Blogermie.com: Tekat Mempersatukan Menuju Pinang Kemerdekaan

20 September 2016

Tekat Mempersatukan Menuju Pinang Kemerdekaan

Puluhan mata dalam sorotan cahaya halogen penerangan jalan. Antusias menengadahkan kepalanya menuju ke atas tiang panjatan setinggi 5 Meter. Sorakan penonton seperti alunan koor musik Accapella yang mengambil alih asa mereka. Walaupun tubuh penuh peluh , nafas yang memburu, persaingan dengan tujuan satu. Menaklukkan pinang menuju kemenangan.

Bagi Siapapun tim yang berhasil dari awal memegang sang saka merah putih-lah, yang layak dan berhak menentukan hadiah apa setelahnya. Kami menamainya Lomba Panjat Pinang



27 Agustus 2016, saya tengah berada dipuluhan manusia yang merayakan sukacita kemerdekaan. Malam itu, Warga menggelar event perlombaan panjat pinang di desa ini. Tak lain, perlombaan tersebut adalah demi memperingati hari lahirnya merdeka yang ke 70. Tepat di pelataran balai RT

Agak pegal harus berdiri berjam-jam. Apalagi dinobatkan sebagai panitia tahunan. Prosesi awal acara hingga akhir harus saya dokumentasikan sebanyak mungkin, sesuai keinginan ibu-ibu panitia.
Yang muda, tua, hingga anak anak tak lupa turut serta mempersiapkan diri, karena acara ini sudah dijadwalkan mengundang banyak sekali tamu penting dari kelurahan. Yang jelas sekali terlihat terlihat dibalik kamera adalah bapak kades beserta ibu. disusul dengan Takmir masjid dan Anggota Pemuda Karang Taruna. Tak lupa segenap para undangan dari desa seberang juga terlihat menjadi "pemersatu ekosistem" acara, meskipun peran mereka hanya dilibatkan sebagai pelaku kemacetan. Sehingga Jalan akses ke desa, sebagiannya telah ditutup oleh parkir liar lantaran saking banyaknya sepeda yang berhenti semaunya.

Dari sekian banyak visual diatas yang sedikit mewakili tulisan ini. Saya hanya menyimpulkan bahwa, tanpa kehadiran mereka, tekat untuk menulis dari saya mungkin tidak akan pernah ada artinya. Sepertinya juga sama bagi mereka yang menyaksikan perlombaan ini demi satu Tujuan. Tekat memeriahkan, Tekat Kemerdekaan

Syukur yang mendalam di awal perlombaan, Kepala Takmir masjid langsung mengambil alih acara. Dengan harapan dijauhkan dari musibah yang tidak diinginkan, beliau berinisiatif memimpin doa. Suasana riuh seketika menjadi hening saat doa dibacakan dan yang lainnya turut mengamini. Sungguh pemandangan yang mengesankan. Ditambah lagi banyaknya para sesepuh desa yang hadir. Mendukung acara ini dengan hajat seadanya menurut versi mereka. Karena jauh-jauh sebelum lomba ini digelar, mereka yang lebih dulu menjadi narator religis mengadakan ruwatan desa.

Peserta Lomba didominasi kalangan anak muda yang terbagi menjadi 4 tim. Satu Tim terdiri dari 4 Orang yang kesemuanya harus mengikuti syarat tertentu. Syaratnya cukup Mudah, hanya cukup berpenampilan setengah telanjang dada dan kuat fisik.


Tim yang paling awal memimpin perolehan hadiah adalah TIM B. Selain cekatan, rata rata kemampuan mereka setara kuli panggul, Stamina mereka juga tidak terbuang percuma. Tak butuh lama menghabiskan tenaga hanya untuk membersihkan bekas oli yang menempel di badan pinang menuju puncak. Mengetahui hal ini, Panitia membatasi hadiah kepada tim B sebelum doorprize sebuah sepeda gunung diraih, beberapa orang yang masuk tim B akan dipecah beberapa guna membantu tim lain yang belum kesampaian mendapatkan hadiah. Toleransi diberikan agar ada kompetisi yang sehat. Saling mendukung satu tim dengan tim yang lain.




Tak terasa hampir 3 jam lamanya, para peserta sampai pada titik lelah. Wajah kusam belepotan, ada yang putus asa hingga tak tahu yang hendak diperbuat, sementara hadiah belum sepenuhnya terambil membuat Panitia merasa iba. Panitia memberikan waktu jeda 30 menit untuk minum, berfikir dan menghadirkan strategi baru, disamping menambah keringanan yg bisa sesukanya diambil sebagai prioritas peserta, dengan menambah perolehan  hadiah yang  semula 3 buah untuk tiap tim sekali panjat, menjadi 5 buah...Ada maksud lain yang membuat saya tertegun sejenak, yakni menambah moral para pesertanya untuk saling mengenal arti pentingnya solidaritas bersama



Ada peritiwa jayus dibalik cerita ini. Ketika lomba dinyatakan selesai, nampak beberapa ke-gokil-an peserta yang tidak masuk dalam daftar susunan panitia versi on the spot. (sengaja tidak saya masukkan fotonya guna menghindari konten asusila).

Pak RT akan memberikan reward berupa uang tunai bagi siapapun yang berani "MANDI GUYUB" memperlihatkan pantatnya di muka kamera dengan durasi kurang dari 10 detik...Sekali lagi, Hanya bagi yang bernyali..
Ada yg merasa Tertantang ?
Judul: Tekat Mempersatukan Menuju Pinang Kemerdekaan; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 9/20/2016 12:36:00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar