Blogermie.com: Fotofolioku

Fotofolioku

Fotofoliku di dunia Fotografi
Sudah seringkali saya melihat dunia fotografi yang cenderung membahas Kamera DSLR sebagai kata kuncinya. Bahkan di Google-pun, banyak tutorial Fotografi digital yang mengklaim Hasil Jepretan SLR Jauh lebih bagus dari kamera saku...
Padahal Kamera yang afdol di kantong rakyat dengan harga yang relatif terjangkau tersebut meningkat populasinya seiring gaya hidup anak muda masa kini.

Sudah jarang ditemui anak muda yang duduk termangu didalam rumah hanya untuk bermalas-malasan, Bercengkrama dengan dunia Online maupun sekedar bermain game. Mereka lebih memilih aktivitas diluar rumah sambil memanggul kamera saku.
Seolah tidak takut legam terbakar sengatan matahari, Banyak anak muda yang beralih menjadi seniman melalui jepretan foto yang semata-mata menjadi momen tepenting sepanjang hidup mereka.

Memang sih, Bagi siapapaun yang sudah terbiasa menggunakan kamera SLR, penampilannya akan lebih nampak mentereng dan keren. Selain ditunjang dengan perlengkapan Tripod dan lensa panjang, Plus komplit fitur komposisi akurasinya yang patut diperhitungkan layaknya fotografer, kita semua dibuat takjub dengan Hasil-Hasil foto yang sudah jadi.
Tak heran jika pengguna awam terpaksa belajar tersesat dengan membeli kamera SLR yang jauh lebih canggih agar mendapatkan reputasi seorang fotografer profesional.
Dari situ timbullah sebuah persepsi yang salah, "Hasil jepretan bagus, harus setara dengan kamera-kamera mahal"

Tapi masak iya sih?? Ciyuss?

Ketika saya memulai menulis blog ini, saya begitu antusias belajar photosop secara otodidak dengan berharap bisa menguasai Fotografi sekaligus. Dan Puji syukur, kurang dari 2 bulan lamanya berkecimpung di dunia Blogsphere sambil mencuri-waktu googling Tutorial Photoshop. Sekarang saya sudah bisa (Bukan mahir) membuat Layer dan membuat manipulasi Foto sendiri. Walaupun terlepas kemampuan mengolah gambar yang saya kembangkan secara manual, juga bukan menjadi hak paten yang menjadikan saya untuk terjun ke dunia Fotografi dan digital Printing.

Tapi terkadang sebuah usaha memang mempunyai ujung yang berbeda. Semua juga ibarat pilihan. Kalau sudah dikatakan setengah mahir, maka munculah sebuah naluri lain dengan mengisyaratkan Rasa tidak puas dan ingin terus belajar. Maka bergeraklah saya untuk mengikuti sepak terjang dunia fotografi melalui Situs Flicker dan Photobucket.
Dari situlah saya ingin belajar untuk mengenal dunia fotografi sesungguhnya dengan memahami apa itu Efek Pemandangan, Foto Landscape, Sweep Panorama, Potrait, dsb.

Bisa apa-adanya seperti saya sekarang ini bukan syarat mutlak menjadi Fotografer. Permasalahannya adalah: ketika kita memulai mempertajam Kemampuan menganalisa, baik itu kamera, lensa, Photoshop serta seluk beluk komputer, kita akan selalu dirudung rasa TIDAK PUAS akan ilmu yang kita dapat. Ini yang kemudian membawa pemikiran seseorang yang ingin belajar Fotografi menjadi tumpul Lantaran tidak ada kemauan dan Uji coba praktek secara langsung.

Berusaha itu bagus, tetapi jika ingin menguasai ilmu fotografi semuanya sekaligus dalam 1 malam tanpa ada cikal bakar praktek dan terjun langsung untuk memotret, Itu Mustahil kawan!.
Hal inilah yang kemudian membuat kita makin takabur secara teori, dalam arti Kaya akan teori dan hipotesis, tapi bodoh dalam waktu belajar fotografi itu sendiri.
Kalau kalian hanya berkutat belajar fotografi secara teori, membeli kamera canggih, sibuk meresapi fitur-fitur kamera dsb, maka selamanya kalian berfikiran Ortodok demi memperkaya-sales penjualan perangkat fotografi.
Inilah yang seharusnya kita evaluasi jika kita ingin belajar memotret

Waktu Semakin gencar berotasi, Begitupun teknologi fotografi. Fitur-fitur kamera yang berkembang tidak lantas membuat kita makin pintar, Malah membuat kita makin tertinggal selama kemampuan kita tidak rutin diasah.
Coba tebak berapa jumlah fitur-fitur canggih yang sudah dibenamkan kedalam sebuah kamera manual yang dulunya menggunakan selembar kertas Film? Itu baru dalam Skala kecil, padahal masih banyak sekali fitur apalagi yang akan terbit selanjutnya, yang kesemuanya itu belum tentu kita kuasai dalam setahun terakhir belakangan.

Oleh sebab itu, Yang patut menjadi perhatian untuk fografi pemula ialah, belajarlah dengan Estafet, dengan tidak perlu buru-buru. Karena Senjata pamungkas dunia fotografi adalah kemauan dan kesabaran.
Akan lebih baik jika kita mengasah 1 kemampuan terlebih dahulu jika kita ingin berlanjut ke yang lain. Sebagai contoh memotret dengan modus Makro dan Fokus.

Dan yang terpenting apabila ingin belajar Fotografi menggunakan Kamera Saku digital ialah: Menjauhkan diri dari Apa itu yang dinamakan Fitur otomatis. Toh sedari awal teknologi kamera Diciptakan, Tidak ada sejarah yang mengatakan Kamera kelas jadul yang menggunakan Kaca Film dibekali Fitur Auto Fokus. Semuanya manual dan Alami. betul nggak?

Saya berani bersumpah, Saya bukan Ahli Fotografi. Barangkali yang saya alami ini juga pernah melekat erat di hati pembaca blog ini.
Seumur-umur hidup-pun, biarpun hasrat ingin, belum pernah kesampaian untuk membeli kamera Digital SLR.
Sejak zaman "Bahoula", Saya hanya membekali diri menggunakan kamera HP, dan hanya hp dengan dibekali kemampuan kamera tertentu seperti Sony Ericsson K550i, dan Sony Ericsson K660i.
Walaupun saya akui juga pernah memakai kamera Jadul Fuji film (yang masih pakai film itu lho....)

....... kalau sekarang, Alhamdulillah sudah trendi dengan kamera digital saku merk yang sama: SONY Cybershoot DSC W620.

Melalui blog ini, saya ingin berbagi kepada sobat semua, bahwa kita pun, bisa lebih baik dari mereka yang memiliki kamera SLR.
Baik teman pemilik kamera saku digital, ataupun kamera handphone biasa, kita pun bisa bikin foto keren! Saya tampilkan juga beberapa hasil jepretan saya yang saya share di Flicker.

http://www.flickr.com/photos/blogermie/
Atau Juga bisa dilihat disini:


Fotografi



Sebagaimana seorang Prajurit perang, Bukan karena Senjatanya dia mendapatkan pengakuan, namun kepiawaian dan kemampuannya-lah yang menjadikannya hebat. Ya, ilmu memang sangat keren, Senjata hanya faktor pendukung dan selalu mengikuti pemiliknya dari belakang...

Mari kita sama-sama belajar Fotografi dengan Kamera saku digital!

Heru Prasetyo Blogermie.com Updated at: 10/05/2013 02:03:00 PM

2 komentar:

  1. Kayaknya bisa nih minta bimbingan untuk belajar fotografi bareng Mas Heru.. ^_^
    Soalnya senjata saya juga Kamera Saku lhoh Mas.. itupun yang cencen!! Casio Exilim QV-R200

    Tapi walaugitupun manfaatnya tetep berasa kok bagi saya. Setuju banget dengan yg Mas bilang, Pahlawan yang hebat justru bukan karna senjatanya!! :-)
    Saya juga pernah ngeshare di blog saya hasil "Foto Makro Camera Digital Newbie"

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi malu aku.... Boleh kasih tau linknya mas chaidir. mau belajar nih :p
      hasil saya masih jelek

      Hapus