Cerai Lagi Akur Lagi

Cerai lagi akur lagi | Dari sudut pandang seorang blogger, mempertahankan Blog yang mati suri seperti ini, tak selalu terdapat  sisi untungnya. Untungnya-pun relatif. Paling menang tua, karena domainnya sudah register sejak tahun 2000an keatas. 

Saking lamanya tidak menulis, malah membuat saya rugi banyak. Kiprah saya dari seorang netizen, reviewer, yang pernah menjuarai beraneka lomba, lengser secara tiba-tiba. Elektabilitas Blogermie dipertanyakan oleh segenap para fans.

Sampeyan kemana mas…?

Kok jarang ol bro!!!

hello…ada orang gak nih ?

Belum lagi serangan-serangan pedagang musiman dunia digital yang mempromosikan produk dagangannya di kolom komentar, bikin saya makin kenes. Namun tetap lucu.

Blog zombie ini jika terus menerus dibiarkan,  malah membuat saya sebagai seorang penulis, akan cepat mengalami transisi tambang ide.  Saking lamanya ide tidak terjawab melalui goresan, sempat terlintas fikiran untuk gulung pena. Untuk bercerai dengan blog butut ini. Sepertinya memang sebuah pertanda.

Blog yang tak berguna buat apa dipertahankan?
Bisa-bisa hanya akan menjadi bangkai satelit saja. Dan tentunya hanya akan membuat sesak database saja
.

Namun, Blog ini telah menjadi saksi bisu perjalanan ‘Alexa Ranking’ yang sampai saat ini sudah memasuki titik ambles. Anjlok di digit 6 di dunia maya. Belum lagi karena outbound link yang sudah terlampau banyak.

Seharusnya bulan ini, sudah ada rencana untuk bersih-bersih link mati. Akibat Migrasi domain dengan salah satu platform yang menurut saya tidak fair dalam memanage databasenya. Namun entahlah, saya masih berpikir panjang, karena sudah ratusan tulisan yang terbit. Sehingga agak canggung memulainya.

Patut disayangkan memang. Merintis upaya dengan hasil kerja keras sendiri, memang selalu berbuah manis. Walaupun terkadang, resiko yang dijalani juga terbilang tak sedikit.

Kendati hampir sebulan ini pemiliknya jarang mengisinya dengan tulisan yang definitif. Hingga pada akhirnya Bersalaman, hingga tergugat cerai namun rujuk kembali. Cerai, akur lagi.

Akhirnya saya memilih rujuk lagi, karena bujuk rayu Google adsense yang diam-diam ternyata memerhati Blog ini.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan