Blogermie.com: Warkop Samsuri dan Mainstream Terkini dibalik Aroma Kopi

09 November 2016

Warkop Samsuri dan Mainstream Terkini dibalik Aroma Kopi

Saat kopi tidak lagi membahas persoalan rasa, namun sudah menyangkut suasana dan yang utama adalah icon unik si pengelola sebagai cermin upaya menarik minat pembeli. Dalam mendirikan kedai kopi, konsep yang unik perlu diperhatikan. Termasuk yang menjadi pertimbangan adalah gaya nyentrik dan cenderung ceplas-ceplos yang harus melekat pada diri si penunggu warung itu sendiri. Pendiri Warkop yang bisa dibilang paling ngetren untuk saat ini bukanlah ia yang kaya raya dan memiliki pengetahuan khusus beraneka rupa cita rasa kopi nusantara. Tidak sepenuhnya benar sih, tapi mutlak untuk digaris bawahi


Berdiri tepat diatas bantaran kali, berada tepat di persimpangan jalan yang menghubungkan 2 RT sekaligus, rupanya Warkop Samsuri cukup layak diperhitungkan. Di tengah gempuran trend kopi ala café yang bergaya modern dan bernuansa premium, Jika tuhan mengizinkan, ada waktu bagi anda yang segan untuk mampir atau sekedar jalan-jalan di desa ini, Anda pasti dipertemukan dengan pendiri kopi yang mengklaim kejiwaannya agak terganggu, jenaka dan koplak, namun patut untuk disimak. Kalau tidak percaya, silahkan searching di Google Map menggunakan kata kunci: WKCS (Warung Kopi Cak Samsuri) . Inshaallah anda akan menemukan pemetaannya secara akurat, dan dipertemukan dengan segelintir orang yang masih berupaya mengembangkan bisnis café ala kampung alias usaha kedai kopi sederhana sebagaimana tagline yang saya tulis diatas sebagai metode melawak dihadapan banyak orang penikmat kopi. Dan siapa sangka dari usaha kedai kopi macam ini, nyatanya beliau (masih hidup) berhasil mereguk hasil yang memuaskan.


Gaya nyentrik dan cenderung ceplas-ceplos sepertinya sudah menjadi buah bibir yang menghias diri Samsuri, lelaki paruh baya berusia 40-an. Bagi siapapun yang baru mengenal pasti tidak menyangka kalau mimik dan postur tubuh menunjukkan Cak su (panggilan Akrab) telah menapaki usia itu, karena Mungkin rahasia terbesar ramuan awet muda adalah dengan banyak menyedekahkan diri menjadi peribadi yang gemar tertawa. Disamping humoris, yang patut diteladani sebagai tendsetter kekinian beliau adalah berkomunikasi apa adanya tanpa memandang usia. Itu sebabnya, hampir seharian penuh warung kopi Samsuri ramai pembeli. Mulai dari strata anak muda, sampai lini kaum lansia. Sampai uzur warkop tersebut buka sampai Dini hari, pembelinya bisa merambah sampai anak muda desa seberang, adakalanya kesempatan yang menjamin studi kelayakan warungkopi kebanyakan adalah Semua pembelinya diperkenankan untuk berhutang. Waw..sungguh Awesome bukan?

Cara Berkomunikasi Samsuri itu memang jarang terdapat di warung kopi manapun, sepanjang usia saya selaku penulis yang sekaligus penikmat kopi dimanapun warkop yang pernah saya singgahi. Gaya unik tersebut sejatinya dilakukan untuk menjalin kedekatan Cak Samsuri dengan para pembelinya. Cak Su juga jarang menolak permintaan para pemburu berita seperti saya untuk sesi wawancara.

Di beberapa kesempatan lain misalnya disaat sedang tidak berdinas menjaga warung, Cak Su juga sering terlihat kacau menuruti "Request" Pemburu gambar war BBM agar berpose liar aka "Anti Mainstream". Contohnya, saat berpose Gila ala Geng Motor, Sedang Berpura-pura kerja bakti, Selfie Arogan. Bahkan kalau sedang mulai mengalami sychopathic/Antisosial Personality Disorders..

"tauah gelap", imbuhnya.

seperti yang nampak pada gambar-gambar berikut ini:


Kamu ini maunya saya berpose seperti apa ?


Judul: Warkop Samsuri dan Mainstream Terkini dibalik Aroma Kopi; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 11/09/2016 10:03:00 PM

2 komentar: