Blogermie.com: Entri Tanpa Judul: Bahagia

23 Oktober 2016

Entri Tanpa Judul: Bahagia

Ada sebuah pertanyaan ambigu,tentang bahagia. Mungkin akan bersebrangan pemaknaannya. Apabila ada yg mempertanyakan dimana letak bahagia itu secara ilmu kemasyarakatan. Menjawabnya cukup dengan mengamini dalam hati( semoga saya salah)

Bahagia dimulai dari bergaul..Bergaul muamalah. Tahu kapan saatnya memberi, dan saatnya menerima. Ada saat tertentu harus menjadi dermawan,ada saat menahan,dan keduanya harus ada istilah saling terikat dengan takwa. Menjadi sesuatu yg sanggup menempatkan diri ,menembus tanpa batasan dan mudah masuk dari lini manapun. Banyak-banyak bergaul adalah sebuah prospek cerah agar mental tidak menjadi pribadi yang serakah. Mendengar suka dan duka untuk saling berkeluh kesah dan memahami keterbukaan. Semakin banyak kedukaan yang berhasil dilalui...meliputi proses ketaatan, proses cobaan ujian semester, dan proses godaan iwil-maksiat- iwil, semakin banyak pula intisari yang diperoleh.

Bahagia adalah duka yang bangkit dari penderitaannya. Baik itu sendiri maupun dilakukan secara bersama..karena ia akan beranjak dari sederhana menuju tingkat yang lebih kompleks.. menyerap semua ketidak sempurnaan yang dialami dalam 1 waktu, lalu membungkusnya, merapikan serpihan negatif yg masih mampu diselamatkan dan menyimpan hal positif untuk dirinya dan membagikannya bila dirasa perlu.

Ia tidak munafik mengabaikan yang negatif meskipun masif, karena disuatu kesempatan, negatif akan dirasa lebih berguna. Bahagia adalah ketidakberdayaan proses negatif dan positif...sebuah keseimbangan

Dengan segala upayanya, Ia akan terus berkembang. Dari yg dulunya kecil tidak tahu apa apa, rasa sakit karena kecewa. Sampai ia mengetahui betul bagaimana mengalahkan rasa sakit itu, ia tak akan beranjak sampai menemukan celah demi menyelaraskan antara tekanan, belas kasihan, dan harapan.

Bahagia menemukan tempatnya pada saat ia sudah merasakan titik aman..apapun itu, terutama jika ia sudah melebur dengan keadaan dan nyaman didalamnya. Atau puncak Rasa yang lebih universal mendekati wadah terdekatnya (seolah tenang tapi hatinya mudah takjub) apabila bertemu dengan saudara dekat, atau yang lebih spesifik misalnya sahabat yang mengikat saudara.

Jika Tuhan mengizinkan, Rasa terharu akan datangnya sesuatu yang nampak sepele untuk diabaikan, ambil misal saat menyaksikan benda yang terlihat kecil sewaktu melintas di depannya


Bahagia adalah milik-Nya, dan atas seizin-Nya lah ia tercipta. Subhannallah
Judul: Entri Tanpa Judul: Bahagia; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/23/2016 03:51:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar