Blogermie.com: Apa Hendak dikata, Sabar Tak Bercela

21 September 2016

Apa Hendak dikata, Sabar Tak Bercela

Mengutip banyak kata bijak yang bertebaran, lalu menyadurnya untuk disampaikan ke banyak orang, itu sebenarnya adalah hal yang baik. Masalahnya adalah Mungkin kita terlalu cepat meneruskannya ke sahabat sebelum kita mampu menahan kata bijak itu untuk menyerap intisarinya bagi diri sendiri...untuk beberapa saat.

Saya mengamini. Bukan saya saja yang menyukai  sebuah kutipan ini: "Orang sabar disayang Tuhan."



Iya, Pasti disayang lah. Karna dari awal, Tuhan sudah menjadikan ia menjadi makhluk yang seperti itu. Kodratnya demikian. Bukan berarti kesabaran itu hasil dari sebuah evolusi penahanan diri karena terlalu seringnya disakiti.
Memang , orang yang terbiasa disakiti,begitu bangun dari ketidak berdayaan...ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bisa cepat pulih dari amarah. Tapi itu belum menjadi ilmu pasti yang menyatakan mutlaknya seorang penyabar adalah melalui proses. Sabar adalah urusan lain karena terdapat Campur tangan Tuhan disitu. Sabar itu sandi yang tidak akan terpecahkan meski menggunakan cabang ilmu forensik.

Saya cuma bergidik mendengar pengakuan seseorang yang mengatakan dirinya sabar karena ia sendirilah yang mengawali prosesnya. Saya hanya tersenyum mendengar kebanggan yang tersirat meski sikapnya agak tendensi. Sedikit bergeming, lalu mengambil sebuah hikmah dari itu:
"Bagaimana pula engkau bisa seyakin itu, apa sabar yang terucap dari lesanmu sudah cukup Kuat membuktikan kalau dirimu masuk dalam kategori Hamba-Nya yg saleh. Kalau sabar memang murni hasil jerih payahmu, Sementara baru 1 masalah yang kau selesaikan..dimana kau memposisikan hatimu di mata Tuhanmu di suatu ketika diuji masalah yang lain?. Dimana dirimu memposisikan hatimu di mata Tuhanmu saat kau mengakui Sabarmu adalah yang terbaik dari sekian banyak orang?. "

Mungkin saja, Siapa saja boleh yakin. Itu masalah keyakinan dan keyakinan sendiri bisa berubah haluan setiap detik, sepanjang waktu. Satu yang takkan berubah adalah Suratan. Masalahnya kita yang seringkali memaksakan suratan, dan Sabar merupakan bagian dari suratan itu sendiri. Masalahnya muncul saat kita yang seringkali tertimpa masalah dan memaksa Sabar itu untuk hadir

Tuhan sudah menciptakan sabar itu lebih tua dari usia manusia. Sabar tak pernah datang terlambat kecuali kita yang terburu-buru mengumpat. Sabar hanya (mungkin) sedang bersembunyi sesaat atau lebih cepatnya menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari tempatnya yang tertindas. Sabar hanya dimiliki Oleh mereka yang berhati terbuka. Sabar tak memiliki parameter, sepele atau besarnya masalah bukan sebuah acuan. Sabar untuk hal yang lebih besar, bukan menjadi tolak ukur agar dapatnya memcahkan masalah yang sepele, Pun begitu sebaliknya. Semua saling bertaut


Tuhan Pemberi Petunjuk, Lagi Maha Berilmu

Saya berjumpa dengan banyak peristiwa. Perjumpaan tak terduga yang mempertemukan dengan banyak orang. Sebagiannya dari golongan beradab, biasa, dan pula sebagiannya terdapat dari kalangan biadab yang tak pernah memandang saya sedikitpun. Tapi itu semua tiada masalah.

Pertemuan tak terduga dan beberapa perpisahan yang mungkin sudah disengaja. Memaknai perjuangannya, mendengarkan kisahnya, Sehingga Alasan untuk tak menyesali yang sudah sudah adalah dengan jalan tidak meremehkan dan tidak mencerca, namun diam diam mengilhami-nya
Saya bukan tipe Penyabar, Namun saya sanggup berharap kepada yang maha kuasa agar dicukupkan waktu untuk Hening disaat tertimpa masalah.Dalam Doa.

Salam Rukun
Judul: Apa Hendak dikata, Sabar Tak Bercela; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 9/21/2016 06:59:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar