Blogermie.com: Sepanjang Usia, ke Goa Cina

13 Desember 2016

Sepanjang Usia, ke Goa Cina

Mencari kesenangan adalah hal identik yang umum terjadi menjelang akhir pekan. Dimana-mana, Orang akan riuh berbicara perihal piknik, pelesir atau istilah-istilah preketeg lainnya. Terlebih untuk kalender desember 2016, setidaknya tercatat beberapa angka tertera berwana merah yang sengaja dikeramatkan. Menunjukkan hari bebas,  sekaligus hari suka-suka untuk melampiaskan kekesalan akibat tekanan pekerjaan.
Dalam kondisi khusus seperti ini, Agenda-agenda kecil sudah terlebih dulu dibuat di sana. Beberapa yang ditandai dengan spidol pada kalender menandakan tempat-tempat atau hal yang menjadi prioritas. Semua telah direncanakan semenjak beberapa hari sebelumnya. Dan... Saya salah satu diantara yang sering melakukannya.



Keringat pekat begitu lengket di kulit padahal saya baru melangkah belasan meter meninggalkan Rumah. Jam juga baru menunjuk pukul 10 malam lewat.
Seandainya saja Sidoarjo tidak sedang dilanda musim Pancaroba yang bisa panas-dingin seenaknya padahal dalam kondisi malam hari, mungkin gerahnya tidak menyamai teriknya panas di siang hari.
Seandainya saja lalu lintas Sidoarjo lebih bersahabat, mungkin juga para rombongan tidak perlu tergesa-gesa berada dititik kumpul mengejar waktu yang telah disepakati dengan menaruh harap semoga rombongan keluarga besar RT 03 bisa sampai Ke tempat wisata sebelum matahari terbit...
Seandainya pak sopir Wahyu.... lebih cekatan menyiapkan diri begitu Minibus yang jauh-jauh hari telah disewa pada nyatanya telah didahului oknum lain.

Namun apalah daya semua keluhan diatas hanya sanggup kami terima sambil mengelus dada tanda bersyukur. Semua terjadi tanpa sengaja dan mendadak.



Jauh dari rencana yang telah dipersiapkan yang seharusnya cukup teratasi dengan 1 buah minibus Elf, Hari itu panitia menyewa 3 mobil mpv. Secara bergantian, pengemudi yang terdiri dari 3 orang tetap dibawah koordinator transportasi bapak Wakil RT. Sementara bapak RT sendiri mengawaki koordinator akomodasi dan administrasi. Keduanya memandu Seluruh persiapan keberangkatan sampai akhir kepulangan sehingga rombongan bisa menikmati perjalanan dengan lancar. Di sisi lain Ibu-ibu gaul terlihat bersiap mengantisipasi logistik jika sewaktu-waktu terdapat penumpang anak-anak yang mabuk darat atau sekedar memerlukan bantuan saat didera kelaparan dari dalam mobil.


Jalur menuju Goa cina teramat curam. Karena untuk mencapai tempat itu sebenarnya kita seolah mendaki 2 bukit. Jalurnya berkelok tajam dan sangat licin apabila tiba musim penghujan. Di tepian jalan akan lebih sering kami temui bukit-bukit kapur dan berbatu yang sangat rawan terjadi longsor. Letak tempat wisata juga diapit dua buah gunung sehingga wajar apabila perjalanan akan terasa sangat lama dan seringkali membuat perut mual. Belum lagi ruas jalan yang hanya cukup untuk 1 mobil pickup membuat siapapun pengemudinya harus lebih berhati-hati berbagi haluan apabila berpapasan dengan kendaraan lain dari arah yang berlawanan, karena sekali ban mengalami selip, otomatis keluarga rombongan akan menghadiri walimatul tahlil untuk mengenang jasa para penumpang yang telah lebih dulu terperosok jurang.


Dalam sisa perjalanan saya menyimpan rasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Kepala suku, panitia dan seluruh rombongan. Mereka tidak hanya menjadi penumpang, namun juga telah saling bersama-sama mengisi keragaman.

Situasi terakhir pasca bencana kelaparan Rohingnya (Goa Cina)


Saya juga membayangkan semoga tahun depan, ada ide yang tercetus sebagai destinasi baru rekreasi kami....Semoga terlaksana..Amiin
Judul: Sepanjang Usia, ke Goa Cina; Reviewer By: Heru Prasetyo; Rating Blog: 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 12/13/2016 04:51:00 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar