ini realistis, sesuai prosedur yang dijanjikan setelah mengorek informasi dari petugas costumer service speedy bulan lalu, Berharap dengan menjamunya, atau.... paling tidak menyuguhkan air mineral adalah langkah awal guna menjalin silaturrahmi, apapun alasan teknis yang dikemukakan pak petugas Speedy itu nantinya membawa dampak yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

***

Bulan April, kesabaran saya sedikit berkurang. Bercampur kesal karena mungkin merasa terdiskriminasi dengan tetangga sebelah yang notabennya bisa pasang speedy dalam waktu singkat, saya memberanikan diri kembali ke kantor capang speedy sidoarjo.

Dengan modal kaos oblong celana cekak,saya kembali dengan penampilan alakadarnya guna mengetahui bagaimana reaksi petugas apabila yang mengaduh adalah bukan golongan orang berdasi bertaraf kelas VIP yang berkeinginan pasang speedy dengan paket 152kbps.

Berkas-berkas yang telah ditandatangani, saya kembalikan semua ke meja resepsionis yang diduduki ibu paruh baya yang sinis. Kondisinya masih tetap sama, dan menghasilkan 1 keputusan mutlak: saya tidak mau lagi berurusan dengan Speedy dan antek-anteknya.
Kalau tetap masih bersikukuh pasang Speedy, coba untuk dipikir kembali seribu kali, karena disitulah permainan bandwith dimulai. 1-3 bulan tarif tagihan akan tetap sama, dan dipastikan akan membengkak dibulan-bulan berikutnya. Sementara billing tagihan tetap berjalan, kita tidak menyadari speed internet lama-lama berkurang. Laporan gangguan, belum tentu ditanggapi hari itu juga, kecuali saya harus berbaik-baik muka dengan petugas jaringan.


Beruntungnya meski saya dalam keadaan depresi, saya mampu tersenyum guna menyampaikan keluh kesah. Saya tak ingin mendendam karena bisa jadi faktor ke-iri-an saya saja, atau ini hanya kesalahan sebuah sistem, sehingga orang yang tidak tahu seperti mereka terkena imbasnya.
Kalaupun saya harus marah, saya memarahi orang yang tidak tepat sasaran. Saya tak mempersoalkan uang 50 ribu yang telah raib, karena uang mudah dicari...tapi yang jelas, tanggung jawab akan dinanti sampai kelak orang itu akan mati


Hanya beberapa catatan untuk selalu saya ingat:
PLN saja tidak serumit BUMN yang satu ini.
Kalau PLN saja bisa berubah, kenapa Telkom tidak?


April 2014
Judul: Karena Telkom tak Selalu "Commited to U"; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 5/06/2014 12:37:00 PM

5 komentar:

  1. Akhirnya pake apa nih pak? Speedy sy bulan ini juga loncat dr 50 rb jd 130 rb, tlp 147 ktnya promosi habis dan bln dpn ktnya naik lg jadi 190rban. Edisi galau mode on secara sy coba paket inet gsm blm ada yg stabil di daerah saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya paham, memang Telkom seperti itu kok pak. Permainan bandwith. speed kadang naik turun dan sebaliknya...Tagihan malah membengkak sepanjang masa. Ambil promonya saja, setelah ntu jangan dibayar.

      Coba pke firstmedia/Fastnet. sayang belum tembus ke kampung sebelah

      Sementara ini saya pake modem GSM paket fake unlimited 50 perbulan saja agar ngirit pengeluaran, cuma APNnya saja yang dibuat beda. Koneksi lokal tapi speed luar negeri. Lumayan buat download file-file gajah

      Hapus
  2. Firstmedia juga blm masuk tempat saya, buduran. Bolehkah di share cara setingnya, krn sy bukan ahlinya, kalo gak etis di forum ini sudilah ke email saya, sugeng0273@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. ilmu katon kok mas, dapatnya juga dari google. mubazir kalo gak dibagi-bagi.

      Awalnya bewe ke http://sshgratiz.blogspot[dot]com. Ternyata ada beberapa tutorial yg cuma memanfaatkan bugnya operator selular. Kaya AXIS sma XL. Cuma kalo bener2 mau speed tinggi 500kbps-1mbps harus punya akun SSH, kartu sim pake Telkomsel/XL, dan pake aplikasi. (cuma menurut saya gk relevan, coz ada tenggat waktunya dan gak gratis)

      kalo saya cuma main APN + Sinyal 3G/hsdpa harus benar-benar full.

      1. Pake APN: internet, dial number: *99#, username dan pasword dikosongkan.

      2. Kadang apn pke:telkomsel, dial number: *99#, username:wap, password:wap123

      3. Kadang pake 3 italia: Apn:data.tre.it, dial number: *99#, username dan pasword kosong
      Autentification protocol setting: PAP.

      Yah namanya bug, kadang cuma free di jam-jam tertentu. Dan biasanya gak selalu bisa full speed, kadang pas jaringan penuh dijam pagi-siang hari cuma dapat 35-60kbps namun dah bisa muter video streaming. Kalau pas dinihari bisa lebih dari itu

      Hapus
    2. Ok thx segera sy coba

      Hapus