Blogermie.com: Antara Pedagang Musiman, Pengamen, dan Obat Kuat

15 Januari, 2018

Antara Pedagang Musiman, Pengamen, dan Obat Kuat

Di Surabaya, kalau makan di mall atau Kafe mahal, baru bebas dari klenik ini.

Tapi untuk kalangan menengah ke bawah, makan di rumah makan kelas Warteg atau kelas bawah, di emperan, atau di  lesehan, bisa dipastikan tiap 5 menit adalah rekor tercepat anda dikunjungi pengamen tanpa henti. Walaupun untuk 1-2  pengamen yang datang seorang diri, dan 2 dari 1 yang merangkap menjadi Pengamen rombongan.

Sementara pedagang asongan, paling banyak di terminal Wonokromo, naik ke bus dari satu halte, ke halte yang lain hanya untuk mencari rute.


Pengamen di Bus lebih variatif. Kalau di pagi buta, untuk kelas gennin, bisa masuk anak-anak kecil yang ngerti harmony ala kadarnya, tempo irama juga tak terlalu menjadi perhatian, tapi semangat ngamennya:... layak diacungi jempol.

Alat ngamennya juga macem-macem. Dari yang sekedar portable pakai-buang berupa botol air mineral diisi pasir, krecekan dari tutup kemasan botol soda, sampai "gendang suka-suka" terbuat dari kaleng rombeng atau pipa talang yang ditutup karet atau selaput lain pengganti kulit.

Pernah sekali kejadian, supir angkot menyuruh turun pengamen cilik ini, pengamennya menggerutu....sementara angkotnya ditimpuk batu. Alamak!....


Di bus microlet atau patas lebih canggih lagi. Umumnya pengamennya sudah lebih intelek. Sampai ada yang Ngamen sambil membawa Hape dengan fitur kamera Selfie, agar sejalan alasannya.

"Sekalian ngamen" sekaligus streaming, Katanya.


Kadang juga bisa ditemukan pengamen yang suaranya lebih bagus dari artis tenar. Saya pernah berjumpa pengamen cewek bertubuh agak tambun, main gitar Ukulele. Agak klise, namun mata saya berhasil dibuatnya tak berkedip... dia bisa nyanyiin lagu "Ai Alweys Lop Yu". Dengan intonasi mulus tanpa cela, diiringi gitar bututnya..... astaga!

Bukan hanya itu, sehabis Genre penuh cengkok milik Whitney Houston itu, dengan fleksibel sekali, dia ganti intro ke Rihanna, 'Umbrella'.... lalu Pindah Nada ke C Mayor, masuk 'Pelan Pelan Saja' ala Tantri Kotak, yang ngerock.

5000 rupiah deh saya keluarkan dari saku celana. Gapapa! Iklas wes... dulu jaman masih jaya-jayanya menjadi Pengacara (Pengangguran banyak Acara), dengan inisiasi teman-teman, saya pernah nyewa studio musik di sekitar Komplek perumahan kampung sebelah. Buat ngeramein awal perdana Studio F3 dibuka agar kelihatan mirip anak band yang sudah "go international".
Latihan hanya menjadi jadwal curang yang tidak rutin, Karena tunggakan sewa alat yang sebelumnya tanpa sengaja di-rusak, belum sepenuhnya terbayar. Jadi Anggap saja pemberian itu adalah hanya nominal minim dari sebagian kecil upaya kami perihal ganti rugi , sekaligus buah simalakama dari apa yang saya alami.

* Kalau pembaca tidak percaya, tuh tanya teman saya. Si tukang Drum, Cak Muin.



Nah, kembali ke topik ini.... Pengamen yang lain lagi juga ada, hanya beberapa yang memiliki nyali ekstrem, bukan nyanyi... melainkan khotbah. !

Astaga, kaya ustadz... anti Amerika, anti Yahudi, Anti Deodorant.....mengalahkan Bagus-Netral waktu membawakan lagu Kecoa-dan Kupu-kupu' dan berteriak histeris diatas panggung.



Begitulah.....

Sekarang, pedagang Musiman mulai intens berkunjung ke Blog saya. Sejauh kurangnya pantauan, saking acuhnya diri ini dengan isi komentar yang tak masuk akal, Di kolom komentar mulai diserbu antek-antek zionis yang menawarkan marketing berhasil, berupa produk Suplemen dan Kontrasepsi.

Dalam benak, saya tidak mengelak. Tapi saya juga tak habis pikir. Bila mereka memang begitu yakin dan berhasil dengan penghasilan ratusan juta sebulan yang menurutnya musiman itu, apa masih perlu menjadi pedagang asongan di blog orang lain?
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 1/15/2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dekil, bukan berarti Anda bebas berkata Jorok. Karena fitur komentar jarang Admin moderasi. Segan & Hargai komentar anda pribadi sebagai cermin Hakikat Diri