Blogermie.com: Jelang Tutup Tahun dan Gurame Pertama

20 November 2014

Jelang Tutup Tahun dan Gurame Pertama

Sejak lama dilahirkan sebagai manusia pribumi indonesia, selama ini saya senantiasa menjaga darah sebagai orang jawa. Terutama untuk urusan kuliner, Meski selamanya hidup berpasangan dengan budaya lain daerah (mungkin karena istri saya juga seorang madura) sebisa mungkin menikmati hidangan negeri sendiri.

Oleh sebabnya, saya tak pernah terpedaya mencicipi ayam Kentucky yang konon kata orang, krispinya luar biasa. Lidah saya tak pernah mencecap Potato MCdonald meski katanya gurih dan lembut. Jangankan untuk Fastfood seperti Burger, mesti saya lempar keluar jendela.
Sayapun tak pernah tahu rasa khas Rujak madura meski sering mengunjungi Cafe daerah kayoon surabaya yang menyajikan hidangan beraneka rupa.


Namun sesuatu terjadi di sore ini. Di sebuah cafe yang sengaja dipilih salah seorang teman untuk janjian, saya menghabiskan siang hingga sore hari. Bukan untuk reuni, atau nongkrong, ini karena ada deadline yang harus kami selesaikan sebelum pukul 17.00. Jadi pada saat jam istirahat dimana ribuan orang berduyun-duyun pulang dari tempat kerja dan berkumpul dengan keluarganya dirumah, kami duduk tepekur menghadap puluhan lembar kertas dan foto yang harus dicocokkan.

Sepanjang itu pula, kami menikmati sejumlah hidangan ala bistro. Untungnya di tempat itu ada menu yang Indonesia banget. Saya memesan paket makan siang yang terdiri dari Gurame goreng asam manis, sambal,lalapan. Juga nasi dan beberapa gelas jus buah dingin dan sebotol air mineral. Teman-teman yang lain juga mengikuti.


Sekian lama di dalam cafe membuat saya bergidik, bentuknya memang sangat menggugah selera. Namun siapa sangka jika mencium aroma gurame yang digoreng tadi sepeti ikan basah yang sudah lama mati beberapa hari. Subhanallah...baunya busuk sekali.
Dengan jujung garpu saya mencicipi sambalnya yang terdapat dicawan kecil, rasanya lumayan.


Lalu saya mengambil kulit luar gurame tersebut dan mulai mengoyaknya dengan sendok. Kesan pertama, saya tak menemukan keistimewaan sebuah hidangan ikan yang sering saya jumpai untuk ukuran kafe mewah. Pada tatapan yang kedua, saya bahkan ingin muntah lantaran lalat sudah berkerumun dimana-mana. Jadilah Gurame goreng tersebut tak pernah saya jamah.

Apess
Judul: Jelang Tutup Tahun dan Gurame Pertama; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 11/20/2014 06:09:00 PM

4 komentar: