Blogermie.com: Gadis Kecil "Tak Kasat Mata"

26 Maret, 2018

Gadis Kecil "Tak Kasat Mata"

Tak pernah tahu...dan tak akan tahu persisnya kapan dan dimana sebuah peristiwa terjadi di masa depan. Itulah kita. Yang akan kita alami dalam perjalanan hidup kita ibarat misteri yang tak terpecahkan sebagai wadah instropeksi diri.
Kadang hidup bisa sangat menekan, pun acapkali juga mempertemukan kita dengan hal-hal mengejutkan.



Terkadang kita mengira hidup ini monokrom. Biasa-biasa saja, namun ternyata... selalu ada kedermawanan dari Tuhan semesta alam yang senantiasa di limpahkan untuk kita. Dan justru orang-orang yang tidak terlalu berharap banyak, akan lebih sering mengalami kejadian yang luar biasa sepanjang hidupnya. Tapi orang-orang yang justru tedensi dengan harapan, malah cenderung tidak mendapatkan apa yang di rencanakan.

Kalau ini adalah petunjuk yang digariskan dalam Firman Tuhan, salah satu ayatnya berbunyi "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah terbongkar oleh panca indra, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk menunjukkan keberadaan-Nya yang Haq  "Ahad" dan "Hayat". Kalimat ini terjadi berulang-kali dalam hidup saya.

Tak pernah berkeinginan, tak pernah berhasrat dalam hati, tak pernah dilihat dan tak pernah didengar bahwa dengan tiba-tiba saja  merasakan kehadiran sosok gadis kecil yang asyik bermain di kamar. Ditemani keponakan.
Sambil menari, gadis kecil itu menyaru.

Tak ada sekalipun niat mengacungkan kamera dengan maksud memotretnya. Meski bukan ihwal tertentu, si gadis kecil mungkin memahami tindakan siapapun yang berada di tempat itu hanya akan menyakitinya. Ia selalu berusaha menghindar. Cenderung berlari kencang dan bersembunyi. Di balik uraian rambutnya yang hitam sebahu, agak pemalu. Terkadang pula dia nampak ragu menunjukkan wajahnya yang putih pucat.

Tebak wajah?: siapa sosok dibalik anak kecil ini

Memotret si gadis kecil dengan bermodal kepekaan saja,  tidak akan cukup berhasil. Di butuhkan faktor ketidak sengajaan, untuk moendapatkan momennya. Dan yang terpenting, ketulusan "meminta izin" kepada Yang Maha Kuasa. Allahua'lam

Tapi akhirnya, mata kiri ini menyudahi interaksi sesudahnya dengan air mata.
Demi suatu alasan, diam dan memandang fenomena itu sendiri dalam hati sebagai kepastian jawaban. Antara rasa iba, ambigu dan takjub bahwa dunia ini diciptakan selalu bersentuhan dengan dimensi luar yang kompleks, luas tak berbatas. Dalam kehati-hatian tanpa merusak tataran yang sudah jadi aturan, hati telah menjawab yang gadis kecil ceritakan dengan simpulnya sebuah makna.

"makhluk yang ingin dihargai dengan kondisinya sekarang, tetaplah seorang anak kecil yang butuh hiburan. Dia tetap punya rasa takut juga kepada manusia. Jangankan Kita manusia, harusnya lebih takut lagi kepada Dzat yang membuat makluk semacam itu".


Semoga apa yang saya doakan dan harapkan, benar adanya. Seperti biasa doa, yang dipanjatkan tiap tengah hari:' Robbana attina Fiddunya Hasanah" :

"Tuhan, hari ini kubuat sebuah pengakuan. Perasaan yang selalu terhubung dengan mata kiriku. Demi kemuliaanmu Yaa Rob', Semoga engkau senantiasa memberi petunjuk di tiap kecerobohanku. 
Maha berilmunya Engkau, Maha melihat setiap apa yang hambamu perbuat"
Judul: Gadis Kecil "Tak Kasat Mata" ›› Diulas Oleh: Heru Prasetyo ›› Reputasi halaman : 5 dari 5
Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 3/26/2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dekil, bukan berarti Anda bebas berkata Jorok. Karena fitur komentar jarang Admin moderasi. Segan & Hargai komentar anda pribadi sebagai cermin Hakikat Diri