Blogermie.com: Mengulang waktu, lewat hidangan telur buatan Ibu

19 Mei 2015

Mengulang waktu, lewat hidangan telur buatan Ibu

Pria setengah baik-baik, selalu ingat amanat yang dihaturkan ibunya semasa kecil. meskipun hal kecil yang diwariskannya hanya berupa kuliner alakadarnya.


Sedari kecil, yang saya ketahui, pekerjaan ibu saya selain sebagai ibu rumah tangga, beliau juga berprofesi sebagai buruh serabutan. Apapun, mulai dari tukang jamu, bercocok tanam, sampai memelihara unggas walaupun bukan untuk skala besar. Maklumlah, meskipun rumah kami terletak disudut kampung, masih tersedianya pekarangan yang luas didepan rumah,
masih sangat berguna untuk ditanami apotek hidup. Sementara dibelakangnya, masih bisa dikelola lagi untuk kepentingan beternak ayam kampung.. Alhamdulillah, jerih payah ibu ternyata mampu membuat saya dan saudara-saudara yang lain merasakan bangku sekolah.

di usia saya yang berkembang di era 90an, dan tidak ngerti apa-apa. Ibu saya mulai mengajarkan cara untuk mengelola sumberdaya yg diperoleh daari alam sekitar. Terkadang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu saya juga berupaya menjual beberapa hasil kebun dan beternak ayam untuk barter dengan sembako. Bahkan untuk masalah kebutuhan pangan saja, ibu saya yang notabennya piawai mengolah resep masakan khas jawa, terkadang harus menukarnya lagi dengan minyak goreng dan gula.

Hampir saya tak mengerti kenapa harus demikian caranya. Namun, Setelah saya menyadari kenapa ibu saya menjual, saya akhirnya memahami bahwa keputusan tersebut yang sebenarnya adalah jalan terakhir mencari uang, karena pada saat itu sulit sekali bapak saya mencari pekerjaan.

Yang tak pernah sirna dalam ingatan saya tentang ibu adalah saat memanjakan kami dengan hidangan telor yang kali pertama di era itulah belum ada orang yg mampu membuatnya. Namanya telor bumbu bali. Itu adalah kali pertama ibu membuat resep masakan dari protein hewani.
karena dulu, untuk dapat makan lauk yang setara dengan hidangan resto chicken fries saja, memperoleh simpati Ibu untuk membuatkan resep hidangan telor bumbu bali-pun membutuhkan waktu lama..Ibu sempat naik darah, karena demi mengorbankan beberapa ekor ayam untuk disembelih atau diambil telornya saja, itu tandanya keluarga kami harus mengorbankan omset berjualan. Maklumlah, Ayam adalah komoditas yang termahal keluarga kami setelah Singkong dan Gayam, sehingga wajar jika terdapat acara makan bersama dalam satu malam, lauk pauk selalu didominasi dari olahan sayur-mayur dan umbi-umbian. Yang menurut saya paling enak-pun, sekali dalam seminggu, baru dapat mencicipi lauk ikan asin. Itu saja baru dapat dinikmati kalau bapak tidak malas pergi ke sungai untuk memancing.


Telor Bumbu Bali
Telor Bumbu Bali


Kini, 28 tahun sudah saya mengenang apa yang diperoleh ibu saya melalui perantara 5 butir telor Ayam Broiler, yang diolah kembali oleh istri saya menjadi hidangan tata boga yang mengundang selera. Masih beserta kehadiran ibu saya yang senantiasa menemani hingga keluarga kecil saya sampai saat ini. Beserta menantu kesayangannnya memasak, Sesekali keduanya melempar tawa, memikirkan hidangan apa yang akan disajikan untuk makan malam kami sekeluarga di hari berikutnya


untuk referensi beragam olahan resep masakan sehat yang berasal dari protein nabati maupun hewani, bisa dilihat di http://breaktime.co.id/recipes.html
Judul: Mengulang waktu, lewat hidangan telur buatan Ibu; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 5/19/2015 07:03:00 PM

6 komentar: