Blogermie.com: Hai, Selamat Berpisah kembali

19 Januari 2015

Hai, Selamat Berpisah kembali

Saya amat yakin, dalam hidup, kerapkali terjadi ulangan peristiwa-peristiwa yang melemparkan manusia kepada memori lamanya. Tapi saya memumungkiri bahwa waktu dengan mudah bisa diputar kembali. Andaipun bisa, saya tak ingin menawar suratan yang berisi skenario, karena semua sudah menjadi ketentuanNya.



Kemarin malam, saya benar-benar bergetar. Saya duduk di teras rumah dengan mata memandang ke arah yang berbeda. Hanya sekali menundukkan kepala memandangi HP, membaca potongan isi dari pesan yang sebagiannya berubah, tapi pandangan ini ingin secepatnya mengalihkan perhatian. Tak ingin embun tangis yang menggantung di kelopak mata cepat-cepat tumpah. Lalu melangkah melewati ruang tamu dan seketika itu ingatan ini terlempar jauh ke belakang, seperti dihantam buku catatan harian lama.

Dengan menahan getar, saya tersenyum melihat kembali isi pesan yang diketik tak beraturan. Seperti ada slide berjalan di depan mata, meski samar saya melihat lagi diri saya 9,5 tahun lalu ketika melepas kepergian sahabat baik meski hanya melalui pesan selular serta detail-detail lainnya yang seketika tadi muncul lagi di ingatan.


Saya melambatkan langkah kaki ketika memasuki kamar pribadi. Sambil mambanting tubuh di atas kasur, saya menatap ke atas langit-langit ruangan lantas mengingat kembali kejadian yang sudah-sudah 10 tahun yang lalu, berharap bisa menemukan kembali intisarinya, lantas membuangnya jauh-jauh dari alam bawah sadar.

Saya teringat seorang rekan buruh pabrik yang dulu sempat bercanda dengan saya ketika masih sama-sama mengarungi kerasnya hidup. Saya ingat betul apa yang dia katakan sebelum memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya : “Mas Her, Bulan depan Aku Resend..”. Lalu teman saya itu berbalik dan tersenyum pada saya. Saat itu petang hari disertai hujan gerimis.


Kini 10 tahun berselang, saya hampir lemas meski sepenuhnya masih sanggup mengendalikan diri dan perasaan ketika tiba kembali di kamar ini, semua persis sama dengan dengan 10 tahun lalu. Ini kebetulan yang brengsek. Telalu lama memandangi layar Hp ini, malah mengingatkan kesialan ditinggal pergi oleh sahabat baik. Berada di dalam kamar, saya merasakan kehilangan itu lagi, juga apa-apa yang sudah terlanjur dibina dan segala detail yang akhirnya terjadi di sana selama 1 hari di masa 10 tahun yang lalu.


Bagi saya ini kebetulan yang keterlaluan. Apalagi ketika harus melongok keluar jendela untuk mengetahui kondisi diluar tengah hujan deras, isi pesan yang sama dan kondisi ruang yang sama. Slide-slide lama itu berserakan lagi di depan saya hingga kini.


Totok dan teman dekatnya Joko sewaktu kami saling memikul pekerjaan sebagai buruh panggul di perusahaan swasta, serta Gabriela Sabatini di klinik estetika, juga semua “kebetulan” yang menyertainya, saya percaya ini bukan pertanda buruk. Semoga di manapun ia berada kini, yang saya tak pernah tahu, Allah selalu menjaganya.
Judul: Hai, Selamat Berpisah kembali; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 1/19/2015 01:26:00 PM

9 komentar: